Sabtu, Januari 29, 2022
BerandaBerita BanjarAkhir Tahun 2020 Kasus Covid-19 di Kota Banjar Kian Tak Terkendali

Akhir Tahun 2020 Kasus Covid-19 di Kota Banjar Kian Tak Terkendali

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Memasuki akhir tahun 2020, jumlah penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Banjar, Jawa Barat, kian tak terkendali.

Bahkan, berdasarkan data yang tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar sampaikan, per 31 Desember ini jumlahnya mencapai 331 kasus.

Menurut Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Agus Nugraha, dari jumlah akumulasi tersebut penambahan paling banyak terjadi pada bulan Desember ini. Yaitu mencapai jumlah penambahan sebanyak 146 kasus.

Sedangkan pada bulan November, tim Satgas mencatat hanya terjadi penambahan sebanyak 117 kasus. Sementara bulan Oktober jumlah penambahannya jauh lebih kecil hanya 33 kasus.

“Sejak awal masa pandemi bulan ini, menjadi penambahan paling tinggi dibanding kasus tiga bulan sebelumnya,” ujar Agus kepada HR Online, Kamis (31/12/2020).

Jelang Akhir Tahun 2020, Kasus Covid-19 di Kota Banjar Malah Bertambah

Selain menyebutkan jumlah akumulasi, Agus juga mengatakan, pada hari ini Kamis (31/12/2020), kembali terjadi lagi penambahan warga Banjar positif Corona sebanyak 13 orang.

Penambahan jelang akhir tahun 2020 tersebut, berasal dari Desa Balokang sebanyak 3 orang. Kemudian Kelurahan Mekarsari 3 orang, Kelurahan Pataruman 3 orang, Kelurahan Banjar 2 orang. Selanjutnya, Kelurahan Hegarsari 1 orang dan Kelurahan Bojongkantong sebanyak 1 Orang.

“Semua pasien menjalani perawatan di Rumah Sakit Asih Husada. Petugas juga langsung melakukan tracking kepada warga yang pernah kontak dengan pasien,” ujar Agus.

Lebih lanjut Agus menambahkan, dengan bertambahnya 13 orang tersebut, hingga saat ini kasus positif Covid-19 sejak awal masa pandemi sampai jelang akhir tahun 2020 menjadi 318.

Rinciannya, untuk kasus positif aktif sebanyak 76 orang, sembuh atau selesai isolasi sebanyak 245 orang dan meninggal dunia 10 orang.

Sementara terkait dengan perayaan pergantian tahun, pihaknya mengimbau kepada warga masyarakat agar tidak membuat perayaan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya kluster baru penyebaran virus Covid-19.

“Jelang akhir tahun 2020 ini, jumlah kasus positif terus meningkat. Kami harap semua pihak tetap waspada, serta bersama-sama melakukan upaya pencegahan. Tujuannya,  agar wabah pandemi ini bisa terkendali,” ujarnya. (Muhlisin/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto

- Advertisment -