1.600 Wisatawan Pangandaran Dites Rapid, 3 Orang Reaktif Covid-19

Wisatawan Pangandaran Rapid
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 saat melakukan rapid test kepada para wisatawan. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 1.600 wisatawan Pangandaran, Jawa Barat dites rapid oleh tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Hasilnya 3 orang reaktif Covid-19.

Ketiga orang tersebut lantas menjalani swab tes. Satu orang di antaranya negative Covid-19. Sementara satu orang pulang ke Bandung. Serta satu orang lagi menghilang dan tidak melapoer ke Labkesda Kabupaten Pangandaran.

“Dari tes rapid para Wisatawan Pangandaran sebanyak 1.600 orang, ternyata ada 3 orang reaktif. Satu orang swabnya negatif dan satu orang lagi pulang ke Bandung. Sementara satu orang kehilangan jejak setelah diminta untuk lapor ke kantor ternyata tidak ada,” kata drg. Yani Achmad Marzuki, juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Pangandaran, Minggu (1/11/2020).

Data Covid-19 Kabupaten Pangandaran 1 November 2020

Lebih lanjut Yani menambahkan, untuk hari ini belum ada laporan masuk dari Labkesda Kabupaten Pangandaran. Namun dari update data Covid-19 per hari ini, jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 96 orang. Sembuh 78 orang, meninggal 1 orang, dan isolasi di rumah sakit 11 orang. Sementara isolasi mandiri 6 orang.

“Per hari ini yang terkonfirmasi positif sebanyak 17 orang. Suspek 4 orang, kontak erat 233 orang, kasus probable 2 orang, sembuh 1.695 orang,” jelas Yani.

Masih dikatakan Yani, dari hasil pemeriksaan laboratorium PCR Swab dari 6.105 yang terkonfirmasi positif sebanyak 96 orang, dan negatif Covid-19 sebanyak 5.858 orang. Sementara 151 orang belum keluar hasilnya.

Selanjutnya untuk hasil pemeriksaan rapid test dari 8.101 orang yang menjalani rapid test, sebanyak 42 reaktif Covid-19 dan 8.059 non reaktif Covid-19.

“Tambahan 1 orang hasil tracking ternyata anaknya yang positif. Jadi totalnya terkonfirmasi positif sebanyak 17 orang. Rinciannya 11 orang isolasi RSU, 6 orang isolasi mandiri,” ungkap Yani.

Sementara untuk wilayah perkantoran, kata Yani, tidak ada kluster perkantoran. Hal ini lantaran hanya satu orang yang habis pulang kondangan di Palembang, dia merasakan ada gejala sesak dan mati penciuman. Setelah menjalani swab test hasilnya positif.

“Dari satu orang yang positif perkantoran Kabupaten Pangandaran sudah tracking sebanyak 8 orang. Setelah tes swab yang kontak erat di kantor tersebut hasilnya negatif semua. Cuma satu bidang lagi besok Senin kita swab. Jadi klaster perkantoran itu tidak ada hanya satu orang yang positif itu keluarganya kena tapi KTP-nya dari Kabupaten Sumedang. Sementara tidak ada penutupan perkantoran,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online)

Editor: Ndu

Aegis Boost Pro