Kamis, Oktober 28, 2021
BerandaBerita TerbaruAsal Usul Air Zam Zam Sebagai Keajaiban Dalam Sejarah Islam

Asal Usul Air Zam Zam Sebagai Keajaiban Dalam Sejarah Islam

Asal usul air zam zam dalam Al-Qur’an dijelaskan jika air muncul ketika Siti Hajar mencari air untuk anaknya Ismail. Sumur zam zam menjadi salah satu tempat yang banyak dituju oleh warga yang sedang berhaji atau pergi ke Mekah.

Air yang satu ini termasuk dalam salah satu oleh-oleh wajib saat pulang dari haji atau umroh. Awal mula air yang satu ini tidak jauh dari Ka’bah. Sejarahnya pun sudah bisa anda tahu sejak dulu hingga sekarang.

Mata air suci yang satu ini selalu menjadi incaran semua jamaah ketika berkunjung ke tanah suci. Bukan sumber mata air biasanya. Namun, sumber air ini memiliki kisah yang cukup menakjubkan dari kegelisahan seorang ibu.

Sehingga muncullah sumber mata air yang hingga kini menjadi barang wajib untuk anda bawa ketika berkunjung. Sebagai umat Islam, anda perlu tahu betapa dahsyatnya kuasa Allah SWT yang telah memberikan sumber mata air yang satu ini.

Sejarah asal usul air zam zam pun juga tertera dalam Al-Qur’an. Air zam-zam sebenarnya hanyalah air minum biasa, namun memiliki keistimewaan tersendiri.

Meski warna dan rasanya sama, bukan berarti dari sumber mata air yang sama. Tidak hanya itu saja, kandungan yang ada pada air zam zam tidak akan bisa anda dapatkan dari asal mula munculnya sumber mata air tersebut.

Baca juga: Doa Kedua Orang Tua, Dapatkan Keutamaan Memanjatkannya

Asal Usul Air Zam Zam Sebagai Keajaiban

Awal adanya sumber air berkhasiat tinggi ini mungkin sudah banyak yang mengetahuinya. Air zam zam menjadi salah satu sumber air yang berdekatan dengan Ka’bah.

Asal usul air zam zam ketika Siti Hajar bersama putranya Ismail yang ditinggal oleh Nabi Ibrahim AS di padang yang tandus. Kisah ini pun bisa tampak jelas, bahkan tertulis dalam Al-Quran:

Karena bekalnya habis, maka Siti Hajar berusaha mencari makan dan minum dengan berlari dari Bukit Marwa ke Bukit Shafa. Bahkan Siti Hajar melakukan bolak-balik hingga 7 kali.

Perjalanan oleh Siti Hajar kini menjadi rukun haji yang wajib umat lakukan yaitu sa’i. Setelah melakukan hal tersebut, Siti Hajar mendapat perintah untuk melihat anaknya yaitu Ismail.

Beliau mendapat perintah untuk menengok anaknya yang menangis dan menghentak-hentakkan kaki ke tanah. Hentakan yang terjadi tersebutlah yang menjadi asal usul air zam zam.

Ismail berhasil mengeluarkan air yang berlimpah. Air ini menjadi keajaiban yang Allah berikan pada Siti Hajar. Hingga akhirnya Ismail dan ibunya bisa meminum dari mata air tersebut.

Sejak itulah bumi menjadi hijau kembali setelah lama kering. Inilah kuasa Allah SWT yang semakin lama semakin berlimpah. Hingga akhirnya malaikat Jibril berkata zam zam yang artinya berkumpul.

Hingga saat ini sumber mata air ini tidak akan pernah berhenti dan mengering. Itulah mengapa memiliki nama air zam zam.

Keberkahan Air Zam Zam

Asal usul air zam zam memang memiliki kisah yang dramatis. Keberkahan air yang satu ini sudah tidak bisa anda ragukan lagi. Bahkan ada banyak hal yang bisa membuktikan dari khasiat sumber air tersebut.

Ada jutaan manfaat air zam zam bagi semua yang meminumnya. Ada yang mengatakan bahwa do’anya bisa terkabul, sembuh dari penyakit, bahkan bisa menghapus dosa.

Karena alasan inilah mengapa semua orang membawa air tersebut ketika pergi haji atau umroh. Bahkan justru menjadi oleh-oleh wajib yang umat muslim bawa ke negara asal.

Baca juga: Keajaiban Berdoa di Multazam, Akibat Energi Positif yang Besar

Letak Air Sumur Zam Zam

Air zam zam kaya akan khasiat karena sejarahnya yang penuh dengan perjuangan. Mukjizat Allah yang satu ini terletak 11 m dari Ka’bah. Kedalaman dari sumur tersebut mencapai hingga 17 m, bahkan bisa menembus lapisan batuan yang keras.

Batu tersebut yaitu jenis batu beku diorite. Tidak hanya itu saja, sumur air zam zam ini mampu mengalirkan air sebanyak 11-18,5 liter/detik. Bahkan per menitnya mampu mencapai 660 liter atau kisaran 40.000 liter/jam.

Pada bagian tersebut juga terdapat celah yang memanjang ke Hajar Aswad dengan panjang 75 cm dan tinggi 30 cm. Sedangkan ada celah kecil yang menuju bukit Shafa dan Marwa.

Sejarah terjadinya sumber air zam-zam memang sudah jelas. Dengan khasiatnya yang tidak diragukan lagi, membuat siapa saja yang datang ke Ka’bah membawa dan konsumsi air tersebut. Itulah asal usul air zam zam. (Muhafid/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid

- Advertisment -

Berita Terbaru