Pilkada Saat Pandemi, KPU Pangandaran Minta Masyarakat Jangan Khawatir

Pilkada saat Pandemi
Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin (Kanan), saat di ruang kerjanya. Foto: Mad/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran jawab kekhawatiran publik soal pelaksanaan Pilkada saat pandemi covid-19.

Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin, mengatakan, Pilkada 2020 yang sedang memasuki tahapan-tahapan krusial saat ini sudah berjalan sesuai rencana dan protokol kesehatan.

“Kami harap masyarakat tidak perlu khawatir selagi penerapan prokes berjalan sebagaimana aturan yang berlaku. Apalagi kita juga sudah mulai mendistribusikan APD ke tingkat kecamatan,” kata Muhtadin kepada HR Online, Kamis (19/11/2020).

Sebagai jaminan kepada publik bahwa Pilkada saat ini bisa terhindar dari penyebaran covid-19, terlebih saat pencoblosan di TPS nanti akan menerapkan prokes secara ketat.

Sebagaimana PKPU Nomor 13 tahun 2020, hal yang utama dalam tata kelola pelaksanaan pada TPS semuanya harus sesuai prokes.

“Ada 9 kebiasaan baru bagaimana pelaksanaannya, seperti pengurangan jumlah pemilih setiap TPS untuk menghindari penumpukan dan menjalankan sosial distancing,” ujarnya.

Meskipun nantinya KPU sudah menyiapkan masker untuk masyarakat, akan tetapi bila ada yang datang tidak memakainya dari KPU sudah menyiapkannya.

Bahkan, selain pengecekan suhu, penyediaan handsanitizer serta tempat cuci tangan tiap tempat pemungutan, warga juga mendapatkan sarung tangan plastik sekali pakai saat pencoblosan.

“Sebelum memulai pemilihan, KPPS juga melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. Tak hanya itu, bahkan ketika pencoblosan berlangsung pun secara berkala ada penyemprotan,” tegasnya.

Baca juga: KPU Pangandaran Lakukan Penyortiran dan Pelipatan Surat Suara

Penanganan Warga Pangandaran yang Mudik

Sementara itu, bagi warga Pangandaran yang memiliki hak untuk memilih dan kebetulan pulang dari luar daerah, pihaknya bersama Pemda sudah menyiapkan rapid tes secara gratis.

Sehingga, Muhtadin menyebut masyarakat tidak perlu khawatir lagi adanya klaster Pilkada selagi penerapannya sesuai dengan aturan, baik oleh penyelenggara maupun pemilih.

Sedangkan untuk pemilih saat akan mencoblos ketika pengecekan suhunya lebih dari 37,3, maka akan mendapatkan penanganan khusus, yakni tetap bisa memilih dengan bilik suara khusus.

“Jadi hak konstitusi warga tetap terjamin, begitu juga dari penularan covid-19.  Dengan begitu, ia harap pada pelaksanaan Pilkada saat pandemi nanti berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid

Aegis Boost Pro