Konjungsi Jupiter dan Saturnus Akan Kembali Terjadi Akhir Tahun Ini

Konjungsi Jupiter dan Saturnus
Ilustrasi Konjungsi Jupiter dan Saturnus. Foto Istimewa

Konjungsi Jupiter dan Saturnus menjadi fenomena yang langka untuk penghujung tahun ini. Bagi anda yang suka menyaksikan keindahan langit sore setelah matahari terbenam, maka akan menyaksikan dua benda yang cukup terang dan saling berdekatan dalam beberapa bulan belakangan ini.

Cahaya terang dari keduanya bahkan sampai seperti cahaya bintang. Meskipun nyatanya kedua benda tersebut merupakan planet.

Konjungsi Jupiter dan Saturnus

Benda langit yang terlihat paling terang pada bagian langit timur waktu 30 menit setelah matahari tenggelam itu adalah planet Jupiter. Sementara itu, planet terang yang berada dekat dengannya adalah planet Saturnus yang juga hadir dengan cahaya terang.

Akan tetapi, masih kalah terang daripada planet Jupiter. Kedua planet ini memang sejak dua bulan belakangan ini menjadi dua planet yang terus berdampingan pada langit awal petang hingga menjelang fajar saat matahari terbit keesokan paginya.

Lalu, yang lebih menarik lagi dari fenomena ini adalah, untuk tahun 2020, kedua planet ini akan berada pada jarak atau posisi yang paling dekat dari satu dengan yang lain. Bahkan sejak 800 tahun terakhir dalam penampakan dari permukaan Bumi.

Baca Juga: Tripel Konjungsi Bulan-Jupiter-Saturnus Mulai Sore Ini, Catat Tanggalnya!

Fenomena Langka

Melansir dari Science Alert, jika fenomena konjungsi Jupiter dan Saturnus ini merupakan salah satu hal langka yang dapat kita saksikan pada langit dari pandangan Bumi. Kedua planet ini akan mengalami pendekatan secara lebih dekat pada 16-25 Desember 2020 mendatang.

Untuk peristiwa nantinya, kedua planet ini akan terpisah dengan jarak yang sangat dekat, sekitar seperlima diameter Bulan Purnama atau berkisar 11,1 miliar kilometer.

Walaupun secara fisik keduanya tidak sungguh berdekatan, akan tetapi dalam pandangan dari Bumi, Jupiter dan Saturnus akan tampak seperti berada dalam satu titik yang sama pada langit malam hari.

“Kesejajaran kedua planet ini menjadi agak jarang terjadi. Terjadi sekitar 20 tahun sekali bahkan lebih. Akan tetapi, konjungsi ini nantinya akan terlihat lebih dekat seperti tampak satu dengan lainnya,” ucap Patrick Hartigan, ahli astronomi Universitas Rice.

Menurut Patrick Hartigan, peristiwa konjungsi Jupiter dan Saturnus ini terjadi pada 4 Maret 1226. Dalam memperoleh pengamatan yang paling baik, pengamat wajib berada pada garis khatulistiwa.

Kemudian, apabila langit cerah akan tampak kesejajaran dari lokasi mana saja di atas permukaan Bumi. Fenomena konjungsi ini akan terlihat atau tersaji pada langit sekitar satu jam sesaat setelah matahari terbenam.

Apabila anda ingin menyaksikannya secara lebih jelas, maka dapat anda lakukan dengan teleskop dan mengarahkan pada langit bagian barat.

“Pada waktu langit malam, yakni 21 Desember 2020, kedua planet ini akan seperti planet ganda yang terpisah dengan jarak sebesar satu per lima diameter Bulan purnama,” imbuh Hartigan.

Planet Jupiter dan Saturnus akan tampak cukup terang pada saat senja. Ia juga menambahkan jika kedua planet tersebut akan kembali terlihat pada bulan Maret 2080.

Akan tetapi, setelah konjungsi Jupiter dan Saturnus itu terjadi, keduanya tidak akan terlihat menjadi sedekat ini sampai tahun 2400 mendatang.

Baca Juga: Fenomena Konjungsi Venus-Regulus Dengan Cahaya Paling Terang

Menuju Super Konjungsi

Dalam astronomi, istilah konjungsi merupakan sebuah fenomena yang terdapat dua atau lebih benda langit yang saling berdekatan dan terlihat dari pandangan Bumi.

Jika benda-benda tersebut dalam titik konjungsi, maka mereka sedang ada dalam arah yang sama untuk pengamatan kita dari Bumi ini.

Jupiter menghabiskan waktu sekitar 12 tahun untuk satu kali prosesnya mengitari Matahari dan Saturnus memerlukan waktu 30 tahun. Dengan demikian, pada orbit masing-masing, jika Jupiter dapat kita katakan selalu dapat mengejar Saturnus.

Setiap 20 tahun, planet-planet ini akan terlihat saling berdekatan. Terakhir kali kita dapat menyaksikan konjungsi Jupiter dan Saturnus pada tahun 2000, lalu 1980, dan seterusnya.

Karena kedua planet ini masing-masing bergerak mengelilingi pusat tata surya, maka posisi mereka akan mengalami perpindahan setiap malamnya. Jadi, ini berarti letaknya tidak menetap pada satu titik saja. 

Kini terjadi konjungsi Jupiter dan Saturnus setelah 20 tahun peristiwa tersebut. Kita akan menyaksikannya kembali betapa memukaunya kedua planet ini saling berdekatan. (R10/HR Online)

Editor: Jujang