Tanda Dehidrasi pada Anak, Kenali Sebelum Terlambat

Tanda Dehidrasi pada Anak, Kenali Sebelum Terlambat

Berita Kesehatan, (HarapanRakyat.com).- Tanda dehidrasi pada anak. Diare lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak ketimbang pada orang dewasa. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak pada bayi dan anak-anak.

Ingat, peningkatan pengeluaran tinja bisa membuat anak terkena dehidrasi yang membahayakan, bahkan dapat menimbulkan kematian.

Tanda Dehidrasi pada Anak

Malas Minum

Tanda-tanda dehidrasi sekilas bisa Anda ketahui dari kondisi umum mereka. Pada derajat dehidrasi ringan, anak masih sadar dan sangat rewel. Mereka masih mau untuk minum karena merasa haus.

Jika dehidrasi terus berlanjut ke derajat sedang, anak masih terlihat rewel, gelisah, namun sudah malas minum dan kadang-kadang terlihat mengantuk.

Lalu, Anda harus waspada bila pada saat diare, anak terlihat lebih banyak mengantuk, lemas, hingga tertidur, berkeringat, kaki tangan dingin bahkan kebiruan. Ini menandakan anak sudah  mengalami dehidrasi tingkat berat.

Selanjutnya yang mungkin terjadi adalah anak kehilangan kesadaran dan berakhir dengan koma.

Ubun-ubun Besar Cekung

Tanda dehidrasi selanjutnya bisa anda ketahui dari ubun-ubun. Pada bayi dan anak-anak yang berusia kurang dari 2 tahun, ubun-ubun besar pada kepalanya belum menutup dengan sempurna.

Nah, hal ini memudahkan Anda untuk mengetahui derajat dehidrasi yang dialami sang anak dengan jelas, yaitu dengan menyusutnya ubun-ubun tersebut.

Pada derajat dehidrasi ringan, bentuk ubun-ubun besar pada anak masih tampak normal. Hal ini berubah ketika dehidrasi berlanjut ke derajat sedang.

Pada kondisi ini, ubun-ubun besar anak terlihat mulai cekung. Lalu, ubun-ubun besar anak akan semakin cekung jika anak mengalami dehidrasi berat.

Nafas Cepat

Tanda dehidrasi selanjutnya bisa anda ketahui dari pernafasan. Derajat dehidrasi pada anak juga dapat anda kenali dari pola pernafasan dan denyut nadi.

Pada derajat dehidrasi ringan, anak masih dapat bernafas dengan baik seperti biasa dan denyut nadinya masih normal, dibawah 120 kali permenit.

Sedangkan pada derajat dehidrasi sedang, napas anak terlihat mulai dalam dan denyut nadinya pun menjadi cepat namun lemah. Biasanya berkisar antara 120-140 kali per menit.

Jika derajat dehidrasi terus meningkat, pola nafas anak berubah menjadi abnormal, yaitu nafas cepat dan dalam, serta nadi yang sulit anda raba.

Mata Kering

Sebagai salah satu indikator jumlah cairan dalam tubuh, tanda dehidrasi pada anak juga bisa anda lihat pada air mata.

Pada derajat dehidrasi ringan, ketika menangis, anak masih mengeluarkan air mata. Namun, anak tidak lagi mengeluarkan air mata ketika dehidrasi berlanjut sedang.

Lalu, mata anak menjadi sangat kering ketika mengalami dehidrasi berat.

Selain pada air mata, dehidrasi juga bisa anda lihat pada kondisi selaput lendir yang terdapat di mulut.

Mulut anak masih terasa lempab saat mengalami dehidrasi ringan. Lalu berubah menjadi kering ketika anak mengalami dehidrasi pada derajat sedang.

Jika mulut anak menjadi semakin kering, maka hal itu menandakan bahwa anak mengalami dehidrasi berat. Itulah tanda dehidrasi pada anak yang anda jadikan referensi saat menghadapinya. (Deni/R4/HR-Online)

Editor : Deni Supendi