Jumat, Januari 28, 2022
BerandaBerita NasionalTaklukan Covid-19 di ASEAN, Warga Indonesia Paling Optimis

Taklukan Covid-19 di ASEAN, Warga Indonesia Paling Optimis

Berita Nasional (harapanrakyat.com),- Taklukan Covid-19 di ASEAN, warga Indonesia diklaim paling optimis. Hal itu berdasarkan hasil penelitian Ipsos, yakni sebuah perusahaan riset pasar independen internasional.

Juru Bicara Pemerintah RI untuk Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro, menyebutkan, tingkat optimisme warga Indonesia paling tinggi dalam penanganan pandemi Covid-19. Temuan tersebut merupakan hasil penelitian pihak Ipsos.

Risa juga memaparkan beberapa parameter optimisme yang terdapat dalam survei Ipsos. Seperti optimisme dalam penerapan protokol kesehatan, sampai pada rencana pengadaan vaksin.

“Ipsos menyatakan bahwa warga Indonesia paling optimis se-ASEAN dalam menaklukan pandemi Covid-19,” terang Reisa, saat konferensi pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jum’at (06/11/2020) kemarin.

Menurutnya, optimisme ini tak lepas dari kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Warga Indonesia paling optimis taklukan Covid-19 di ASEAN. Selain itu, laporan dari hasil pantauan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, juga sudah mengklaim sebagian besar warga Tanah Air selalu memakai masker. Serta tetap menjaga jarak ketika masa liburan panjang pada tanggal 28 Oktober sampai 1 November lalu.

Baca Juga : Pungli Covid-19, Komisi D DPRD Ciamis Segera Panggil Pihak Terkait

Parameter optimisme selanjutnya dari hasil penelitian Ipsos juga menyebutkan bahwa, semangat tinggi serta upaya mencari dan menyediakan vaksin Covid-19 menjadi poin khusus.

Indonesia Kembangkan Vaksin Mandiri

Apalagi, lanjut Reisa, Indonesia memilih untuk mengembangkan vaksin secara mandiri, selain menjalin kerjasama dengan negara lain dalam kerangka kerjasama secara global maupun multilateral.

Reisa pun mengklaim hasil penelitian UNICEF serta Nielsen yang menunjukkan bahwa, masyarakat Indonesia paling sering mempraktekan cuci tangan.

Namun, kata Reisa, sayangnya praktek 3M masih secara terpisah. Terkadang rajin cuci tangan, tapi tidak berdisiplin dalam memakai masker, dan masih lengah dalam menjaga jarak.

Sementara itu, untuk data sebaran kasus Covid-19 Indonesia secara kumulatifnya per hari Jum’at (06/11/2020), menunjukkan ada sebanyak 429.574 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah sebanyak itu, 360.705 sudah pulih, sedangkan 14.442 orang telah meninggal dunia. (R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah

- Advertisment -