Stimulus untuk UMKM Hadapi Covid-19, Hibah Hingga Relaksasi Pinjaman

Stimulus untuk UMKM Hadapi Covid-19, Hibah Hingga Relaksasi Pinjaman
Ilustrasi Stimulus untuk UMKM. Foto: Ist/net

Berita Nasional, (harapanrakyat.com),- Program stimulus untuk UMKM dalam menghadapi pandemi Covid-19 ternyata cukup banyak. Selain bantuan hibah untuk usaha mikro, pemerintah juga telah meluncurkan relaksasi pinjaman dan dorongan pembelian produk UMKM.

“UMKM merupakan sektor yang paling terpukul karena keuntungan usaha mereka bersifat harian. Karena itulah pemerintah telah mengalokasi dana tidak sedikit agar UMKM bisa bertahan,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Senin (26/10/2020).

Teten Masduki mengemukakan hal itu pada acara talkshow yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Covid-19 di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta.

Menurut Teten Masduki, pandemi Covid-19 memang telah menyebabkan dunia bisnis terhenti dan mengalami kerugian. Namun kelompok usaha yang paling merasakannya adalah kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca juga: Link eform.bri.co.id Cara Mudah Cek Nama Penerima BLT UMKM 2,4 Juta

Untuk itu pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM telah menyiapkan berbagai program stimulus untuk UMKM. Bantuan pemerintah ini diharapkan usaha mikro dan kecil mampu bertahan atau bahkan bisa berkembang.

Beragam Program Stimulus untuk UMKM

Menghentikan kegiatan bisnis sektor UMKM, menurut Teten, tentunya tidak bisa dilakukan karena akan menyebabkan mereka tidak bisa makan. Namun Teten juga mengakui pelaku UMKM, khususnya pedagang termasuk yang tidak taat protokol kesehatan.

Karena itu pihaknya telah melakukan berbagai langkah pendampingan untuk lebih meningkatkan kesadaran para pelaku UMKM agar lebih menaati protokol kesehatan. Selain untuk menghentikan penularan virus Covid-1, juga agar usaha mereka tetap bisa berjalan.

“Seperti dengan mengeluarkan sertifikat protokol kesehatan bagi pelaku UMKM yang ingin tetap berjualan seperti yang dilakukan Bupati Banyuwangi Jawa Timur,” kata Teten Masduki.

Selain itu pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM juga telah mengeluarkan berbagai program stimulus untuk UMKM. Program ini, kata Teten, terutama bertujuan agar UMKM tetap bisa bertahan pada masa pandemi Corona.

Beberapa program itu antara lain pemberian hibah dana melalui program Bantuan Presiden untuk Usaha Produktif (BPUP) dengan total anggaran sebesar Rp 22 triliun. Bantuan tersebut untuk setiap pelaku UMKM mendapat Rp. 2,4 juta.

Baca juga: Cara Pencairan BLT UMKM, Sudah Cek eform.bri.co.id?

BPUP menargetkan dapat membantu sebanyak 12 juta pelaku UMKM di Indonesia. “Program BPUP masih berjalan hingga saat ini dan tinggal sedikit lagi selesai,” katanya.

Program Relaksasi Pinjaman

Pemerintah juga telah menyediakan dana sebesar Rp 123 triliun melalui program Relaksasi Pinjaman. Program stimulus untuk UMKM ini, menurut Menteri Koperasi dan UKM, berupa bantuan pinjaman bunga ringan (6 persen).

“Problem utama UMKM pada masa pandemi adalah cash flow yang macet. Program relaksasi pinjaman ini hanya untuk jangka waktu 6 bulan saja. Utamanya agar alur kas usaha mereka bisa berjalan lagi,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Teten, Presiden Jokowi juga telah memerintahkan semua kementerian untuk ikut membantu UMKM dengan membeli produk UMKM dalam belanjanya.

Menurut perhitungan Teten, stimulus untuk UMKM jenis ini ada sekitar Rp 321 triliun. Ini merupakan jumlah anggaran kementerian untuk membeli produk dari UMKM.

Baca juga: Aplikasi Cek Bantuan UMKM Rp 2,4 Juta, Berikut Cara dan Ketentuannya

Pemerintah juga telah menyerukan kepada badan usaha milik negara (BUMN) untuk ikut membangkitkan usaha pelaku UMKM. “Anggaran belanja BUMN yang kurang dari Rp 14 miliar agar dapat menggunakannya untuk membeli produk UMKM,” tambahnya.

Problem lain yang juga banyak pelaku UMKM yang mengeluhkannya adalah kesulitan dalam memasarkan hasil produksinya. Teten mengaku mendapat keluhan langsung dari UMKM saat berkunjung ke beberapa daerah.

“Tak sedikit UMKM yang ada di daerah mengeluhkan hasil produksi kopi, garam, maupun bawang merahnya yang over suplai. Karena itulah kita akan membantu mereka melalui skema resi gudang,” katanya.

Program skema resi gudang ini akan menampung hasil produksi UMKM dan menyimpannya ke dalam gudang. Harapannya, kata Teten, skema ini dapat menjadi stimulus untuk UMKM agar mereka mendapatkan dana segar untuk terus menjalankan usahanya. (Bgj/R2/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara