Status Tanggap Darurat Bencana di Ciamis Ditetapkan Sampai Senin

Status Tanggap Dar
Kiri: Toto Marwoto, Pjs Sekda Ciamis. Kanan: Kalakhar BPBD Ciamis. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Status tanggap darurat bencana telah diberlakukan di Kecamatan Banjarsari dan Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Penanggulanagan bencana banjir yang melanda dua kecamatan ini salah satunya dengan mendirikan berbagai posko. Status tanggap darurat bencana ini rencananya sampai Senin (2/11/2020) mendatang.

Hal itu dikatakan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Toto Marwoto ketika berkunjung ke posko bencana dan dapur umum di kecamatan Banjarsari, Jumat (30/10/2020).

Menurut Toto, sesuai SK bupati Ciamis, Darurat Bencana akan dilakukan selama satu Minggu atau 7 hari ke depan sejak hari kejadian berlangsung.

“Sesuai SK yang diterbitkan, darurat bencana ini akan diberlakukan hingga Senin mendatang. Hal ini untuk memastikan tidak ada warga korban bencana banjir dan longsor yang terisolir. Seperti halnya pendirian dapur umum untuk mengantisipasi rawan pangan di warga korban bencana,” katanya.

Meski dalam hal ini, lanjut Toto, para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. “Namun mereka kan tidak bisa langsung dapat memasak, maka dari itu dapur umum harus tetap berjalan sampai status darurat dicabut,” katanya.

Pemantauan Pasca Bencana

Toto juga mengatakan, pemerintah akan melakukan pemantauan pasca bencana. Menurutnya, ada beberapa progres yang harus dilaksanakan yang memerlukan koordinasi dengan lintas institusi lain.

“Hal ini karena tidak mungkin dapat dilakukan pemecahan masalah hanya oleh tingkat desa dan kecamatan yang terkena dampak bencana. Mungkin nanti kita akan melibatkan BBWSC, Dinas-dinas lain seperti Dinas Pertanian, Perikanan, PSDA juga PUPRP. Hal ini untuk bisa saling berkesinambungan dan mempunyai tanggung jawab di bidang penangannya,” terangnya.

Sementara itu, untuk jumlah kerugian akibat bencana banjir dan longsor di dua kecamatan, Toto mengaku belum dapat menyimpulkan berapa jumlah kerugian saat ini.

“Saat ini masih dalam tahap assessment, nanti BPBD yang akan melakukan pendataannya” terangnya.

Toto juga mengimbau kepada masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana, agar tetap selalu meningkatkan kewaspadaan, serta tetap menjaga kesehatan.

“Di tengah bencana juga saya berharap agar masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan, terutama 3M,” pungkasnya. (Suherman/R7/HR-Online)

Editor: Ndu