Pembelajaran Tatap Muka, Disdik Kota Banjar; Tunggu Wilayah Zona Hijau

Tenaga pendidik dan siswa merindukan pembelajaran tatap muka langsung di sekolah. Foto: Hendra Irawan/HR.
Tenaga pendidik dan siswa merindukan pembelajaran tatap muka langsung di sekolah. Foto: Hendra Irawan/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara langsung di sekolah menjadi harapan bagi para guru dan peserta didik di Kota Banjar, Jawa Barat, tanpa dibayang-bayangi kekhawatiran wabah Covid-19.

Namun, harapan tersebut harus mereka simpan dulu, karena saat ini sebagian besar wilayah Kota Banjar masuk dalam kategori zona merah.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, Ahmad Yani, mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Terkait dengan harapan para tenaga pendidik dan siswanya yang rindu melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung.

Ia mengatakan, pihaknya menunggu semua wilayah berada pada zona hijau agar PTM bisa kembali buka. Kalaupun PTM masih harus off, maka Disdikbud akan terus berkonsentrasi supaya peserta bisa belajar secara aman dan tepat.

“Kami masih menunggu instruksi dari pemerintah dan Satgas Covid Kota Banjar. Sebab, penutupan pembelajaran tatap muka ini atas dasar dari amanat SKB 4 Menteri. Yang mana selama masa pandemi ini PTM secara langsung bisa buka kembali ketika wilayahnya berada dalam zona aman,” terangnya, kepada HR Online, Sabtu (28/11/2020).

Baca Juga : Angka Kasus Covid-19 di Kota Banjar Terus Naik, Nambah Lagi 7 Orang

Meski Zona Aman, Prokes Harus Ketat

Meski wilayah tersebut sudah masuk kategori zona aman, lanjut Ahmad Yani, namun dalam melaksanakan PTM langsung harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Serta mengikuti pesan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

Selain itu, untuk menciptakan warga sekolah bersih dan sehat, pihaknya juga mengharuskan setiap guru maupun staf untuk tetap ke sekolah, meskipun para siswanya tidak ada.

“Gurunya harus tetap masuk sekolah dengan mentaati aturan protokol kesehatan, yaitu selalu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ujarnya.

Menurut Ahmad Yani, hal tersebut sebagai langkah untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga, ketika waktunya pembelajaran tatap muka berlangsung, kebersihan diri dan sekolah bisa tetap terjaga dari virus Corona.

“Jika wabah Covid-19 belum selesai, dan PTM masih harus off. Maka kami akan berkonsentrasi bagaimana pelaksanaan during dan luring yang tepat,” jelas Ahmad Yani.

Di tempat terpisah, Kepala SDN 4 Pataruman, Ai Saja’ah, mengatakan, sejak adanya wabah Covid-19, semua kegiatan belajar mengajar di sekolah terhenti.

“Kami sekarang hanya guru dan staf saja yang sekolah. Dan kami pun dengan memakai aturan protokol kesehatan yang ketat, serta mengikuti pesan 3M. Tentunya kami berharap pandemi ini bisa cepat berlalu,” ungkapnya. (HND/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah

Aegis Boost Pro