Menristek: Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia Sangat Dibutuhkan

Menristek: Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia Sangat Dibutuhkan
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro

Berita Nasional, (harapanrakyat.com),- Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro, menegaskan, pengembangan vaksin Covid-19 buatan Indonesia atau disebut vaksin merah putih harus berhasil lantaran sangat dibutuhkan. Karena sebagai negara besar Indonesia harus memiliki kemandirian vaksin dan tidak boleh bergantung pada pasokan import negara lain.

“Sebagai negara besar yang memiliki 270 juta penduduk sangat riskan apabila Indonesia bergantung pada import vaksin Covid-19 dari negara lain. Artinya kemandirian vaksin memang sangat diperlukan,” kata Bambang, saat memberikan pemaparan pada acara talkshow Satgas Penanganan Covid-19, yang ditayangkan pada Channel YouTube BNPB, belum lama ini.

Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia Dikembangkan 6 Lembaga

Pada talkshow yang mengangkat tema “Prinsip Keamanan Vaksin Covid-19” ini Bambang menjelaskan mengenai definisi vaksin buatan Indonesia tersebut. Menurutnya, vaksin merah putih adalah vaksin yang dibuat dari isolat virus Covid-19 yang bertransmisi di Indonesia. Dalam pengembangannya pun dibuat oleh sejumlah ahli dalam negeri hingga diproduksinya pun di Indonesia.   

Baca juga: Meski Vaksin Covid-19 Ditemukan, Belum Menjamin Pandemi Berakhir

“Kini sudah ada 6 lembaga di Indonesia yang tengah melakukan pengembangan Vaksin Covid-19. Lembaga tersebut adalah Ikman, Universitas Indonesia, LIPI, UGM, ITB dan Universitas Airlangga,” ujarnya.

Yang menarik, lanjut Bambang, dari 6 lembaga yang melakukan pengembangan vaksin tersebut masing-masing menggunakan platfrom yang berbeda-beda. “Dari 6 lembaga tersebut yang pengembangan vaksinnya sudah menunjukan perkembangan positif atau diprediksi lebih cepat selesai adalah Lembaga Ikman,” terangnya.

Vaksin Covid-19 buatan Indonesia yang dikembangkan Ikman, kata Bambang, menggunakan platfrom sub unit protein rekombinan. Menurutnya, pada bulan Oktober ini Lembaga Ikman sedang melakukan ujicoba vaksin Covid-19 pada hewan.

“Ditargetkan pada akhir tahun ini ujicoba vaksin pada hewan bisa selesai dengan kesimpulan dinilai ampuh untuk menangkal Covid-19,” katanya.

Apabila berhasil pada tahap ujicoba pada hewan, tambah Bambang, kemudian bibit vaksin tersebut akan diserahkan ke perusahaan biofarma untuk diproduksi dalam secara kecil atau untuk keperluan uji klinis.

Baca juga: Cerita Doni Monardo Bertemu Orang Positif Covid-19 Tapi Tak Tertular

“Awal tahun diharapkan sudah memasuki tahap uji klinis. Dan prosedur uji klinisnya akan kita tempuh sebagaimana prosedur dengan melalui uji klinis tahap 1 sampai 3. Setelah uji klinis selesai, nanti kita lihat bagaimana hasil penilaian BPOM. Apakah vaksin ini layak dipergunakan atau tidak,” ujarnya.

6 Platform Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia

Menurut Bambang, apabila pengembangan vaksin yang dilakukan 6 lembaga ini berhasil, maka Indonesia akan memiliki 6 jenis vaksin Covid-19 dengan platform yang berbeda-beda.

“Meskipun platform pengembangan vaksinnya berbeda-beda, namun semuanya adalah Vaksin Covid-19. Perbedaannya hanya dalam pengembangan teknologinya saja. Tetapi khasiatnya semua sama untuk menangkal Covid-19,” ungkapnya.  

Bambang mengatakan, apabila bibit vaksin Covid-19 buatan Indonesia dinilai efektif dalam menangkal virus corona, maka langkah selanjutnya akan diserahkan kepada perusahaan farmasi untuk diproduksi secara massal.

“Jadi tugas kami dan lembaga peneliti hanya sampai melahirkan bibit vaksin. Untuk proses produksinya akan diserahkan kepada biofarma yang akan membentuk konsorsium vaksin bersama perusahaan swasta,” pungkasnya. (Bgj/R2/HR-Online)

Edtior: Subagja Hamara