Satgas: 3T Cegah Penularan Covid-19 Sampai 100%

Satgas Covid-19 3T
Talkshow Satgas Covi-19 "Berburu Zona Hijau, Testing, Tracing, Treatment" di Channel YouTube BNPB Indonesia, Kamis (19/11/2020).

Berita Nasional, (harapanrakyat.com),- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 terus menggencarkan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment. Satgas Covid-19 mengklaim penerapan 3T ini mampu mencegah penularan Covid-19.

Hal itu disampaikan Kasubbid Tracking Satgas Covid-19, dr Kusmedi Priharto pada diskusi dengan tema Berburu Zona Hijau, Testing, Tracing, Treatment, yang disiarkan di Channel YouTube BNPB Indonesia, Kamis (19/11/2020).

“Kalau penelitian di luar, Indonesia sendiri memang belum ada penelitian, namun kalau di luar, penelitian menunjukkan bisa sampai 100 persen tidak menularkan dengan 3T tersebut,” katanya.

Baca Juga: Vaksin Virus Covid-19, Pentingkah untuk Imunitas Tubuh?

Menurut Kusmedi, penelitian juga menunjukkan dengan penggunaan masker akan menahan orang tertular dari Covid-19. 

“Angka tertularnya hanya 10 persen sampai 15 persen apabila menggunakan masker. Bahkan menjaga jarak ini membuat orang tidak tertular. Jaga jarak bisa sampai 100 persen tidak tertular,” katanya.

“Itu (pakai masker dan jaga jarak) merupakan cara mencegah penularan yang jauh lebih bagus daripada sudah menderita lalu menjalani pengobatan,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh dr Sonny Harry B, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19.

Sonny mengatakan, penanganan Covid-19 dari segi kesehatan adalah dengan melakukan 3T lalu isolasi. Sementara penanganan dari sisi perubahan perilaku masyarakat, maka program 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan dengan sabun) yang harus diterapkan.

“Keduanya butuh didukung untuk perubahan perilaku. Masalahnya adalah orang tidak mau dites, karena menganggap tes ini menyeramkan. Kedua, memang ada juga kekhwatiran kalau nanti hasil tes positif menimbulkan stigma negatif di masyarakat,” katanya.

Padahal, lanjut Sonny, jika seseorang mau dites, lalu hasilnya positif dan mau dirawat atau isolasi, orang tersebut adalah pahlawan kesehatan.

“Karena itu, sami sedang menyusun panduan untuk mengubah pandangan masyarakat terkait testing dan stigma negatif dari masyarakat ini,” katanya. (R7/HR-Online)

Editor: Ndu

Aegis Boost Pro