Minggu, November 28, 2021
BerandaBerita TerbaruFosil Galaksi Tersembunyi, Kemungkinan Merupakan Fosil Heracles

Fosil Galaksi Tersembunyi, Kemungkinan Merupakan Fosil Heracles

Fosil galaksi tersembunyi pada kedalaman Bima Sakti. Dari sebuah penelitian dan studi yang belum lama ini telah terbit, bisa secara drastis mengubah tentang pemahaman dari manusia atas bagaimana Bima Sakti menjadi galaksi yang manusia tempati saat ini.

Studi paling baru tersebut berisi tentang penemuan fosil galaxy yang selama ini tersembunyi dalam Bima Sakti.

Fosil Galaksi Tersembunyi

Alam semesta tampaknya memberikan kita sebuah ilmu baru setiap saat, bahkan hal ini menjadi sangat penting untuk pengetahuan tentang bagaimana tata surya terbentuk.

Para ilmuwan akhirnya selalu memberikan temuan-temuan mereka kepada khalayak umum agar menjadi sebuah pemahaman bersama.

Melansir dari Tech Explorit, jika baru-baru ini terdapat sebuah studi yang telah terbit oleh para ilmuwan mengenai galaksi.

Studi tersebut mengungkapkan hasil temuan mereka tentang fosil galaxy yang ternyata selama ini tersembunyi dalam Bima Sakti.

Pernyataan ini telah mereka ungkapkan dari pengamatan penelitian evolusi Galache pada Apache Point Observatory (APOGEE) oleh SDSS (Sloan Digital Sky Survey).

SDSS ini sendiri merupakan sebuah pencitraan yang multispektral besar serta survei spektroskopi memakai teleskop optik dengan sudut lebar 2,5 meter pada Apache Point Observatory New Mexico, Amerika Serikat.

Proyek tersentuh mereka namakan Alfred P. Sloan Foundation. Sebab Sloan mereka pandang sebagai donatur yang signifikan.

Baca Juga: Fosil Bayi Plateosaurus, Langka dengan Ukuran Menyerupai Induknya

Fosil Galaksi Heracles, Galaksi yang Bertabrakan

Kemudian, menurut para astronom yang telah terlibat dalam eksperimen, fosil galaksi tersembunyi ini kemungkinan saling bertabrakan dengan galaksi Bima Sakti sekitar sepuluh miliar tahun yang silam.

Selanjutnya, para astronom menemukan galaksi fosil ini dengan nama Heracles, setelah pahlawan dari Yunani kuno yang menerima hadiah untuk keabadian pada saat Bima Sakti tercipta. Kemudian, sisa-sisa dari Heracles telah mereka perkiraan memiliki ukuran sekitar sepertiga ukuran Bima Sakti.

Akan tetapi, apabila bintang serta gas Heracles telah membentuk sebagian besar galaksi kita, maka akan muncul pertanyaan mengenai mengapa kita tidak pernah bisa memahami tentang fenomena alam ini pada tata surya kita.

Berkaitan dengan pertanyaan tersebut, lantas para ahli astronomi yang telah terlibat pada penelitian fosil galaksi tersembunyi pun menjawab. Jawaban tersebut yakni Heracles terdapat pada suatu tempat pada kedalaman Bima Sakti.

Baca Juga: Fosil Beruang Gua Zaman Es Terlihat Utuh Meski Tertimbun Ribuan Tahun

Pengamatan oleh Instrumen APOGEE

Ricardo yang berasal dari LJMU (Liverpool John Moores University Inggris) merupakan seorang anggota utama dari tim study. Ia mengatakan hal paling penting mengenai fosil galaksi tersembunyi ini. Dalam menemukan fosil tersebut, mereka harus melihat tentang komposisi kimia serta gerakan puluhan ribu dari bintang secara lebih rinci.

“Dengan bintang yang ada dalam pusat Galaksi Bima Sakti, maka sulit karena mereka bersembunyi pada balik awan dan debu antar bintang. APOGEE mampu menembus awan dan debu untuk melihat lebih mendalam daripada sebelumnya menuju ke pusat Bima Sakti,” ujar Schiavon.

Sementara itu, Danny Horta, mahasiswa PhD pada LJMU juga menulis dalam sebuah karya makalah. Kelompoknya harus melakukan pengamatan sejumlah bintang secara besar-besaran dalam menemukan bintang yang tidak umum ada dalam pusat Bima Sakti.

“Menemukan fosil galaksi tersembunyi ini seperti menemukan jarum pada tumpukan jerami,” ucapnya.

Sementara itu, pemaparan itu menunjukkan jika tim study serta para astronom memakai komposisi senyawa kimia serta dari kecepatan bintang.

Yang mana mereka ukur dengan memakai alat APOGEE. Hal itu berguna dalam memisahkan bintang Heracles pada bidang asli galaksi Bima Sakti.

“Dari sekitar puluhan ribu bintang yang dapat kita lihat, terdapat beberapa ratus yang mempunyai komposisi serta kecepatan kimia yang berbeda. Para bintang ini memungkinkan berasal dari galaksi yang lain. Dengan kita mempelajari secara detail, maka bisa kita tentukan lokasi yang cukup tepat. Kita juga dapat menelusuri mengenai sejarah galaksi yang telah membatu ini,” kata Danny Horta.

Bintang yang ada pada temuan fosil galaksi tersembunyi ini membentuk sepertiga dari jumlah total galaksi Bima sakti. Yang mana artinya terjadi tabrakan kuno yang telah ditemukan menjadi peristiwa yang besar dalam sejarah mengenai Bima Sakti. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -

Berita Terbaru