Sejarah Pesantren, Lembaga Pendidikan Tertua di Indonesia

Sejarah Pesantren
Potret santri sedang mengaji, inilah salah satu fakta peninggalan sejarah pesantren di Indonesia. Foto: Istimewa

Sejarah pesantren ternyata menarik untuk dibahas. Beberapa peneliti sejarah menyebut pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua pun masih terjaga hingga detik ini. Banyak sisi menarik pesantren yang menyimpan kisah bersejarah.

Artikel ini mengajak pembaca untuk mengetahui genealogi (asal-usul) munculnya pesantren di Indonesia. kemudian mengetahui dinamika sistem pendidikan pesantren, dan melihat bagaimana pesantren mampu mempertahankan serta mengembangkan eksistensinya ketika arus pendidikan modern semakin pesat.

Sejarah Pesantren, Berawal dari Akulturasi Budaya

Menurut Abdul Aziz dalam jurnal berjudul “Pesantren: Genealogi, Dinamika, dan Nasionalisme” (IQ: Ilmu Alqur’an, Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 1, No. 01 2018: 140), mengungkapkan berbagai kalangan akademisi Islam menyebutkan asal usul munculnya pesantren berawal dari akulturasi tiga budaya.

Pertama menyebut bahwa pesantren berasal dari tradisi Tarekat Islam. Hal ini muncul adanya kaitan pesantren dengan fakta sejarah penyebaran Islam. Biasanya penyebaran Islam banyak mengenal sistem penyebaran Tarekat seperti pemimpinnya oleh para kyai.

Menurut Abdul Aziz (2018: 140), salah satu kegiatan tarekat adalah mengadakan suluk, dan melakukan ibadah yang pembimbingnya langsung oleh kyai. Adapun salah seorang pelopor pesantren yang menggunakan tarekat yaitu Syaikh Maulana Malik Ibrahim, atau Sunan Gresik.

Kemudian yang kedua menyebut pesantren berawal dari akulturasi budaya dari tradisi pendidikan Timur. Sebagian kalangan mempercayai bahwa kehadiran pesantren adalah lembaga pendidikan bernama “Kuttab”. Kuttab sendiri merupakan lembaga ajar pada masa Bani Umayyah dengan sistem pengajaran “halaqah”.

Baca Juga: Sejarah Revolusi Hijau: Mengenal Modernisasi Pertanian Zaman Soeharto

Terakhir, yaitu teori akulturasi pesantren berasal dari tradisi pendidikan Hindu-Budha. Abdul Aziz dalam bukunya mengungkapkan bahwa sistem pesantren yang ada sekarang, merupakan pengambilalihan dari sistem ajar Hindu-Budha bernama “mandala”.

Sistem ajar tersebut merupakan sebuah teknis belajar yang mirip dengan pesantren dalam kebudayaan Hindu-Budha, sehingga banyak akademisi yang menyebut pesantren adopsi dari budaya tersebut.

Dari Tradisional ke Modernisasi, Proses Dinamika Pendidikan Pesantren

Sejarah pesantren, dunia semakin berkembang dan hal ini menuntut dunia pendidikan lebih maju serta berkembang kearah modernitas. Lantas bagaimana dengan pesantren. Lembaga pendidikan tertua ini memiliki catatan menarik ketika dunia semakin berkembang kearah modern. Hampir pesantren yang ada mengalami proses perkembangan pendidikan guna mencapai predikat sebagai lembaga pendidikan Islam yang modern.

Usahanya melalui perkembangan dan perubahan terhadap metode ajar santri. Sistem pendidikan pesantren akhirnya memadukan mata pelajaran umum dan keagamaan. Usaha sebagai bentuk konstalasi dengan dunia modern serta adaptasinya dalam menunjukan agar tidak ada yang menganggap pondok pesantren statis (mandeg).

Sementara menurut Sai’d Aqiel Siraj dalam bukunya berjudul “Pesantren Masa Depan” (1999: 181), dengan usaha pesantren mengembangkan metode ajarnya, perkembangan kehidupan pondok pesantren telah terbukti mampu berkembang. Dengan keterlibatan dan partisifasi aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.

Eksistensi Pesantren Ternyata Dibangun dari Beragam Aspek, salah satunya Doa Kyai

Eksistensi pesantren memang masih bisa terjaga hingga saat ini, akan tetapi banyak orang yang tidak tahu bahwa hal ini terjadi karna beragam aspek, dan salah satunya adalah doa sang Kyai. Yudian Wahyudi dalam artikel berkala berjudul “Perang Diponegoro” (Tremas, SBY dan Ploso: 35), menyebut bahwa keunggulan pesantren yang pertama yaitu doa Kyai.

Pesantren belum berdiri pun, Kyai sudah berdo’a. Hal ini menandakan jika seorang kyai memiliki visi misi yang jelas dalam menjalankan lembaga pendidikannya. Selain doa sang Kyai, ternyata eksistensi pesantren dapat terjaga hingga saat ini karena dukungan santri-santri.

Santri-santri yang menimba ilmu datang dari berbagai daerah. Tidak seperti sekolah yang pada umumnya, siswa-siswinya cenderung hanya berasal dari lingkungan sekitarnya saja. Dari hal inilah eksistensi pesantren di Indonesia masih tetap terjaga dibalik modernitas sekolah yang semakin berkembang. Begitulah sepenggal sejarah pesantren, semoga bermanfaat. (Erik/R9/HR-Online)

Editor: Dadang