Penyakit Kulit pada Anak, Gejala, Cara Mencegah dan Mengobatinya

Penyakit Kulit pada Anak, Gejala, Cara Mencegah dan Mengobatinya
Ilustrasi Penyakit Kulit pada Anak. Foto: Ist/net

Penyakit kulit pada anak maupun bayi termasuk sering terjadi. Ada banyak jenis penyakit kulit ini, seperti biang keringat, ruam popok, impetigo, cacar air, hemangioma, hingga jerawat. Kenali gejala penyakit kulit agar mudah dalam cara mencegah dan mengobatinya.

Bayi maupun anak-anak khususnya yang masih balita memang rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Selain sistem imunitasnya yang masih lemah, orang tua juga harus tanggap dalam melindungi kesehatan buah hatinya.

Anak-anak balita umumnya memang memiliki kulit yang masih sensitif terhadap pengaruh lingkungan. Selain belum tumbuh bulu, jumlah kelenjar pada kulit anak-anak juga belum banyak.

Dengan kulit yang lebih tipis, anak-anak dan bayi sangat rentan terhadap perubahan cuaca, serangan kuman dan bakteri, maupun terjadinya trauma. Karena itu sangat penting ibu dan orang tua menjaga bayinya.

Penyakit Kulit pada Anak dan Cara Mengatasinya

Kulit bayi dan anak yang masih tipis dan rentan gangguan juga tidak mudah untuk mengobatinya. Tidak setiap gangguan atau penyakit gatal pada kulit yang menyerang anak-anak bisa kita obati seperti halnya pada orang dewasa.

Baca juga: Penyakit Kulit Karena Jamur yang Sering Bikin Stres dan Minder

Para orang tua sering bingung dan panik saat buah hatinya mengalami serangan pada kulitnya. Nah, berikut ini berbagai jenis penyakit kulit pada anak beserta gejalanya yang wajib orang tua kenali dan tahu.

Biang Keringat

Gangguan kulit yang satu ini termasuk yang paling sering terjadi pada bayi. Biang keringat terjadi karena keringat tidak bisa keluar sehingga terperangkap dalam kelenjar keringat bayi dan menyumbat pori-pori kulit.

Gangguan ini umumnya terjadi karena anak mengenakan pakaian yang bahannya jelek atau yang terlalu tebal. Sehingga saat anak berkeringat tidak bisa terserap oleh pakaiannya.

Gejala biang keringat yang paling mudah teramati adalah munculnya bintik-bintik dan ruam-ruam merah pada tubuh dan leher anak. Selain agak panas, biang keringat juga bisanya terasa gatal yang membuat bayi sering rewel.

Penyakit kulit pada anak ini umumnya akan hilang sendiri. Cara mengatasi biang keringat tak membutuhkan obat khusus. Gunakan saja bedak bayi untuk meredakan gatal dan membuat kulit bayi terasa lebih dingin.

Untuk mencegah agar gangguan serupa tak terulang sebaiknya pilih pakaian bayi yang bahannya halus dan menyerap keringat. Kondisikan ruangan kamar atau rumah lebih sejuk untuk bayi dan anak-anak.

Ruam Popok

Serupa dengan biang keringat, ruam popok juga terjadi karena penggunaan popok yang terlalu lama. Ruam popok (diaper dermatitis) merupakan peradangan yang terjadi pada tubuh yang tertutup popok, seperti bokong dan bagian lipatan paha.

Gangguan ini terjadi karena popok yang sudah terkena air kencing atau tinja tidak segera diganti. Kulit anak yang mudah berkeringat dan popok yang terlalu lama tidak diganti juga bisa menyebabkan penyakit kulit pada anak ini.

Untuk mencegah terulangnya gangguan ini hanya perlu dengan sering mengganti popok bayi. Pilih jenis popok yang baik untuk kulit bayi Anda. Untuk cara mengatasi ruam popok bisa dengan pelembap, baby oil, atau minyak zaitun.

Eksem

Penyakit gatal pada kulit yang juga sering terjadi pada anak-anak adalah eksim atau eksem. Menurut Wikipedia, eksem merupakan gangguan kulit berupa timbulnya gelembung kecil (vesikel) pada kulit yang berisi cairan karena peradangan.

Eksem populer juga dengan sebutan eksema atau dermatitis. Gangguan ini umumnya berupa perubahan pola kulit pada permukaannya. Selain terjadi pada orang dewasa, gangguan ini juga sering terjadi pada bayi dan anak-anak.

Penyebab penyakit kulit pada anak ini umumnya karena mengonsumsi makanan tertentu, penggunaan jenis sabun mandi yang tak cocok, maupun karena alergi atau iritasi akibat pakaian yang ketat.

Sedangkan gejala eksim biasanya berupa kulit yang terlihat kering dan bersisik, bercak kemerahan, atau adanya benjolan atau gelembung kecil yang berair. Jika tergaruk atau tertekan bisa pecah dan menjadi luka dan terasa gatal.

Jika anak Anda mengalami penyakit ini sebaiknya segera Anda periksakan ke dokter. Sedangkan untuk mencegahnya rajin menjaga kebersihan kulit, sering merawat dan melembapkan kulit anak, dan hindari jenis sabun yang tidak cocok.

Cacar Air

Jenis penyakit kulit pada anak yang juga sering terjadi adalah cacar air. Penyebab utama penyakit ini adalah virus varicella-zoster. Gangguan ini banyak menyerang anak-anak balita atau yang berumur kuang dari 5 tahun.

Gejala cacar air antara lain timbulnya ruam pada kulit berupa lepuhan berwarna kemerahan yang terasa gatal. Lepuhan atau gelembung kecil yang berair ini biasanya akan pecah dan menjadi kering dalam beberapa hari.

Gejala lainnya antara lain timbulnya demam, sakit kepala, badan terasa sakit dan kelelahan, mudah emosi, dan nafsu makan yang menurun. Penyakit ini mudah menular. Vaksinasi cacar sejak bayi merupakan usaha mencegah penyakit ini.

Campak

Gangguan berupa penyakit kulit pada anak yang juga sering terjadi adalah campak. Berbeda dengan jenis penyakit anak lainnya, campak atau rubeola termasuk jenis penyakit yang serius yang perlu pencegahan sejak dini.

Penyebab penyakit campak adalah virus rubeola yang menyebabkan timbulnya ruam kemerahan pada kulit anak. Penyakit ini cepat menyebar dan bisa mengakibatkan terjadinya komplikasi. Vaksinasi campak yang ada penting untuk mencegah penyakit ini.

Gejala penyakit campak antara lain sakit tenggorokan, batuk kering, sering keluar ingus, dan demam. Anak yang menderita campak juga mudah kita kenali dari bintik putih kebiruan yang biasanya muncul pada pipi atau mulut.

Jerawat

Gangguan kulit yang umum terjadi pada remaja ini ternyata juga bisa menyerang anak-anak dan bayi. Namun jenis penyakit kulit pada anak ini bukanlah hal yang serius dan biasanya akan hilang sendiri.

Jerawat pada bayi biasanya muncul pada pipi, dahi, dan hidung. Untuk mengatasinya cukup dengan mencuci wajah bayi menggunakan air bersih. Anda juga bisa mengoleskan pelembap untuk jerawat bayi namun hindari menggunakan obat jerawat remaja.

Impetigo

Nama penyakit yang satu ini mungkin terasa asing bagi sebagian orang. Padahal impetigo juga termasuk gangguan kulit yang terjadi pada bayi dan anak-anak. Penyebab impetigo adalah bakteri Staphylococcus yang menyebabkan infeksi kulit.

Jenis penyakit kulit pada anak ini terlihat dari cirinya berupa ruam pada wajah yang berwarna kemerahan. Gangguan ini umumnya menyerang sekitar hidung dan mulut, namun kadang juga terjadi pada lipatan kaki dan tangan.

Baca juga: Manfaat Mahkota Dewa, Beracun Tapi Ampuh Atasi Diabetes, Tumor dan Penyakit Kulit

Ruam yang meletus bisa berkembang menjadi luka dan koreng yang sakit dan gatal. Cairan dalam luka mudah menular sehingga tidak boleh menggunakan handuk atau pakaian bekas anak yang mengalami gangguan kulit ini.

Cara mengatasi penyakit impetigo bisa dengan mengoleskan krim zinc oxide yang banyak dijual bebas. Anda juga perlu segera memeriksakan ke dokter yang biasanya akan memberikan obat atau krim antibiotik untuk menyembuhkannya.

Milia

Nama penyakit kulit pada anak yang satu ini terdengar menarik. Bahkan tak sedikit orang yang memiliki nama ini. Hal ini karena gangguan ini termasuk sangat sering terjadi terutama setelah kelahiran bayi.

Ciri penyakit ini adalah munculnya bintik-bintik putih berbentuk kecil pada sekitar wajah bayi. Kondisi ini berhubungan dengan sel kulit mati yang terdapat dalam permukaan kulit bayi. Namun kondisi ini bisa pulih secara alami tanpa perlu penanganan khusus.

Hemangioma

Gangguan kulit pada anak yang juga umum terjadi adalah hemangioma. Jenis penyakit ini biasanya juga terjadi setelah proses kelahiran. Ini seperti tanda lahir namun berwarna merah terang.

Penyakit kulit pada anak bayi ini bentuknya seperti benjolan oval atau lingkaran karena pembuluh darah yang berlebihan pada lapisan kulit. Namun gangguan ini tidak berbahaya dan biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Cradle Cap

Gangguan kulit ini menyerang bagian kepala anak. Penyakit ini timbul karena kulit kepala yang terlalu berminyak. Tandanya berupa timbulnya kerak pada kulit kepala, ada sisik tebal, dan serpihan kulit kepala yang jatuh saat menyisir.

Cradle cap merupakan jenis dermatitis seboroik yang biasanya tidak terasa gatal meskipun kulit kepala terlihat berwarna kemerahan. Kebanyakan kasus ini terjadi pada bayi yang berumur kurang dari setahun.

Untuk cara mengatasi penyakit kulit pada anak ini antara lain dengan menggosok kepala bayi menggunakan sikat yang lembut dan secara perlahan. Anda juga bisa mengoleskan minyak zaitun, baby oil, atau petroleum jelly untuk melunakkan keraknya. (R11/HR-Online)

Editor: Ahmad Muhafid

Aegis Boost Pro