Penyebab Darah Kental, Bahaya dan Cara Mengatasinya

Penyebab Darah Kental, Bahaya dan Cara Mengatasinya
Kenali penyebab darah kental. Foto: Ist/Net

Penyebab darah kental umumnya berhubungan dengan adanya luka. Namun kondisi darah kental juga bisa terjadi tanpa adanya luka yang bisa berbahaya pada tubuh. Karena itu cara mencegah maupun mengatasi gangguan darah kental ini sangat penting.

Pengentalan darah atau darah kental sebenarnya merupakan proses alami tubuh saat mengalami luka. Perubahan ini terjadi agar darah tidak banyak keluar. Dengan mengentalnya darah akan menghentikan pendarahan luka.

Darah kental dalam istilah medis populer dengan sebutan polisitemia. Mengutip dari Wikipedia, polisitemia adalah mengentalnya darah yang terjadi bukan secara alami karena luka, melainkan akibat adanya gangguan medis.

Polisitemia atau eritrositosis terjadi karena komponen dalam darah mengalami gangguan. Ini karena jumlah sel darah merah yang bertambah drastis dan konsentrasi hemoglobin perifer juga ikut meningkat. Kondisi inilah yang menjadi penyebab darah kental.

Pengentalan darah atau eritrositosis bisa sangat berbahaya karena bisa memicu tersumbatnya saluran darah. Jika darah yang mengental kemudian membeku akan memicu terjadinya trombofilia atau penyakit karena pembekuan darah.

Penyebab Darah Kental

Tingkat kekentalan darah setiap orang tidak sama. Namun kekentalan ini juga bisa meningkat karena kebiasaan maupun gaya hidup yang kita jalani. Begitu juga adanya suatu penyakit tertentu juga bisa membuat darah makin kental.

Sangat penting mengenal apa saja faktor yang bisa mempengaruhi kekentalan dan kualitas darah kita. Nah, berikut ini berbagai faktor penyebab darah kental yang wajib Anda waspadai. Informasi ini juga penting untuk mencegah risikonya.

Kurang Minum Air Putih

Tubuh sebagian terdiri dari cairan. Minum air putih yang cukup akan memenuhi kebutuhan tubuh dalam mengoptimalkan kerja organ tubuhnya. Dehidrasi tak hanya akan menyebabkan kerja tubuh tidak optimal, namun juga akan menurunkan imunitas tubuh.

Kekurangan konsumsi air putih juga bisa meningkatkan kekentalan darah. Ukuran normal jumlah sel darah merah adalah 4,35-5,65 juta/ɥl untuk pria dan untuk wanita adalah 3,92-5,13 juta/ɥl. Melebihi angka itu akan membuat darah mengental.

Karena itu sangat penting mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup setiap harinya. Selain untuk mencegah terjadinya peningkatan kekentalan darah, minum air putih juga akan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Kurang Olahraga

Jarang berolahraga akan membuat tubuh kurang gerak. Kebiasaan ini juga bisa menjadi penyebab darah kental. Terlebih jika Anda bekerja dengan banyak duduk atau dengan posisi sema dalam waktu lama bisa mengganggu aliran darah.

Olahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Anda tak perlu ikut fitnes atau klub senam hanya untuk menjaga kebugaran tubuh. Dengan olahraga ringan setiap hari seperti joging atau jalan kaki saja sudah cukup.

Stres

Semakin tingginya tuntutan dan kebutuhan hidup membuat banyak orang bekerja terlalu keras. Begitu juga yang sedang kuliah atau sekolah makin banyak dengan tugas dan pekerjaan rumah.

Kondisi ini bisa memicu psikis sehingga mudah mengalami stres. Stres sebenarnya terjadi pada semua orang. Namun jika kita tidak mampu mengelolanya dengan baik bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan memicu peningkatan kekentalan darah.

Pola Makan Tak Teratur

Faktor penyebab darah kental lainnya juga bisa karena kebisaan makan yang tidak teratur. Bahkan penelitian menemukan bahwa pola makan yang salah ini merupakan penyebab terbesar kasus polisitemia.

Hal ini akan menyebabkan asupan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan tubuh juga tidak teratur. Parahnya lagi jika kebiasaan ini juga Anda ikuti dengan hobi mengonsumsi makanan tak sehat yang makin meningkatkan risiko meningkatnya kekentalan darah.

Radikal Bebas

Selain kebiasaan yang tak sehat, lingkungan yang buruk juga bisa meningkatkan kadar kekentalan darah. Seperti radikal bebas maupun polusi udara yang kotor. Baik asap dari kendaraan maupun asap pabrik.

Pandemi Covid-19 telah mengajarkan pengalaman berharga untuk menjaga diri dari udara polutif dengan sering mengenakan masker saat berada di luar rumah. Karena itu selalu pakai masker untuk mencegah menghirup udara yang kotor.

Merokok

Kebiasaan buruk yang juga bisa menjadi penyebab darah kental adalah merokok. Rokok mengandung zat nikotin, tar, dan bahan lainnya yang tak hanya merusak paru-paru, namun juga membuat aliran darah menjadi tidak lancar.

Risiko ini tak hanya pada perokok aktif namun juga bisa mengena pada perokok pasif. Orang bukan perokok yang menghirup asap rokok tak berbeda dengan polusi dan radikal bebas yang bisa meningkatkan kadar kekentalan darah.

Minuman Beralkohol

Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol juga meningkatkan risiko mengentalnya darah. Cairan tubuh akan berkurang karena konsumsi alkohol. Hal ini akan membuat kekentalan darah meningkat.

Karena itu sebaiknya batasi konsumsi alkohol atau kalau perlu hindari minuman ini agar terhindar dari dehidrasi dan meningkatnya kadar kekentalan darah. Menghindari alkohol juga berguna untuk mencegah risiko serangan berbagai penyakit kronis.

Faktor Keturunan

Faktor turunan ternyata juga bisa menjadi penyebab darah kental. Karena itu penting Anda bertanya pada orang tua tentang riwayat penyakit keluarga agar bisa mencegah berbagai risiko yang ada.

Orang tua yang mempunyai atau pernah mengalami gangguan penyakit karena darah kental meningkatkan risiko anak-anaknya mengalami hal yang sama. Pengenalan ini penting agar Anda bisa menghindari dan mencegah penyebabnya.

Suhu Dingin

Daerah atau lingkungan bersuhu rendah juga meningkatkan risiko mengalami pengentalan darah. Seperti saat Anda berada pada kawasan pegunungan, puncak, maupun ruangan ber-AC.

Karena itu saat terjadi luka, untuk menghentikan darah yang keluar tak jarang orang menempel es batu pada luka. Karena itu penting mencegahnya degan mengenakan baju hangat untuk menjaga suhu tubuh.

Kolesterol

Faktor penyebab darah kental lainnya adalah tinginya kadar kolesterol dalam tubuh. Kondisi ini bisa terjadi karena kebiasaan mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dan kolesterol.

Tingginya kadar kolesterol dalam darah akan memicu darah menjadi lebih kental. Penyakit jantung dan stroke terjadi karena penyempitan pembuluh darah akibat terhambatnya saluran darah.

Terganggunya Endotel

Mengentalnya darah juga berhubungan dengan fungsi endotel. Zat yang terdapat dalam darah ini berperan penting dalam membekukan darah saat terjadi luka yang menyebabkan pendarahan.

Terganggunya fungsi endotel akan mempengaruhi interaksi antar trombosit darah. Kondisi ini akan membuat darah menjadi kental dan sulit mengalir ke berbagai organ tubuh lainnya.

Kekurangan Trombosit

Berkurangnya jumlah trombosit dalam darah juga bisa menjadi penyebab darah kental. Zat dalam sel darah ini berfungsi penting dalam mengontrol tingkat kekentalan darah.

Menurunnya jumlah trombosit akan menyebabkan keseimbangan dalam darah terganggu. Kondisi ini juga bisa memicu meningkatnya kekentalan tubuh. Akibatnya, darah akan terhambat untuk mengalir sehingga memicu penyakit berbahaya lainnya.

Bahaya dan Gejala Darah Kental

Meningkatnya kekentalan darah bukan karena terjadinya suatu luka sebaiknya diwaspadai. Selain akan mengganggu kelancaran distribusi darah ke berbagai organ tubuh yang membutuhkannya, kondisi ini juga meningkatkan risiko yang berbahaya.

Meningkatkan kekentalan darah dapat memicu penyakit yang bernama trombofilia. Mengutip dari Wikipedia, trombofilia merupakan penyakit yang terjadi karena darah mengalami pembekuan secara tidak normal.

Penyebab darah kental pada penyakit ini umumnya terjadi pada pembuluh vena sehingga disebut juga deep vein thrombosis. Gejala darah kental ini meliputi pembengkakan, warna kulit terlihat kemerahan, serta timbulnya nyeri pada tungkai.

Jika kondisi ini semakin parah, maka bekuan darah bisa masuk ke dalam pembuluh darah arteri paru-paru. Gejalanya biasanya seperti sesak nafas, nyeri dada, hingga menyebabkan pingsan.

Jika terjadi pada ibu hamil, trombofilia bisa menyebabkan keguguran. Bahaya darah kental juga bisa menimbulkan terjadinya komplikasi penyakit yang serius. Bahkan bukan mustahil bisa menyebabkan kematian.

Cara Mengatasi Darah Kental

Setelah mengenal berbagai faktor yang bisa menjadi penyebab darah kental, ada sejumlah langkah untuk mencegah dan mengatasinya. Cara mengatasi darah kental ini juga penting untuk mencegah komplikasi yang lebih parah, yang meliputi:

  1. Menjaga konsumsi air putih yang cukup.
  2. Makan bawang putih juga penting untuk mengencerkan darah.
  3. Anda juga bisa makan buah nanas yang mengandung enzim bromelain beberapa potong setiap hari juga bisa Anda lakukan.
  4. Buah tomat yang kaya dengan enzim bromelain juga berkhasiat untuk mengatasi darah kental.
  5. Konsumsi makanan yang kaya vitamin K juga bisa Anda lakukan, seperti kacang hijau, kacang polong, sayuran buncis, dan kacang-kacangan lainya.
  6. Anda juga perlu mengonsumsi makanan atau suplemen vitamin E juga efektif untuk membuat darah lebih encer.
  7. Melakukan olahraga berguna untuk meningkatkan suhu tubuh dan membuat peredaran darah lebih lancar.
  8. Alternatif lainnya mengatasi pembekuan darah adalah dengan menjalani pemijatan, termasuk dengan bekam. Cara tradisional ini cukup efektif mengatasi gangguan ini.

Itulah berbagai faktor yang bisa menjadi penyebab dan bahaya darah kental. Sebaiknya kenali gejalanya sehingga Anda bisa melakukan langkah cepat cara mengatasi darah kental untuk mencegah terjadinya komplikasi yang berbahaya. (R11/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara

Aegis Boost Pro