Fungsi Bronkus dan Bronkiolus yang Penting pada Sistem Pernapasan

Fungsi Bronkus dan Bronkiolus yang Penting pada Sistem Pernapasan
Ilustrasi Fungsi Bronkus dan Bronkiolus. Foto Istimewa.

Fungsi bronkus dan bronkiolus dalam sistem pernapasan manusia sangatlah penting. Pada dasarnya bronkus serta bronkiolus merupakan dua jenis struktur tubular yang ada pada saluran pernapasan.

Bronkus sendiri merupakan cabang batang tenggorokan yang berada pada setelah tenggorokan atau trakea sebelum paru-paru. Organ pernapasan ini akan memastikan udara dapat masuk dengan baik dari trakea ke alveolus.

Sementara bronkiolus merupakan ujung dari percabangan bronkus yang mengandung tulang rawan. Ujung dari bronkiolus ini berupa kantong gelembung atau alveolus sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida.

Sehingga bisa kita katakan keduanya memiliki fungsi yang berbeda, namun tentunya masih saling berhubungan. Untuk itu, anda harus mengerti pentingnya fungsi dari kedua organ pernapasan tersebut dengan menyimak penjelasannya berikut ini.

Baca Juga: 12 Saraf Kranial yang Berperan Penting dalam Berbagai Fungsi Tubuh

Fungsi Bronkus dan Bronkiolus

Pada manusia, bernapas adalah menghirup udara dari hidung, kemudian menuju ke paru-paru dan menyalurkannya ke seluruh tubuh. Salah satu organ pernapasan manusia yaitu bronkus terdiri dari dua buah cabang, yakni kanan dan kiri.

Cabang dari bronkus tersebut akan bercabang lagi menjadi lebih kecil yang bernama bronkiolus. Pada bronkus bagian kanan bercabang menjadi 3 bronkiolus dan kiri menjadi 2 bronkiolus. Bronkiolus yang memiliki cabang lebih kecil akan masuk ke dalam paru-paru.

Tanpa adanya kedua organ pernapasan tersebut, pernapasan manusia akan terganggu. Sebab bronkus dan bronkiolus memiliki peranan yang sangat penting. Seperti beberapa fungsi bronkus dan bronkiolus berikut ini.

Mengatur Masuknya Udara ke Paru-paru

Bronkus dan bronkiolus bertanggung jawab dalam mengatur banyaknya udara yang boleh masuk ke paru-paru. Kemudian memastikan bahwa oksigen masuk ke paru-paru dan karbondioksida dapat keluar melalui mulut atau hidung.

Sementara bronkiolus berfungsi membantu mengontrol jumlah udara dalam mendistribusikannya melalui paru-paru. Dengan kondisi udara serta lingkungan yang berbeda-beda akan mempengaruhi jumlah pasokan udara yang terhirup.

Fungsi bronkus dan bronkiolus ini akan mengatur jumlah udara yang masuk sesuai kebutuhan paru-paru itu sendiri. Sehingga hal ini menjelaskan ketika kita menghirup napas dalam-dalam, udara tidak akan masuk seluruhnya ke paru-paru. Karena lebih dulu terkontrol oleh bronkiolus.

Baca Juga: Fungsi Membran Mukosa, Selaput Lendir Pelindung Tubuh dari Virus

Penghubung Antara Atmosfer dan Avevoli

Udara yang terhirup akan masuk melalui hidung ke paru-paru melewati bronkus. Kemudian lewat bronkus udara akan masuk sampai ke paru-paru mengalami pergantian udara pada alveolus.

Alveoli ini merupakan ujung dari bronkus yang lebih kecil sebagai kantong pertukaran oksigen dan karbondioksida. Baru setelah pertukaran ini karbondioksida akan keluar dari paru-paru kembali melewati bronkus dan bronkiolus keluar melalui hidung atau mulut.

Membantu Mengeluarkan Debu dan Partikel Asing dari Paru-paru

Pada bronkus terdapat silia atau bulu-bulu halus getar yang ada pada sepanjang dinding. Bulu-bulu halus ini berperan untuk menghalangi adanya partikel atau debu yang masuk. Sehingga dengan fungsi bronkus dan bronkiolus ini, partikel berbahaya tidak akan sampai ke dalam paru-paru.

Selain itu, kelenjar bronkus juga berfungsi untuk mengeluarkan lendir dan memainkan peran penting dalam sistem imun manusia. Lendir tersebut dapat menjerat dan membunuh mikroorganisme yang berpotensi membahayakan paru-paru serta saluran pernapasan lain.

Baca Juga: Karakteristik Plasma Darah, Susunan dan Fungsinya Bagi Tubuh Manusia

Menghasilkan Dahak untuk Mencegah Peradangan dan Iritasi

Agar kesehatan saluran pernapasan selalu terjaga, dinding bronkus bisa membuat dahak atau mukosa. Dahak tersebut dapat mencegah debu serta partikel berbahaya lainnya masuk ke dalam saluran pernapasan.

Yang mana mampu menyebabkan peradangan hingga iritasi pada bronkus dan paru-paru. Bila nantinya terjadi iritasi pada dinding bronkus, maka produksi dahak akan lebih banyak. Sehingga fungsi bronkus dan bronkiolus ini dapat mencegah terjadinya iritasi atau peradangan yang lebih parah.

Membantu Paru-paru Bernapas Lebih Cepat Ketika Lelah

Saat tubuh melakukan banyak aktivitas berat dan melelahkan, maka akan membutuhkan lebih banyak asupan oksigen. Ketika dalam kondisi ini, maka tubuh akan melepas hormon endorfin yang merangsang otot polos pada bronkus dalam kondisi rileks.

Hal tersebut akan memungkinkan banyak udara masuk ke dalam paru-paru. Dengan begitu, kebutuhan asupan oksigen dalam paru-paru akan terpenuhi dan selanjutnya tersalurkan hingga ke seluruh bagian tubuh.

Itulah fungsi bronkus dan bronkiolus yang sangat penting bagi kelancaran sistem pernapasan manusia. Bila keduanya mengalami gangguan, maka akan mempengaruhi keseluruhan sistem pernapasan. (r10/HR Online)

Editor: Jujang

Aegis Boost Pro