Optimalisasi Pelayanan, RSUD Banjar Buka Layanan Penyakit Jantung Priangan Timur

Layanan Penyakit Jantung
dr. Asep Sopandiana saat menunjukan ruang Cath Lab di RSUD Banjar. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Banjar, Jawa Barat, resmi membuka layanan laboratorium kateterisasi jantung dan pembuluh darah (Cath Lab).

Pembukaan layanan cath lab tersebut sebagai upaya optimalisasi serta upaya memudahkan pelayanan kepada warga masyarakat khususnya pasien penyakit jantung yang ada di Banjar.

Dalam acara peresmian tersebut, Wali Kota Banjar, Hj Ade Uu Sukaesih menyampaikan apresiasi atas pembukaan layanan penyakit jantung.

Menurutnya, dengan adanya layanan ini warga masyarakat sudah tidak perlu jauh-jauh ke luar daerah mencari pengobatan penyakit jantung yang biayanya tergolong mahal itu.

Wali Kota berharap, selain mempermudah akses masyarakat, keberadaan Cath lab di RSUD Banjar ke depan bisa menjadi rujukan bagi pasien penyakit jantung yang ada di wilayah Priangan Timur, seperti Kabupaten Ciamis, Pangandaran, dan Cilacap.

“Dengan Cath lab ini pasien penyakit jantung mendapatkan penangan medis lebih cepat. Semoga bisa memudahkan pelayanan warga masyarakat,” ujar Ade Uu Sukaesih, Senin (23/11/20).

Direktur RSUD Banjar drg. Ekalina Liandri menambahkan, sebetulnya Cath laboratorium jantung ini sudah berjalan selama 1 tahun dari tahun 2019, namun baru saat ini peresmiannya.

Pembukaan layanan ini, lanjutnya, untuk membantu masyarakat mengingat kasus jantung saat ini masih menjadi penyakit yang mematikan dan penangananya sulit serta membutuhkan biaya mahal.

“Pasien penyakit jantung itu dalam sekali penanangan bisa menghabiskan biaya sekitar 20-30 juta dalam sekali penanganan. Makannya kami membuka layanan ini,” ujar Ekalina Liandri.

Lebih lanjut ia mengatakan, pembukaan layanan Cath lab ini juga hasil kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).

Sehingga, untuk pembiayaan atau pembayaran pasien penyakit jantung tersebut nantinya akan dibebankan kepada pihak BPJS. Baik, penanganan pasien rawat inap maupun rawat jalan.

“Jadi, untuk biaya penangan pasien itu tercover dalam program BPJS. Pasien tidak tidak dipungut biaya,” terang Ekalina Liandri.

Baca juga: UMK Kota Banjar Tidak Naik, Begini Penjelasan Dinas Tenaga Kerja

RSUD Banjar Tangani 215 Pasien

Sementara itu, berdasarkan keterangan dokter spesialis Kardiologi dan Pembuluh Darah di RSUD Banjar, dr. Asep Sopandiana Sp. JP, sejak dibuka satu tahun lalu sampai saat ini RSUD Banjar sudah menangani sebanyak 215 pasien penyakit jantung.

Pasien sebanyak itu lanjutnya, Bukan hanya dari wilayah Banjar saja tapi juga pasien yang ada di wilayah Priangan Timur.

“Dari data pasien cat lab November 2019 sampai 2020 ini total suadah ada 215 pasien yang kami tangani,” kata dr. Asep.

Dari temuan kasus penanganan di lapangan, kata Asep, dilihat dari rentang usia, rata-rata mereka yang memiliki penyakit jantung usianya bervariatif. 

Ada yang masih muda berusia 32 tahun bahkan ada juga mereka yang sudah berusia senja 72 tahun.

“Kalau penyakit jantung yang paling berpotensi biasanya mereka yang berusia 40 tahun ke atas,” ujar Asep. (Muhlisin/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid

Aegis Boost Pro