Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaBerita BanjarTracking Positif Corona, 26 Orang Warga Banjar Jalani Swab Test

Tracking Positif Corona, 26 Orang Warga Banjar Jalani Swab Test

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Sebagai antisipasi penyebaran virus Corona, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Jawa Barat, melakukan tracking dan swab test.

Swab test dilakukan kepada warga yang pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tenaga kesehatan.

Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, dr H Agus Budiana, mengatakan, dari hasil tracking petugas ada 26 orang yang pernah kontak dengan pasien dan langsung mengikuti pemeriksaan swab test.

Dari 26 orang tersebut rinciannya sebanyak 20 orang karyawan Puskesmas dan 6 orang dari pihak keluarga pasien.

“Jumlahnya 26 orang yang mengikuti tes usap. Untuk sampel spesimen besok kami kirim ke Lakbesda Provinsi,” ujar dr Agus kepada HR Online, Rabu (7/10/2020).

Baca Juga: Santri Asal Banjar Positif Covid-19, Terpapar Kluster Pesantren Tasikmalaya

RSUD Periksa Spesimen

Terpisah, Dirut RSUD Kota Banjar, dr. Ekalina Liandri, mengatakan, saat ini untuk pemeriksaan spesimen swab test sudah bisa dilakukan di RSUD Banjar menggunakan pockit PCR dan reagennya juga sudah tersedia.

Dengan alat pockit PCR tersebut pasien bisa pulang lebih cepat karena hasil pemeriksaan bisa keluar dalam waktu 85 menit.

Ia menjelaskan, saat ini pockit yang sudah tersedia reagennya kurang lebih sebanyak 16 sampel.

Dalam sekali running alat tersebut dapat memeriksa 8 sampel spesimen.

Jika dikalkulasikan waktu operasional alat tersebut mulai dari jam 9 pagi artinya bisa memeriksa 16-24 sampel spesimen per hari.

“Sudah satu minggu ini RSUD melakukan pemeriksaan secara mandiri,” terang Eka.

Ia menambahkan, sekarang ini di RSUD Banjar sudah ada 3 alat untuk pemeriksaan sampel spesimen tes usap virus Corona.

“Alat tersebut yaitu TCM, PCR portabel milik Dinas Kesehatan dan pockit PCR,” ucapnya.

Namun demikian, untuk alat TCM dan PCR portabel saat ini kedua alat tersebut masih menunggu kiriman reagen karena stok reagan yang ada juga sudah habis.

“Sementara ini yang masih bisa digunakan untuk pemeriksaan itu pockit PCR karena untuk alat ini reagennya masih tersedia,” katanya. (Muhlisin/R8/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -