Batu Meteor Jatuh di Tapanuli, Ilmuwan Perkirakan Meteor Jenis Kondrit

Batu Meteor Jatuh di Tapanuli
Ilustrasi Batu Meteor Jatuh di Tapanuli. Foto Istimewa

Batu meteor jatuh di Tapanuli rupanya belum para ilmuwan teliti lebih jauh lagi. LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) Indonesia, mengaku belum menelaah secara lanjut pada batu meteor tersebut.

Seperti yang telah dilaporkan, jika batu luar angkasa tersebut jatuh ke bumi Tapanuli, Sumatera Utara pada 1 Agustus 2020 silam. Batu tersebut termasuk ke dalam jenis batu kondrit.

Sementara itu, batu meteor kondrit adalah batu yang belum mengalami proses diferensiasi atau dapat diistilahkan masih ‘perawan’. Dengan demikian, batu tersebut mulai dari struktur dan juga komposisinya masih seperti kondisi awal dalam tata surya.

Batu Meteor Jatuh di Tapanuli

Telah terdapat sebuah laporan jika pada kawasan Satahi Nauli, Kolang Tapanuli Tengah, Sumatera Utara 1 Agustus 2020 sebuah meteor jatuh.

Melansir dari Lunar and Planetary Institut jika terdapat empat meteor yang telah jatuh ketika itu. Berat batu tersebut semuanya mencapai hingga 2,55 kilogram. Ada salah satu meteorit yang ukurannya 2,1 kilogram yang terjatuh dari langit di sebuah rumah milik Josua Hutagalung.

Sekarang, batu meteor jatuh di Tapanuli sudah ia jual pada orang asing serta kembali menjual ke situs eBay.Rhorom Priyatikanto, seorang peneliti LAPAN mengungkapkan jika meteor itu memiliki nilai yang besar dari sudut pandang ilmiah.

Dalam sebuah pengetahuan jika batu meteor merupakan batu dari luar angkasa yang terbakar pada lapisan atmosfer. Sedangkan untuk meteor merupakan batu meteor yang sampai ke permukaan Bumi.

“Meteor jenis kondrit belum mengalami diferensiasi seperti bebatuan yang ada pada permukaan Bumi. Dengan demikian, akan sangat memungkinkan terdapat indikasi jika batu meteor jatuh di Tapanuli masih menyimpan berbagai informasi mengenai masa lalu tata surya. Hal ini yang menjadikan batu tersebut memiliki nilai besar dari perspektif ilmiah,” ujarnya.

Baca Juga: Hujan Meteor Taurid Selatan Bisa Menghasilkan Bola Api Menakjubkan

Meteor Jenis Kondrit CM 1-2

Seperti yang telah LAPAN katakan jika batu tersebut merupakan jenis kondrit CM 1-2 yang mengandung 20 persen besi serta 25 persen silika (pasir/kaca). Sementara itu, kandungan logam tanah atau logam mulia ada, namun jumlahnya sangat kecil pada jenis batu tersebut.

Tak hanya itu saja, Rhorom juga tidak menyangkal jika terdapat beberapa jenis meteor yang mirip dengan bebatuan yang ada di Bumi. Namun, secara mikroskopis terdapat indikasi kristal dan beberapa struktur lainnya yang berbeda.

Total Sekitar 60 Ribu Meteor Pernah Jatuh ke Bumi

Melansir National Geographic, meteorit merupakan jenis batuan yang ada dalam ruang angkasa yang terjatuh ke permukaan Bumi. Sementara itu, meteor merupakan batu yang ada di ruang angkasa dan terbakar pada lapisan atmosfer. Salah satunya adalah batu meteor jatuh di Tapanuli.

Telah tercatat sekitar 60 ribu batu meteorit yang jatuh dan para peneliti temukan pada permukaan planet ini. Kemudian, para peneliti sains ini pun membagi bebatuan tersebut menjadi tiga jenis yang utama.

Berbatu, besi, serta besi berbatu. Meteorit berbatu terdiri atas susunan mineral dengan kandungan silika, yakni bahan yang berasal dari oksigen dan juga silikon.

Bebatuan ini juga mengandung beberapa logam, besi, serta nikel. Terdapat dua jenis yang utama dari meteorit berbatu yaitu kondrit dan juga kondrit.

Kemudian, ilmuwan NASA juga telah memperkirakan jika terdapat sekitar 48,5 ton material meteorit pernah jatuh ke permukaan Bumi. Satu diantaranya adalah batu meteor jatuh di Tapanuli.

NASA juga mengungkapkan jika ada sebagian besar batuan dari luar angkasa yang ukurannya lebih kecil dari lapangan sepakbola, pasti akan terpecah pada saat memasuki atmosfer Bumi.

Lalu, dengan laju yang cepat puluhan ribu mil per jamnya, maka meteor akan hancur dengan tekanan yang sangat besar, yang melebihi kekuatannya. Lalu akan menghasilkan cahaya yang sangat terang.

Baca Juga: Ada Meteor Menuju Bumi, Satu Diantaranya Hantui New York

Meteor yang Pernah Jatuh ke Bumi Kebanyakan Tipe Kondrit

Kondrit tercipta dari partikel dan debu kecil yang akhirnya menyatu membentuk satu asteroid dalam awal tata surya. Hal ini terjadi sekitar 4,5 miliar tahun ke belakang.

Karena kejadiannya sama dengan tata surya, maka kondrit merupakan bagian integral pada studi mengenai asal-usul, komposisi, dan usia tata surya.

Seperti yang Rhorom jelaskan jika batu meteor jatuh di Tapanuli tersebut juga merupakan meteor tipe kondrit yang masih ‘perawan’. Ia kemudian juga mengatakan jika berbeda dengan jenis batuan gunung berapi, yang telah menjalani penggodokan selama jutaan tahun dalam perut Bumi. (R10/HR Online)

Editor: Jujang