Misteri Nebula Cincin Biru Akhirnya Terpecahkan oleh Ilmuwan Astronomi

Misteri Nebula Cincin Biru
Ilustrasi Misteri Nebula Cincin Biru. Foto Istimewa

Misteri nebula cincin biru akhirnya terpecahkan oleh para ilmuwan. Ilmuwan astronomi ini telah banyak memakan waktu bertahun-tahun dalam memahami objek misterius dengan lingkaran biru sekelilingnya itu.

Penelitian mereka lakukan dengan analisis gambar menggunakan teleskop luar angkasa dan juga teleskop darat. Hingga saat ini, para ilmuwan tersebut akhirnya tahu bagaimana cahaya berwarna biru tersebut dapat terbentuk.

Misteri Nebula Cincin Biru

Melansir Space, para astronom telah mengamati nebula, benda langit dengan cahaya biru yang mengitari, sejak bertahun-tahun lamanya. Kini mereka berhasil mengetahui bagaimana terbentuknya cahaya itu.

Mereka dapat menganalisanya berkat pengamatan dari teleskop yang ada dalam ruang angkasa atau juga yang berada di permukaan Bumi. Mereka memiliki pendapat jika cincin tersebut bukanlah cincin yang mengitari.

Akan tetapi, seperti bentuk kerucut. Awan dari puing-puing yang telah berpendar kemungkinan terbentuk setelah bintang bercahaya menyerupai matahari itu menelan bintang yang ukurannya lebih kecil.

Sebab, salah satu bagian kerucutnya menghadap langsung pada Bumi, sehingga jika kita mengamati dari Bumi akan terlihat seperti cincin.

Selanjutnya, misteri nebula cincin biru itu terlihat tidak sepenuhnya berwarna biru. Justru warna itu mewakili cahaya yang tidak tampak mengitari objek.

Baca Juga: Penemuan Nebula Kupu-Kupu Oleh Astronom dengan Teleskop Hubble

Fase Langka Evolusi Bintang

Hal ini merupakan pertama kali dari para ilmuwan astronomi melihat fase langka evolusi bintang. Fase tersebut hanya dalam beberapa ribu tahun saat peristiwa tersebut terjadi.

Kemudian, untuk informasi, jika periode ribuan tahun merupakan waktu yang singkat untuk skala bintang. Kedua bintang pun mulai hidup dan mengambang dalam ruang angkasa.

Ketika bintang yang mirip dengan matahari tersebut mengambang serta mendekati bintang lainnya, bintang dengan ukuran yang lebih kecil pun mulai menyerap material dari bintang lain yang lebih besar.

Hingga akhirnya, pada saat bintang yang lebih kecil ia lahap, tabrakan yang terjadi meluncurkan awan puing dengan belahan piringan gas dari bintang yang memiliki ukuran paling kecil tersebut.

Dengan peristiwa misteri nebula cincin biru tersebut, menghasilkan dua awan puing dengan bentuk kerucut. Molekul atau senyawa hidrogen yang ada dalam puing-puing lalu dieksitasi gelombang kejut.

“Dari penggabungan dua bintang yang cukup umum, akan tetapi mereka akan lebih cepat tertutupi banyak debu ketika ejeksi dari bintang yang mengembang serta mendingin dalam ruang angkasa. Hal ini berarti kita tidak bisa menyaksikan apa yang sebenarnya tengah terjadi,” ucap penulis utama Studi Keri Hoarder.

“Akan tetapi, kami juga telah menangkap prosesnya sebelum terlambat. Karena jika terlalu lama, nebula atau gumpalan awan tersebut akan masuk dan larut ke medium antar bintang. Kemudian, akhirnya kami tidak akan mengetahui lagi apa yang sebenarnya terjadi sama sekali,” jelasnya kemudian.

Baca Juga: Awan Nebula Carina yang Menakjubkan dari Awan Kosmik Warna-Warni

Pendapat Ilmuwan Tentang Temuan Bukti

Dari misteri nebula cincin biru tersebut yang membingungkan para ahli astronomi selama bertahun-tahun ini, sebelum akhirnya mereka dapat menemukannya.

Saat mencoba memahami atas apa yang terjadi dari pemandangan tersebut, maka para ilmuwan astronomi ini mengeluarkan berbagai ide mereka.

Dengan memakai teleskop Hale Caltech melalui Observatorium Palomar, San Diego dan pada Observatorium W.M. Keck Hawaii.

Mereka melakukan percobaan untuk menemukan bukti adanya gelombang kejut yang ada di sekeliling bintang. Hal tersebut menunjukkan awan yang berupa gas telah mereka kirim menuju luar angkasa.

Dewasa ini, sebuah hipotesis muncul akibat temuan misteri nebula cincin biru. Jika bintang tersebut bisa menghancurkan planet paling dekat dengannya yang tak terlihat.

Akan tetapi, data tahun 2017 dari Habitable Zone Planet Finder telah menunjukkan tidak ada benda atau objek sejenis itu yang mengorbit pada bintang tersebut.

Waktu itulah yang mana memungkinkan para peneliti benar-benar menyaksikan apa yang telah terjadi. Kemudian, para peneliti ini juga memakai data yang ada pada Teleskop Luar Angkasa Spitzer NASA dan WISE (Wide-field Survey Explorer).

Mereka memakai kelebihan infrared pada sekeliling bintang nebula cincin biru. Lantas menunjukkan jika bintang tersebut menyerap cahaya dan reradiates dalam infrared.

Kemudian, para ilmuwan ini pun percaya jika cincin tersebut memotong awan puing-puing yang mengelilingi menjadi dua. Hal tersebut akan menciptakan dua awan misteri nebula cincin biru dengan bentuk kerucut yang akhirnya meluas menuju arah yang berlawanan. (R10/HR Online)

Editor: Jujang