Angka Kasus Terus Naik, IDI Jabar Sosialisasikan AKB di Ciamis

Angka kasus terus naik, IDI Jabar sosialisasikan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) kepada IDI Ciamis, di Klinik Amanda Azka, Kertasari, Kabupaten Ciamis, Jum’at (27/11/2020). Foto: Eli Suherli/HR.
Angka kasus terus naik, IDI Jabar sosialisasikan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) kepada IDI Ciamis, di Klinik Amanda Azka, Kertasari, Kabupaten Ciamis, Jum’at (27/11/2020). Foto: Eli Suherli/HR.

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Angka kasus terus naik, IDI Jabar sosialisasikan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) kepada IDI Ciamis, di Klinik Amanda Azka, Kertasari, Kabupaten Ciamis, Jum’at (27/11/2020). Dalam kegiatan roadshow sosialisasi AKB itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar bekerjasama dengan BNPB pusat dan IDI Kabupaten Ciamis.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengingatkan agar terus melakukan penangan Covid-19 secara serius. Terlebih sekarang jumlah kasus positif corona terus meningkat, khususnya di Jawa Barat.

Saat ditemui HR Online pada acara roadshow sosialisasi AKB, dr. Eka Mulyana, yang mewakili IDI Jabar, mengatakan, IDI Jawa Barat bekerjasama dengan BNPB pusat dalam melakukan sosialisasi penangan Covid-19.

“Angka kasus terus naik. Saat ini sudah ada sekitar 168 kematian dokter akibat Covid-19. Maka, kelonggaran dengan AKB ini harus kami lakukan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan juga hidup bersih setiap hari,” katanya.

Angka Kasus Terus Naik

Angka kasus terus naik. Menurut dr. Eka, untuk menjaga diri, keluarga, dan menjaga warga serta lingkungan, salah satunya wajib menerapkan protokol kesehatan dan 3M dengan baik dan benar, sesuai aturan. Sehingga, penyebaran Covid-19 bisa tertangani dengan cepat.

“Kenapa kita harus melaksanakan prokes dan menjalankan 3M, sebab kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Karena, saat ini setelah AKB berlaku, bukannya kasus menurun malah terus bertambah. Bahkan, Jawa Barat dari sebelumnya 3 daerah zona merah, sekarang menjadi 7 daerah masuk zona merah,” paparnya.

Ia juga menyebutkan, angka kasus tidak menurun. Sebab, pelaksanaan program 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak) belum efektif. Sehingga, perlu terus pihaknya ingatkan supaya hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan semasa pandemi ini.

Baca Juga : Satgas Covid-19 Tasikmalaya Bubarkan Lomba Senam Zumba

Karena, lanjut dr. Eka, penyakit Covid-19 beda dengan penyakit menular lainnya. Seperti halnya orang yang terjangkit flu bisa kelihatan kondisi tubuhnya. Namun, tidak untuk virus Corona ini, seperti Orang Tanpa Gejala (OTG) yang terlihat sehat, tapi ternyata bisa menularkan Covid-19.

Angka kasus Civid-19 tak turun. Maka dari itu, memakai masker menjadi hal wajib setiap hari. Terlebih ketika melakukan kegiatan luar rumah. Karena tidak ada jaminan OTG dengan kondisi badan sehat tidak menularkan.

Justru sekarang banyak yang terpapar dengan kondisi sehat atau OTG. Awal-awal adanya Covid-19 penyebarannya bisa melalui batuk atau bersin oleh orang yang terpapar.

Namun, kata dr. Eka, sekarang lebih parah penularannya. Bicara tanpa masker bisa terpapar, karena banyaknya OTG tidak merasa sakit tetapi menularkan.

Jika Tak Ingin Tertular Syaratnya 3M

Ia juga menegaskan, jika kita tidak ingin tertular, syaratnya wajib menjalankan 3M dengan baik dan benar. Pasalnya, ketika akan melakukan aktivitas apapun, bila prokes dan 3M sudah benar, maka mau pergi ke mana saja bebas, selama tidak melanggar hal tersebut.

Angka kasus terus naik, dr. Eka menjelaskan, dari hasil penelitian UNICEF, baru 30 persen orang yang benar-benar melaksanakan 3M, makanya Covid-19 terus bertambah.

Bahkan, 71 persen orang yang benar menggunakan masker dan sering mencuci tangan, serta 40 persen yang melaksanakan jaga jarak, tidak ada yang jamin ketika berkerumun tidak tertular. “Kalau hal itu efektif dilakukan, maka Covid-19 bisa kita tangani dengan baik,” kata dr. Eka.

Sementara itu, Ketua IDI Kabupaten Ciamis, dr. Budi, mengaku sangat berterimakasih kepada pengurus IDI Jabar sosialisasikan AKB kepada pihaknya. Sehingga, penangan Covid-19 untuk wilayah Kabupaten Ciamis bisa dengan baik dan benar nantinya.

“Adanya pemaparan dari pengurus IDI Jabar terkait AKB dan program 3M ini sebagai bentuk penanganan Covid-19 bisa kita efektifkan. Sehingga, penyebaran virus Corana ke depan tidak terus bertambah kasusnya. Makanya program ini perlu dijalankan secara baik bersama-sama,” kata dr. Budi. (Es/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah

Aegis Boost Pro