KPAID Tasikmalaya Selamatkan Anak Terlantar Asal Subang

KPAID Tasikmalaya Selamatkan Anak Terlantar Asal Subang
Wakil Ketua KPAID Jabar, H Asep Nur saat berbicara dengan R, anak terlantar asal Subang.

Berita Tasikmalaya, (HarapanRakyat.com),- KPAID Tasikmalaya menemukan seorang anak terlantar sedang tidur di depan Sekretariat Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Tasikmalaya. Tepatnya di Jalan Sutisna Senjaya Kota Tasikmalaya, Kamis (19/11/2020).

Anak laki-laki berumur 12 tahun tersebut berinisial R, warga Kabupaten Subang, Jawa Barat. Anak tersebut membawa tas keresek besar berisi beberapa potong baju, makanan dan buku miliknya.

Di dalam buku miliknya tertulis beberapa jadwal kereta, termasuk harga karcisnya. Selama ini, R diketahui berpergian ke setiap kota menggunakan kereta.

Bocah kurus dan pintar main game ini mengaku mengidolakan sosok mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. R menganggap mantan menteri ini sebagai sosok orang yang tegas dan baik.

R mengaku kabur dari rumah karena sering mendapatkan perlakuan kasar dari ibu tirinya. Ia seringkali disiksa ibu tiri pakai sapu. Selama hidup di jalanan, R seringkali mendapatkan makanan dari pemberian orang.

“Saya mengidolakan Ibu Susi Pudjiastuti karena tegas dan baik. Hobi saya main game karena seru,” kata R.

Wakil Ketua KPAID Jabar, H Asep Nur, mengatakan, anak terlantar itu ditemukan sedang terlelap tidur di kursi sofa halaman Sekretariat HMI Kota Tasikmalaya.

“Anak yang mengaku berasal dari Subang ini bercerita bahwa dirinya kabur dari rumah orang tua angkatnya. Alasannya karena suka dipukuli ibu tirinya. Dia memilih kabur dan tidak ingin kembali lagi ke rumahnya,” kata Asep.

Menurut Asep, anak tersebut akan mendapatkan perawatan di KPAID Tasikmalaya. Pihaknya akan menyelamatkan R dari kehidupan jalanan karena sudah tidak ingin lagi pulang ke rumah.

“Selama hidup di jalanan, bocah ini pernah menjadi korban asusila dan dipalak,” katanya.

Asep menambahkan, KPAID Tasikmalaya akan memberikan perhatian dari sisi psikologis, karena anak tersebut pernah mendapatkan kekerasan di jalanan maupun di rumah sendiri. (Apip/R4/HR-Online)

Editor : Deni Supendi