DKUKMP Ciamis; Harga Komoditi Sayuran Masih Stabil

DKUKMP Ciamis; Harga Komoditi Sayuran Masih Stabil
Ilustrasi komoditi sayuran. Foto:Ist/Net

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Ciamis mencatat ada kenaikan dan penurunan harga yang signifikan terhadap komoditi sayuran di empat pasar, yaitu pasar Ciamis, Kawali, Sindangkasih dan Banjarsari.

Kepala Dinas DKUKMP Ciamis, Davif Firda, Selasa (17/11/2020), menjelaskan, untuk kenaikan harga-harga di pasar masih terpantau dengan baik.

Sehingga, ketika ada kenaikan komoditi bisa pihaknya laporkan segera kepada masyarakat.

“Saat ini yang mengalami kenaikan harga dari komoditi sayuran. Namun naiknya tidak terlalu signifikan. Sebab ketersedian barang masih mencukupi. Dan warga yang membutuhkan komoditi tersebut masih bisa terlayani karena barang ada,” jelasnya.

Kabid Perdagangan DKUKMP Ciamis, Emud Darmudi, mengatakan, setiap minggu pihaknya laporkan terkait harga-harga barang kebutuhan bahan pokok dan barang penting lainnya.

Laporan tersebut pihaknya peroleh berdasarkan pemantauan di Pasar Ciamis, Kawali, Sindangkasih dan Banjarsari.

Menurut Emud, dari empat pasar yang pihaknya pantau, hasilnya berbeda-beda.

Ada komoditi sayuran yang naik, ada juga komoditi sayuran jenisnya sama namun harganya malah turun.

Seperti di pasar Ciamis, harga bawang putih Rp 35.000 menjadi Rp 36.000. Cabe merah Rp 45.000 turun jadi Rp 40.000.

Di Pasar Sindangkasih, cabe rawit merah Rp. 30.000 jadi Rp 35.000. cabe rawit hijau Rp 24.000 jadi Rp 25.000. Cabe merah lokal dari Rp 60.000 perkg turun jadi Rp 50.000.

Sementara untuk komoditi seperti daging ayam dan telur, masih terbilang normal. Harga daging Ayam boiler perkilogramnya Rp 38.000 jadi Rp 40.000. Daging ayam kampung Rp 23.000 jadi Rp 25.000. Telur ayam negeri Rp 22.000 naik jadi Rp 26.000.

“Harga tersebut terjadi di empat pasar,” katanya.

Pemkab Ciamis Pantau Ketersediaan Barang

Menurut Emud, kenaikan dan penurunan harga masih terpantau dengan baik.

Karena itu, pihaknya melakukan pemantauan tidak hanya harga, tapi juga ketersedian barang. Sehingga, masyarakat sebagai konsumen tidak kesulitan meski ada kenaikan.

Emud menambahkan, perkembangan harga pada minggu ini, dengan persentase kenaikan dan penurunan harga untuk masing-masing komoditi.

Namun karena ketersedian barang mencukupi, harga terbilang stabil.

Terkait fluktuasi harga, kata Emud, perubahan kenaikan harga paling rendah adalah bawang putih (Pasar Ciamis). Sedangkan kenaikan harga paling tinggi cabe hijau (Pasar Banjarsari).

Untuk, penurunan harga paling rendah komoditi bawang putih (Pasar Sindangkasih).

Sedangkan perubahan penurunan harga paling tinggi adalah ketimun (Pasar Ciamis). dan cabe merah lokal, ketimun (Pasar Sindangkasih).

“komoditi yang mengalami kenaikan diakibatkan karena ketersedian barang di pasar berkurang, sedangkan permintaan konsumen meningkat. Sementara komoditi yang lain baik sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, industri dan bahan bangunan relatif cukup stabil,” pungkasnya. (es/Koran HR)