12 Saraf Kranial yang Berperan Penting dalam Berbagai Fungsi Tubuh

12 Saraf Kranial yang Berperan Penting dalam Berbagai Fungsi Tubuh
Ilustrasi 12 Saraf Kranial. Foto Istimewa.

12 saraf kranial yang terdapat pada kepala memiliki peranan penting dalam mengatur gerakan. Selain itu, kedua belas saraf ini juga membantu kita merasakan sensasi tertentu pada area sekitar kepala dan leher.

Saraf kranial ini terdiri dari dua belas pasang dengan nama serta fungsinya yang berbeda-beda. Yang mana tersusun berdasarkan lokasinya, yakni dari bagian depan otak hingga ke bagian belakang.

Ada beberapa saraf yang terlibat langsung dengan indera khusus, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasa. Sementara untuk saraf lainnya memiliki peran dalam pengendalian otot wajah atau mengatur kelenjar.

Mengenali 12 Saraf Kranial

Melansir dari Wikipedia, saraf kranial merupakan dua belas pasang saraf manusia yang mencuat dari otak. Lain halnya dengan saraf spinal yang mencuat dari sumsum tulang belakang.

Saraf kranial juga merupakan bagi dari sistem radar saraf. Dari 12 pasang saraf ini, terdapat 3 pasang jenis sensori, 5 pasang jenis motorik, serta 4 pasang jenis gabungan. Kedua belas pasang saraf tersebut adalah sebagai berikut ini.

Saraf I (Olfaktori)

Pada 12 saraf kranial yang pertama merupakan jenis saraf sensori yang memiliki peran dalam indra penciuman. Saraf tersebut akan mengirim informasi dari hidung ke otak untuk pemrosesan sebagai sensasi bau.

Saraf ini berasal dari epitel penciuman dari mukosa hidung. Bundel saraf bermigrasi ke bohlam penciuman dengan melalui saluran penciuman menuju ujung lobus temporal (penciuman gyrus).

Baca Juga: Fungsi Membran Mukosa, Selaput Lendir Pelindung Tubuh dari Virus

Saraf II (Optik)

Termasuk ke dalam saraf sensorik yang berperan dalam penglihatan. Saraf ini bekerja membawa impuls dari sel kerucut dan sel batang pada retina mata. Yang kemudian membawanya ke badan sel akson membentuk saraf optik pada bola mata.

Saraf III (Okulomotorius)

Satu dari 12 saraf kranial ini merupakan jenis saraf gabungan, yang sebagian besar adalah saraf motorik. Neuron motorik dari otak tengah membawa impuls ke seluruh otot bola mata, otot membuka kelopak mata, dan otot polos mata.

Serabut sensorik tersebut akan membawa informasi indera otot dari otot mata yang ternervasi ke otak. Saraf ini berfungsi dalam pergerakan sebagian besar otot bola mata.

Sarav IV (Troklear)

Jenis saraf kali ini merupakan saraf terkecil dan saraf gabungan yang terdiri atas saraf motorik. Neuron motorik yang muncul pada otak tengah mengangkut impuls ke otot bola mata.

Serat sensornya dari spindel otot akan mentransmisikan info otot sensorik dari otot miringnya atas ke otak. Berfungsi untuk menggerakkan sejumlah otot mata.

Baca Juga: Fungsi Email Gigi Sebagai Struktur Pelindung yang Perlu Diketahui

Saraf V (Trigeminal)

Dari 12 saraf kranial, saraf ini berperan dalam pengendalian sensasi pada sebagian area kelapa dan wajah. Lalu mengontrol otot-otot rahang yang berguna untuk mengunyah. Bagian ini memiliki tiga cabang, yaitu cabang mata, cabang maksila, dan cabang madibula.

Saraf VI (Abdusen)

Ini merupakan saraf gabungan yang sebagian besar terdiri atas saraf motorik. Saraf ini berfungsi dalam mengatur pergerakan otot yang bernama otot rektus lateral. Sehingga berfungsi dalam pergerakan mata, seperti saat melotot atau melirik.

Saraf VII (Fasialis)

Saraf fasialis merupakan saraf gabungan yang berfungsi dalam mengontrol ekspresi wajah, lidah, dan informasi dari telinga. Motor neuron yang terletak pada inti pons menginervasi otot-otot wajah, termasuk kelenjar lakrimal dan saliva.

Saraf VIII (Vestibulokoklear)

Terdiri dari saraf sensori yang memiliki dua cabang yaitu cabang koklea dan cabang vestibular. Saraf ini bertanggung jawab akan indera pendengaran, keseimbangan, serta posisi tubuh manusia.

Baca Juga: Fungsi Tulang Pengumpil Berkaitan dengan Alat Gerak Manusia

Saraf IX ( Glosofaringeus)

12 saraf kranial kali ini adalah saraf glosofaringeus memiliki peran dalam fungsi motorik serta sensorik. Pada saraf ini berhubungan dengan lidah, tenggorokan, serta salah satu kelenjar ludah yaitu kelenjar parotis.

Saraf X (Vagus)

Jenis saraf gabungan dengan bagian sesori berperan dalam merasakan sensasi dari telinga luar, tenggorokan, jantung, dan organ perut. Bagian otot dalam mendukung pergerakan tenggorokan dan langit-langit mulut lunak. Kemudian parasimpatik dama mengatur detak jantung, saluran pernapasan, dan saluran cerna.

Saraf XI (Aksesorius)

Saraf ini berfungsi dalam mendukung motorik dari pergerakan otot leher. Yang mana ini mengontrol otot leher sehingga manusia mampu menggerakkan otot leher sesuai dengan keinginan.

Saraf XII (Hipoglosus)

Merupakan saraf kranial terakhir dan berperan dalam tugas motorik. Kemudian saraf hipoglosus ini memiliki fungsi untuk mengatur pergerakan otot lidah manusia.

Itulah 12 saraf kranial yang memiliki peranan sangat penting. Tanpa adanya saraf kranial, maka fungsi tubuh juga akan terganggu. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

Aegis Boost Pro