Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaBerita BisnisPencatatan Akuntansi Biaya dan Bentuknya Untuk Pelaporan Usaha

Pencatatan Akuntansi Biaya dan Bentuknya Untuk Pelaporan Usaha

Pencatatan akuntansi biaya merupakan bagian penting dalam pembuatan laporan keuangan usaha. Namun bentuk laporan akuntansi biaya ini bisa berbeda bentuknya berdasarkan faktor yang mempengaruhinya.

Pembuatan laporan akuntansi biaya merupakan bagian dari sistem akuntansi yang memiliki kaitan dengan pengawasan dan pengelolaan semua biaya perusahaan. Baik biaya yang belum terjadi maupun yang telah terjadi.

Proses pencatatan dan pelaporannya sangat penting bagi perusahaan. Selain berguna untuk memperhitungkan biaya maupun keuntungan usaha, pencatatan semacam ini juga penting untuk melakukan pengawasan.

Baca juga: Akuntansi Dasar untuk UMKM Perlu Dikuasai Agar Lebih Kredibel

Dalam sebuah usaha yang berkembang, pengawasan merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan suksesnya sebuah bisnis. Pengawasan juga tak selalu berkaitan dengan potensi penggelapan, namun yang lebih penting adalah soal pelayanan konsumen.

Dengan pengawasan yang ketat perusahaan akan senantiasa bisa mengontrol antara permintaan pasar dengan suplai produksi yang dihasilkan perusahaan. Karena itulah laporan dari pencatatan akuntansi biaya bisa menjaga kualitas layanan perusahaan.

Pentingnya Pencatatan Akuntansi Biaya

Sistem akuntansi biaya pada perusahaan manufaktur merupakan suatu sistem yang mengumpulkan, mengklasifikasi serta membukukan data-data hasil biaya. Biaya ini bisa dari produksi dan non produksi perusahaan yang kemudian tertuang dalam bentuk laporan keuangan.

Akuntansi biaya berbeda dengan akuntansi keuangan. Namun keduanya memiliki tujuan akhir yang sama yakni laporan keuangan yang berasal dari proses pencatatan dan penyusunan yang sistematis.

Perbedaannya terutama pada pencatatan akuntansi biaya sehingga menghasilkan dan menyajikan laporan. Dalam pencatatan ini terkandung laporan biaya-biaya dari proses produksi perusahaan.

Entitas usaha yang membutuhkan sistem akuntansi biaya merupakan perusahaan yang bergerak dalam usaha manufaktur. Mereka melakukan aktivitas usaha produksi yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi.

Akuntansi biaya memiliki kaitan yang sangat erat dengan fungsi produksi. Padahal sebagian kegiatan perusahaan manufaktur berada pada fungsi produksi tersebut.

Bentuk Pencatatan Akuntansi Biaya

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi atau menentukan pencatatan akuntansi. Berikut ini beberapa hal terkait dengan bentuk laporan pencatatan dalam pembuatan laporannya.

Penggunaan Metode

Ada dua metode yang umum digunakan dalam akuntansi biaya yaitu full coasting dan variable coasting. Full coasting merupakan metode dalam menentukan harga pokok suatu produk dengan membebankan seluruh biaya produksi ke dalamnya.

Baca juga: Manfaat Pembukuan Akuntansi Persediaan untuk Inventori Perusahaan

Sehingga dalam penetapan harga jual suatu produk terdapat unsur biaya tetap maupun biaya variabel. Metode ini berkembang dari anggapan bahwa semua biaya produksi harus diperhitungkan. Pendapatan perusahaan kita peroleh dari harga penjualan produk.

Sedangkan metode variabel coasting merupakan cara penentuan harga pokok suatu produk berdasarkan perhitungan biaya-biaya variabel produksi saja. Metode pencatatan akuntansi biaya ini bisa untuk menentukan nilai harga terendah sampai harga tertinggi suatu produk. 

Biasanya penggunaan metode ini untuk menentukan dan menetapkan harga suatu produk dalam jangka pendek. Kelebihannya, metode variabel coasting memuat informasi biaya yang detail dan lebih jelas ketimbang metode full coasting.

Dari Penggunaan Sistem Akuntansi Biaya

Dalam melakukan penyusunan suatu laporan ada dua sistem akuntansi biaya yang digunakan. Yang pertama adalah sistem biaya standar atau standar coasting. Sistem ini menggunakan perhitungan biaya berdasarkan pada keseluruhan penyerapan biaya kepada produk yang dihasilkan.

Baca juga: Perbedaan Akuntansi Biaya dan Keuangan yang Wajib Diketahui Pebisnis

Sedangkan sistem yang kedua adalah activity based coasting atau sistem biaya historis atau kegiatan. Sistem ini menerapkan perhitungan biayanya berdasarkan pada masing-masing aktivitas atau sumber daya yang terserap oleh suatu produk.

Proses Produksi

Bentuk pencatatan akuntansi biaya juga bisa berdasarkan aktivitas produksi. Proses produksi yang berjalan dalam suatu perusahaan umumnya berdasarkan pada pesanan konsumen atau dengan melihat dari persediaan gudang.

Setiap perusahaan tentunya memiliki target segmentasi tertentu yang menentukan cara memproduksi barang. Pembukuan akuntansi tentunya akan mengikuti bentuk atau cara produksi yang menjadi kebijakan perusahaan.

Fungsi dari akuntansi ini meliputi tanggung jawab terhadap pencatatan mutasi tiap-tiap jenis persediaan bahan. Pencatatan juga berdasarkan biaya produksi langsung, tidak langsung, maupun non produksi.

Itulah gambaran tentang proses pencatatan akuntansi biaya yang memegang peranan penting dalam pembuatan laporan. Mekanisme atau metode pelaporan yang ada akan memberikan yang jelas tentang keuntungan usaha. (R11/HR-Online)

- Advertisment -