Anatomi Hati Manusia dan Kerja Struktur Organnya

Anatomi Hati Manusia dan Kerja Struktur Organnya
Ilustrasi. Anatomi Hati Manusia. Foto Istimewa.

Anatomi hati manusia merupakan suatu organ yang terbesar pada tubuh. Hati memiliki berat sekitar 1,5 kg yang letaknya pada perut bagian kanan atas. Tepat berada pada bagian bawah diafragma.

Struktur atau anatomi dari hati yang paling terlihat adalah lobus pada bagian sisi kanan dan kiri. Namun, sebenarnya tidak hanya itu, masih banyak lagi struktur hati sebagai penyusunnya.

Hati memiliki fungsi yang utama yaitu menyaring darah yang berasal dari saluran pencernaan. Tujuannya untuk membantu mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Hati juga berfungsi sebagai penyaring obat-obatan dan racun yang ada pada tubuh manusia.

Organ ini akan menyimpan kelebihan gula pada tubuh dan nantinya akan berguna sebagai cadangan energi. Untuk lebih jelasnya, bisa dengan mempelajari struktur hati.

Baca Juga: Anatomi Kelenjar Saliva Berdasarkan Histologi yang Perlu Diketahui

Anatomi Hati Manusia

Hati merupakan organ pada tubuh manusia yang berwarna coklat kemerahan. Jika menyentuhnya secara langsung, rasanya akan kenyal. Hati terlindungi oleh tulang rusuk sehingga orang tidak bisa menyentuhnya pada perut.

Terdapat empedu pada bagian bawah hati. Organ hati, empedu, pankreas, dan usus akan selalu bekerja sama. Tentunya dalam proses menyerap, mencerna, dan mengolah makanan maupun minuman dalam perut.

Hati adalah organ vital yang berperan dalam sistem pencernaan. Tak hanya itu, hati juga berperan dalam metabolisme, menyimpan nutrisi tubuh, dan kekebalan tubuh.

Berikut adalah anatomi hati manusia:

Lobus Kanan

Bagian ini memiliki ukuran yang terbesar daripada bagian lainnya. Ukurannya enam kali lebih besar daripada lobus kiri. Bentuk dari lobus ini bisa terlihat tanpa harus menggunakan peralatan tertentu.

Lobus Kiri

Bentuk dari lobus bagian kiri ini lebih runcing. Ukurannya lebih kecil daripada lobus kanan. Pemisah antara lobus kiri dan kanan dalam anatomi hati manusia adalah ligamen falciform.

Lobus Kaudatus

Bagian ini memiliki ukuran yang lebih kecil daripada dua bagian sebelumnya. Letak lobus kaudatus ini memanjang dari sisi bagian belakang lobus kanan. Lobus ini membungkus vena cava inferior.

Lobus Kuadrat

Letaknya berada pada area yang lebih rendah dari lobus kaudatus. Tepatnya lobus kuadrat berada pada sisi bagian belakang lobus kanan dan membungkus kantong empedu. Lobus ini jarang terlihat pada anatomi karena tidak begitu tampak.

Baca Juga: Struktur Hidung Manusia dan Fungsi Anatomi yang Penting untuk Diketahui

Saluran Empedu

Anatomi hati manusia berikutnya adalah saluran empedu. Saluran ini menghubungkan hati dan kantung empedu. Organ empedu ialah zat yang membantu mencerna lemak serta akan tersimpan pada kantong empedu.

Selanjutnya saluran empedunya akan bertemu dengan saluran hepatik kiri serta kanan yang ukurannya lebih besar. Nantinya akan membawa empedu dari lobus kiri dan kanan pada hati. Kedua saluran ini nantinya akan membentuk saluran yang mengalirkan semua empedu dari dalam hati.

Pembuluh Darah

Pada hati juga terdapat pembuluh darah atau sistem vena portal hepatik. Darah dari organnya seperti limpa, pankreas, kantong empedu, serta usus akan terkumpul dalam pembuluh darah ini. Setelah itu, akan masuk ke organ hati yang akan melalui tahapan proses tertentu.

Darah dari hati selanjutnya akan masuk ke vena hepatik dan mengarah ke vena cava. Setelah itu, darah akan kembali ke jantung. Hati manusia memiliki sistem arteri dan arteriol yang menghasilkan darah mengandung oksigen.

Baca Juga: Anatomi Organ Tubuh Manusia, Pengertian, Struktur dan Fungsinya

Lobulus

Organ internal pada anatomi hati manusia adalah lobulus. Susunan ini tersusun atas 100.000 sel hati berbentuk heksagonal. masing-masing dari lobulus tersusun dari pembuluh darah pusat yang dikelilingi oleh enam pembuluh darah vena hepatik.

Pembuluh darah ioni terhubung oleh saluran pembuluh darah kecil yang berliku atau sinusoid. Tiap sinusoid memiliki dua jenis sel utama berupa sel kupffer dan hepatosit. Sel kupffer berasal dari jaringan sel darah putih dan memiliki fungsi untuk menghancurkan zat asing atau sel mati.

Sel kupffer ini memiliki tugas untuk menangkap dan memecah sel darah merah yang tua. Selanjutnya akan meneruskan ke sel hepatosit.

Sementara itu, sel hepatosit ini melapisi sinusoid. Lalu membentuk sebagian besar sel pada hati. Hepatosit memiliki peran untuk melakukan sebagian besar dari fungsi hati berupa pencernaan, menyimpan, nutrisi, metabolisme, dan produksi empedu.

Itulah anatomi hati manusia dan proses kerjanya. Dengan begitu, akan membuat orang lebih tahu mengenai hati. Sehingga akan berusaha menjaga kesehatan hati dengan pola hidup yang sehat. (R10/HR Online)

Editor: Jujang