Lintasi Jalan Rusak, Begini Perjuangan Guru di Cigugur Pangandaran

Lintasi Jalan Rusak Parah, Begini Perjuangan Guru di Cigugur Pangandaran
Guru dan pengendara lainnya yang akan ke atau dari Pager Bumi dan Harum Mandala mesti berjuang ekstra. Menginggat kondisi jalan yang mereka lintasi rusak parah. Foto : Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Berbagai cara ditempuh oleh para guru-guru di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, untuk datang dan mengajar ke sekolah.

Meskipun dengan kondisi jalan yang sulit, namun mereka tetap menjalankan kewajiban dan tugasnya untuk datang ke tempatnya mengajar.

“Saat ini para guru yang mengajar di Pager Bumi dan Harum Mandala mesti berjuang ekstra. Menginggat kondisi jalan yang mereka lintasi rusak parah,” kata Korwil Pendidikan Kecamatan Cigugur, Didi, kepada HR Online, Rabu (11/11/2020).

Karena jalan utama yang menuju ke Harum Mandala dan Pager Bumi sedang dalam pembangunan, maka guru ataupun warga harus memutar sejauh empat kilo.

“Mereka melewati jalur alternatif. Dan jalan alternatif tersebut satu-satunya akses yang bisa warga atau guru lewati. Mengingat tidak ada jalan lainnya,” ucapnya.

Didi mengungkapkan, bahwa kondisi jalan alternatif yang dilewati dan rusak parah itu, berada di Desa Kertajaya.

Menurutnya, saat ini kondisi jalan itu rusak parah akibat guyuran hujan. Terlebih lagi, kondisi jalan baru memasuki penguatan dan saat ini kondisi cuaca sering hujan.

“Akhirnya penguatan jalan pun rusak saat kendaraan melintas. Bahkan tak jarang, warga yang melintas dengan menggunakan roda dua pun terkadang jatuh, serta sulit untuk lewat,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Cigugur, Erik, mengatakan, bahwa saat ini memang jalan utama yang menuju ke dua lokasi tersebut sedang dalam pembangunan.  

Untuk itu, katanya, warga masyarakat pun mesti memutar melewati jalan alternatif yang berada di Kertajaya.

Menurutnya, kondisi jalan alternatif yang licin oleh lumpur bukan berasal dari longsoran tebing yang ada di samping jalan. Akan tetapi, rusaknya jalan akibat guyuran hujan deras.

“Terlebih lagi saat ini jalan alternatif tersebut baru tahap pengerasan saja,” katanya. (Entang/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto