BMW R 18 Classic, Moge Cruiser Bergaya Klasik akan Hadir di Indonesia

BMW R 18 Classic, Moge Cruiser Bergaya Klasik akan Hadir di Indonesia
Ilustrasi BMW R 18 Classic. Foto : Istimewa

BMW R 18 Classic ini kabarnya akan meluncur ke Indonesia, tetapi belum ada informasi mengenai tanggal rilisnya. Motor gede (Moge) cruiser dengan gaya klasik ini sudah mendapat bocoran harga untuk pasar Indonesia.

Jerman adalah tempat pertama kali R 18 Classic ini rilis dan oleh pabrikan mulai pasarkan. Rangkaian peralatan BMW Motorrad menawarkan pilihan individualisasi maksimum yang dapat anda sesuaikan dengan selera dan preferensi pribadi.

BMW terbaru ini memiliki tas sadel, kaca depan besar, kursi penumpang, lampu depan LED tambahan, dan roda depan 16 inci. Motor ini meminjam dari model terkenal seperti BMW R 5 baik secara teknologi maupun visual.

Terlebih lagi, desain klasik berpadu dengan teknologi yang jelas namun kontemporer. Hal ini menciptakan konsep keseluruhan yang menarik serta menawarkan pengalaman berkendara terbaik.

Mesin BMW R 18 Classic

Ini merupakan mesin boxer BMW paling bertenaga sepanjang masa dengan torsi penuh. Mesin boxer dua silinder yang benar-benar baru mereka kembangkan.

Baik penampilannya yang mengesankan maupun teknologinya, mencerminkan kelanjutan dari mesin boxer berpendingin udara tradisional. Ini telah menawarkan pengalaman berkendara yang menginspirasi selama lebih dari tujuh dekade.

Mesin boxer dua silinder yang paling bertenaga pada produksi seri sepeda motor ini memiliki perpindahan 1.802 cc. Output puncak sekitar 67 kW (91 hp) pada 4750 rpm.

Baca Juga : Apache RTR 200 4V Meluncur ke India dengan Tiga Mode Berkendara

Dari 2.000 hingga 4.000 rpm, lebih dari 150 Nm torsi tersedia setiap saat. Selain itu, daya tarikan elemental pada BMW R 18 Classic berpadu dengan suara yang nyaring dan penuh.

Juga terdapat rangka tabung baja loop ganda dan lengan ayun belakang dengan penggerak poros tertutup.  Kualitas manufaktur yang luar biasa dan perhatian cermat terhadap detail juga terlihat dalam fitur-fitur.

Yang mana hampir tidak terlihat seperti sambungan las antara tabung baja dan bagian cor atau tempa. Seperti BMW R 5 yang legendaris, lengan ayun belakang mengelilingi transmisi poros belakang dengan gaya otentik melalui sambungan baut.

Suspensi

Garpu teleskopik dengan lengan garpu, penyangga suspensi kantilever, roda ruji kawat, dan rem cakram. Elemen suspensi baru R 18 Classic, sengaja mengeluarkan opsi penyesuaian elektronik.

Sebagai gantinya, garpu teleskopik dan penyangga suspensi sentral yang terpasang langsung dengan peredaman dapat pengendara sesuaikan. Hal ini untuk memastikan BMW R 18 Classic memiliki kontrol roda yang unggul dan kenyamanan suspensi lebih menarik.

Diameter tabung garpu 49mm, sedangkan travel suspensi 12mm untuk bagian depan dan 90mm bagian belakang. Motor R 18 Classic pabrikan perlambat dengan rem cakram ganda untuk bagian depan.

Sementara bagian belakang terdapat rem cakram tunggal bersama dengan kaliper tetap empat piston. Sementara itu, roda dengan ujung kawat memastikan tampilan yang sangat bergaya.

Tampilan Eksklusif

Sesuai dengan filosofi BMW Motorrad, motor ini menampilkan posisi sandaran kaki yang santai. Posisi klasik bagian belakang ini memungkinkan posisi berkendara yang santai dan aktif untuk pengendalian kendaraan lebih optimal.

Baca Juga : Kawasaki Ninja ZX-10R 2021 Tawarkan Penampilan yang Lebih Segar

Selain itu, BMW R 18 Classic juga menawarkan tiga mode berkendara standar “Rain”, “Roll”, dan “Rock”. Itu merupakan hal tidak biasa pada segmen ini, sehingga dapat beradaptasi dengan preferensi masing-masing pengendara.

Trim standar juga mencakup ASC (Automatic Stability Control) untuk memastikan tingkat keselamatan berkendara yang tinggi. Selain itu, R 18 Classic lengkap dengan engine drag torque control (MSR) sebagai standar.

Bantuan mundur membuat manuver menjadi nyaman, sementara fungsi Hill Start Control memfasilitasi start menanjak. Arsitektur yang ramah konversi sebagai prasyarat untuk penyesuaian langsung dan individualisasi lebih optimal.

Unit ini lengkap dengan rangka belakang yang mudah anda lepas dan bagian ada catnya mudah anda bongkar. Tak hanya itu, titik antarmuka pada BMW R 18 Classic pabrikan rancang dengan sangat cermat.

Hal ini untuk saluran hidrolik rem, kopling, dan kabel harness. Selain itu, juga memungkinkan pemasangan stang yang lebih tinggi atau lebih rendah tanpa masalah.

Penutup katup yang terlihat (penutup kepala silinder) dan penutup sabuk (penutup rumah mesin) pabrikan dirancang sedemikian rupa. Sehingga terletak di luar ruang oli dan membuat anda mudah untuk menggantinya.

BMW Motorrad berkolaborasi tidak hanya dengan Roland Sands Design tetapi juga beberapa pemasok terkenal. Termasuk pabrikan AS Mustang Seat agar dapat menawarkan berbagai versi tempat duduk berkualitas tinggi.

Mengenai harga, untuk pasar Jerman sendiri BMW R 18 Classic memiliki harga 22.225 euro atau sekitar Rp386,4 juta. Sementara untuk pasar Indonesia, menurut bocoran internal BMW Motorrad Indonesia ini memiliki harga sekitar Rp1,039 miliar. (R10/HR-Online)

Baca Juga : Yamaha Lexi Ring 12 Terkesan Lebih Mungil Resmi Dijual di Dealer