Hasil Tangkapan Nelayan Pangandaran Minim, TPI Minasari Sepi

Hasil Tangkapan Nelayan Pangandaran Minim, TPI Minasari Sepi
Situasi TPI Minasari Panganaran yang sepi nelayan. Foto: Entang/HR

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com).- Akibat sedikitnya nelayan Pangandaran yang menjual hasil tangkapannya membuat tempat pelelangan ikan (TPI) sepi.

Seperti halnya di TPI Minasari, sejak satu minggu ini kondisinya sepi karena nelayan banyak yang tidak melaut lantaran cuaca yang tidak bersahabat.

Agus, salah satu pegawai TPI Minasari, mengungkapkan, sejak satu minggu terakhir hampir setiap malam pihaknya hanya mendapatkan ikan dari hasil pelelangan sekitar 1 kwintal saja.

“Itupun hanya dari udang, meski ada beberapa jenis yang dilelang ke sini,” katanya, Senin (16/11/2020).

Meskipun sepi, kata Agus, namun untuk harga udang masih normal seperti biasanya, seperti jenis dogol mencapai Rp 60 ribu per kilogramnya, tiger S Rp 200 ribu, jerebung super Rp 181 ribu dan jerebung S Rp 112 ribu tiap kilogram.

“Walalupun sepi, namun di sini selalu terjual habis. Memang volumenya berkurang drastis dari sebelumnya yang bisa mencapai puluhan kwintal hingga ton per malamnya,” ujarnya.

Sementara itu, Rastin, salah satu nelayan asal Cilacap, Jateng, mengaku situasi cuaca yang kurang bersahabat membuat nelayan harus lebih hati-hati saat melaut.

“Kita saling berbagai informasi seputar cuaca antar nelayan,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, gelombang di tengah laut mencapai 2 sampai 3 meter beserta angin yang begitu kencang. Sehingga wajar banyak nelayan yang lebih memilih menunda mencari ikan.

Selain karena cuaca, Rastin menyebut tangkapan sedang sepi, baik udang maupun ikan. Padahal biasanya ketika waktu normal ada sekitar 40 hingga 50 perahu compreng yang melaut.

“Sekarang paling hanya 15 perahu saja. Jadi ini yang menjadi penyebab nelayan sedikit yang menjual ke TPI,” pungkasnya. (Entang/Koran HR)

Aegis Boost Pro