Banjir Lagi, Sawah Pasung Lakbok Perlu Dibangun Embung

Sawah pasung
Petani saat memanen lebih awal di areal sawah pasung karena kebanjiran. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Akibat buruknya saluran pembuangan, ribuan hektar sawah pasung atau Pasir Sungging yang mencangkup wilayah Kecamatan Lakbok dan Purwadadi Kabupaten Ciamis, Jawa Barat kerap banjir.

Bahkan, para petani saat ini terpaksa memanen lebih awal padi mereka karena banjir melanda setelah hujan yang turun akhir-akhir ini.

Pantauan HR Online, ratusan petani tampak memanen padi mereka yang mulai berisi meski dalam kubangan air.

Poniran, salah satu petani, mengaku terpaksa panen lebih dulu karena khawatir padinya mati terendam banjir yang menyebabkan busuk.

“Mau bagaimana lagi, setiap tahun selalu begini. Sedangkan penanganan dari pemerintah tidak ada realisasinya sehingga petani banyak yang merugi,” tegasnya kepada HR Online, Senin (26/10/2020).

Padahal, katanya, Lakbok maupun Purwadadi menjadi salah satu wilayah lumbung padi Ciamis. Sehingga kondisi sangat bertolak belakang dengan julukan tersebut.

Ia harap Pemkab Ciamis segera melakukan upaya penanganan dan bukan hanya janji semata.

Ia menyebut sejak dulu selalu mendapat janji akan ada program pembangunan areal pesawahan tersebut, namun nyatanya tidak pernah ada.

“Sebenarnya petani sudah menanti. Mau pembangunan apapun, yang penting bermanfaat,” pungkasnya.

Baca juga: Di Ciamis, Wagub Jabar Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa

Sawah Pasung Perlu Embung

Deni Suganda, salah satu warga Lakbok, mengharapkan agar Pemkab segera melakukan penyelamatan terhadap para petani, terutama yang berada sekitar areal sawah Pasung.

Menurutnya, sudah sejak lama kawasan tersebut sering banjir, bahkan hingga sampai saat ini.

Untuk penyelamatannya, kata Deni, jalan terbaik menurutnya adalah dengan adanya pembangunan embung.

“Saya rasa pembangunan embung akan menjadi salah satu solusi penanganan banjir ini. Selain untuk menampung air, juga bermanfaat untuk cadangan ketika musim kemarau,” katanya.

Ia juga menyebut, para petani sebetulnya mendukung langkah dari pemerintah yang bertujuan untuk menanggulangai permasalahan yang sudah puluhan tahun ini.

Berdasarkan informasi, sawah Pasung ini meliputi 4 desa dari 2 kecamatan, yakni Puloerang, Kertajaya, Sukanagara, dan Sukamulya. (Suherman/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid