Sabtu, Juli 2, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariAnsor-Banser Banjaranyar Ciamis Bantu Warga yang Rumahnya Nyaris Terseret Longsor

Ansor-Banser Banjaranyar Ciamis Bantu Warga yang Rumahnya Nyaris Terseret Longsor

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ansor dan Banser Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, membantu warga yang rumahnya nyaris terseret longsor.

Mereka membuat bronjong dari bambu, untuk menahan longsoran tanah akibat kikisan sungai Cikaso terus meluas.

Pasalnya, satu rumah warga Tanjungsari Kecamatan Banjaranyar, kini terancam hanyut terseret longsor. Rumah tersebut adalah milik keluarga Saniah, warga Dusun Tanjung, RT 10/03, Desa Tanjungsari.

Rumah milik Saniah ini nyaris hanyut terbawa longsor. Bahkan jarak antara rumah dengan bibir sungai hanya menyisakan kurang lebih satu meter.

Melihat kondisi rumah Saniah yang hampir terseret longsor tersebut, Ansor bersama Banser Kecamatan Banjaranyar, berinisiatif membuat bronjong yang terbuat dari bambu dan tanah yang dibungkus karung, Minggu (06/12/2020).

“Kegiatan ini sebagai antisipasi saja, agar rumah milik Ibu Saniah bisa aman dari ancaman longsor,” ucap Ketua Ansor Banjaranyar, Habib Mustofa, kepada HR Online.

Lebih lanjut Habib mengatakan, meski pembuatan bronjong ini hanya menggunakan alat seadanya, seperti jerujug bambu dan tanah, namun setidaknya bisa memperlambat ancaman.

“Sambil kita nunggu eksen dan tanggung jawab dari pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Kasatkoryon Banser Banjaranyar, Dedi Priatna, mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk aksi kemanusiaan pihaknya, untuk membantu meringankan keluhan warga.

“Kita lakukan kegiatan ini murni kemanusiaan. Dimana rumah Ibu Saniah saat ini tengah terancam longsor akibat abrasi sungai Cikaso,” katanya.

Sementara pemerintah sendiri, lanjut Dedi, belum melakukan upaya atau tindakan apa apa. “Kami khawatir rumah ibu Saniah ini akan hanyut terbawa longsor,” imbuhnya.

Dedi berharap, agar pemerintah sigap terhadap bencana, serta segera menindaklanjuti kasus longsor ini.

“Jangan sampai setelah terjadi baru ada upaya. Sementara sekarang saja kan gimana, tidak ada upaya apapun untuk penanganan ini,” tukasnya. (Suherman/R5/HR-Online)

- Advertisment -