Tumbuhan Pemakan Serangga yang Mendapatkan Mangsa dengan Unik

Tumbuhan Pemakan Serangga yang Mendapatkan Mangsa dengan Unik
Tumbuhan Pemakan Serangga. Foto Ist/net

Tumbuhan pemakan serangga merupakan makhluk hidup yang sangat unik. Padahal biasanya tumbuhan adalah makanan dari hewan. Misalnya, rumput adalah makanan dari sapi.

Apalagi Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis. Hal ini karena Indonesia berada antara dua benua dan dua samudra. Sehingga keadaan alamnya mendukung pertumbuhan dan perkembangan berbagai jenis flora.

Tak heran jika banyak jenis tanaman yang mudah beradaptasi dan berkembangbiak dengan baik. Ciri-ciri dari negara tropis adalah lamanya waktu siang hari cukup untuk tumbuhan menyerap energi. Nantinya, tumbuhan akan mengubah energi ini melalui proses fotosintesis.

Masing-masing jenis tumbuhan memiliki ciri-ciri morfologi yang berbeda. Keadaan ini bisa berupa kemampuan tumbuhan dalam beradaptasi. Hal ini akan membuat tumbuhan mampu bertahan hidup.

Tumbuhan Pemakan Serangga

Jenis tumbuhan ini memiliki nama lain yaitu Insectivorous plants. Biasanya tumbuhan ini memiliki habitat liana dan herba. Tumbuhan jenis ini mampu tumbuh dalam keadaan tanah yang minim unsur hara atau menumpang pada tanaman lainnya.

Baca juga: Kunci Determinasi Tumbuhan, Cara Membuatnya Beserta Contoh

Tidak semua liana dan herba merupakan tumbuhan yang memakan serangga. Contohnya seperti bunga bangkai atau Amorphophallus paeoniifolius. Bunga ini hanya memanfaatkan serangga sebagai pembantu penyerbukan.

Sesuai dengan namanya, tumbuhan ini mampu bertahan hidup karena adanya nutrisi dari serangga. Tentu berbeda dengan tumbuhan lainnya yang mengandalkan sinar matahari dan air. Tumbuhan jenis ini bisa membersihkan rumah dari serangga.

Berikut adalah tumbuhan yang memakan serangga:

Kantong Semar

Tumbuhan Pemakan Serangga yang Mendapatkan Mangsa dengan Unik

Tumbuhan pertama dan sudah sangat familiar adalah kantong semar atau Nepenthes spp. Bentuk dari tanaman ini sesuai dengan namanya, yaitu kantong. Terdapat rongga atau lubang pada kantong tanaman ini.

Tinggi tumbuhan pemakan serangga ini bisa mencapai 20 meter. Hebatnya, tanaman ini mampu bertahan hidup pada tanah yang miskin akan unsur hara. Biasanya tanaman ini hidup pada tanah kapur atau tanah asam dengan tutupan lahan terbuka.

Namun, sayangnya tanaman ini sudah mulai langka. Ada beberapa wilayah Indonesia yang sering ada tanaman ini. Misalnya daerah Sumatera, Kalimantan, Maluku, Papua, dan Jawa.

Daerah tersebut memiliki kualitas tanah yang pas untuk kantong semar. Keadaan tanah yang ada mampu membuat tanaman ini beradaptasi dalam memperoleh asupan makanan. Aroma kantong semar ini sangat menarik sehingga banyak serangga yang masuk perangkapnya.

Serangga yang sudah masuk pada kantongnya tidak akan bisa keluar lagi. Kantong semar memiliki enzim perekat dan pencerna serangga. Bahkan hewan yang berukuran lebih besar seperti kadal bisa menjadi santapannya.

Venus Flytrap

Tumbuhan pemakan serangga berikutnya adalah venus flytrap. Venus memiliki bentuk yang sangat unik yaitu setengah lingkaran bercapit. Memiliki duri pada bagian tepi lingkaran.

Baca juga: Fungsi Ribosom pada Sel Tumbuhan, Pengertian, Ciri-Ciri dan Strukturnya

Tanaman venus flytrap memiliki ukuran sekitar 4 cm hingga 5 cm. Tanaman ini memang memiliki tampilan yang mengerikan dengan duri tajam. Bagian luar dari tanaman ini berwarna hijau, sedangkan bagian dalamnya berwarna merah terang.

Venus flytrap memiliki nektar manis yang bisa memikat serangga. Secara otomatis akan banyak serangga yang singgah pada mulut tanaman ini. Serangga yang hinggap biasanya berukuran kecil, karena tanaman ini juga tidak besar.

Biasanya venus akan langsung menutup capitnya jika serangga sudah selesai menghisap nektarnya. Venus akan semakin memperkuat capitannya apabila serangga mulai berusaha keluar. Sehingga serangga yang sudah terperangkap akan sulit keluar.

Butterwort

Ada lagi tumbuhan pemakan serangga yang juga unik. Tumbuhan ini bernama butterwort yang memiliki ukuran sekitar 7 cm. Butterwort memiliki nama ilmiah pinguicula.

Kelopak daunnya bertumpuk dan tersusun sangat rapi. Bahkan bentuknya hampir sama dengan bunga teratai. Tanaman ini berwarna hijau cerah dan memiliki serabut warna merah.

Uniknya tanaman ini hanya bisa memiliki satu bunga pada periode tertentu. Hal ini tentu lain daripada bunga jenis lainnya. Sehingga munculnya bunga pada tanaman ini sangat mengesankan.

Butterwort memiliki permukaan daun dengan cairan lengket. Cairan ini berfungsi untuk menjebak semut. Setelah itu, butterwort akan mengeluarkan zat lain yang berfungsi untuk mencerna nutrisinya.

Brocchinia Reducta

Tumbuhan Pemakan Serangga yang Mendapatkan Mangsa dengan Unik

Selanjutnya ada tumbuhan pemakan serangga bernama Brocchinia reducta. Tumbuhan ini memiliki penampilan yang biasa tidak seperti yang lainnya. Bentuknya yang biasa ini memang sulit untuk mengenalinya.

Baca juga: Fungsi Dinding Sel Untuk Kelangsungan Hidup Tumbuhan

Padahal Brocchinia reducta juga merupakan tanaman karnivora. Walaupun tampilannya biasa, pada daun dari tanaman ini memiliki jebakan yang memantulkan sinar ultraviolet. Sehingga akan banyak serangga yang tertarik dan hinggap.

Memang tumbuhan ini terlihat seperti layaknya tumbuhan pada umumnya. Namun, apabila serangga sudah masuk perangkapnya akan tergelincir. Serangga akan masuk ke dalam cairan lengket pada dasar tanaman.

Sehingga serangga sudah tidak bisa keluar dari tumbuhan ini. Lama-kelamaan Brocchinia reducta akan menyerap nutrisi pada serangga. Dengan begitu, tanaman ini akan bertahan hidup.

Roridula

Tumbuhan yang satu ini bernama roridula. Merupakan tumbuhan pemakan serangga yang berasal dari Afrika Selatan. Pada dasarnya, tumbuhan ini tidak bisa mencerna nutrisi yang ada pada serangga.

Hanya saja, tumbuhan ini mampu menjebak mangsanya. Sebab roridula memiliki rambut-rambut yang lengket. Sehingga mempermudah dalam memikat serangga untuk hinggap dan terjebak.

Nah, uniknya serangga yang sudah terjebak adalah makanan dari serangga lain. Serangga ini bernama Pameridea roridulae. Kedua makhluk ini memang saling menguntungkan.

Dengan kata lain, serangga dan tanaman melakukan simbiosis mutualisme. Sebab serangga Pameridea roridulae akan memberikan nutrisi tambahan bagi tanaman ini. Tak hanya itu, roridula juga akan mendapatkan hasil ekskresi dari serangga.

Sundew

Tanaman sundew atau Drosophyllum lusotanicum berasal dari Spanyol, Portugal, dan Maroko. Karena berasal dari daerah yang gersang, tanaman ini membutuhkan nutrisi. Tumbuhan pemakan serangga ini mendapatkan nutrisi yang berasal dari luar tanah.

Untuk memikat serangga, tanaman ini mengeluarkan aroma dari tentakelnya. Sehingga banyak serangga yang mulai terperangkap. Sebab aroma yang dihasilkan sangat menarik dan bisa mencuri perhatian serangga.

Setelah serangga terpikat, maka tanaman akan menangkapnya. Lalu, tanaman akan mencerna protein yang ada. Keesokan harinya setelah makan tanaman ini akan berbunga.

Sundew memiliki nama lain, yaitu embun matahari. Pada permukaan bunga ini memang sering mengeluarkan embun. Apalagi saat udara masih lembab akan semakin banyak mengeluarkan embunnya.

Tumbuhan pemakan serangga ini memiliki ukuran yang bervariasi. Mulai dari ukuran 1 cm hingga 100 cm. Pada bagian tubuhnya ini hampir mirip seperti tentakel.

Tubuhnya lengkap memiliki cairan lengket yang mampu memikat serangga. Nantinya serangga yang hinggap akan terperangkap. Lambat laun tumbuhan ini akan menyerap nutrisi yang ada.

Utricularia

Tanaman utricularia juga merupakan jenis tanaman karnivora. Utricularia merupakan tanaman yang hidup dalam air. Daunnya yang panjang ini adalah senjata ampuh dalam memikat serangga.

Tumbuhan pemakan serangga ini biasanya menyergap berudu, protozoa, dan lain sebagainya. Segala makhluk yang terperangkap adalah makanannya. Tanaman ini juga memiliki bunga yang sangat cantik.

Orang awam tidak akan mengira bahwa tanaman ini adalah predator serangga. Hal ini karena bentuknya yang sangat cantik. Biasanya bunga yang tumbuh berwarna kuning cerah.

Batang utricularia berbentuk seperti kantong yang terendam dalam air. Saat mangsa masuk ke dalamnya, secara perlahan akan mati. Sebab utricularia memiliki enzim khusus untuk proses pencernaan.

Saraccenia

Ada juga tanaman saraccenia yang bentuknya hampir mirip dengan kantong semar. Namun, saraccenia lebih ramping dan tinggi. Jika pada kantong semar, serangga akan masuk ke dalam kantong, saraccenia menggunakan daunnya untuk menjebak serangga.

Baca juga: Tanaman Hias Termahal 2020, Harganya Bikin Geleng-geleng Kepala

Tumbuhan pemakan serangga ini menghasilkan nektar dari dasar kantong. Nektar inilah yang nantinya akan menarik perhatian serangga. Saraccenia memiliki kelopak yang berwarna merah pada bagian atasnya.

Ketika serangga sudah menempel pada daun, lama-kelamaan akan terpeleset dan masuk ke dalam kantong kecil tersebut. Dengan begitu, serangga sudah tidak bisa keluar lagi. Setelahnya, tanaman ini akan menghisap semua nutrisi yang ada pada serangga.

Corkscrew Plant

Tumbuhan Pemakan Serangga yang Mendapatkan Mangsa dengan Unik

Tanaman corkscrew memangsa serangga yang lebih kecil dari protozoa dan hewan mikroskopis. Corkscre hidup dalam air memiliki daun yang ada di bawah tanah. Memang tanaman yang satu ini sangat unik.

Ketika mangsanya sudah tertangkap, tanaman ini akan mengubangnya. Protozoa atau hewan mikroskopis sudah tidak akan bisa kemana-mana. Setelah itu, nutrisi akan habis terserap.

Ternyata banyak juga tumbuhan pemakan serangga yang bisa kita jumpai. Bahkan sebagian dari tumbuhan ini banyak dimanfaatkan untuk menghilangkan serangga pada sekitar rumah. Selagi perawatannya tepat, tumbuhan ini akan bertahan lama. (R10/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara

Aegis Boost Pro