Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaBerita TerbaruAstronot Pertama Kanada Ikut Serta dalam Misi Artemis II

Astronot Pertama Kanada Ikut Serta dalam Misi Artemis II

Astronot pertama Kanada akan ikut terbang bersama misi Artemis tahun 2023 mendatang. Pemerintahan federal Kanada telah menandatangani perjanjian bersama Amerika Serikat untuk pengiriman pertamanya. Rencananya para astronot akan mengelilingi bulan dengan membawa misi tertentu.

Ini adalah sebuah fakta yang mengejutkan. Pasalnya, sekian lama kemitraan NASA ada, kebanyakan para astronot berasal dari Amerika dan China. Perjanjian yang ditandatangani terkait dengan kemitraan antara NASA dan Badan Antariksa Kanada (CSA).

Hal ini akan memberikan julukan kepada Kanada yang memiliki astronot kedua di luar angkasa setelah Amerika Serikat. Kanada resmi bergabung dengan Amerika Serikat dalam pengiriman misi awak pertama ke Bulan.

Astronot Pertama Kanada pada Misi Artemis

CSA mengumumkan adanya pihak Kanada yang akan ikut terbang ke bulan dalam menjalankan misi Artemis 2023. Tetapi dalam misi ini, tidak hanya pihak Kanada saja. Masih ada beberapa astronot lainnya yang akan ke Bulan.

Misi Artemis ini akan membangun stasiun luar angkasa Lunar Gateway NASA. Pemasangan stasiun ini rencananya ada di orbit bulan. Harapannya misi ini bisa berjalan dengan lancar dan para astronot bisa pulang dengan semangat.

Pengumuman dari CSA ini merupakan bagian dari nota kesepakatan antara Kanada dan NASA. Secara resmi telah menjanjikan kolaborasi program Artemis. Tentunya bergabungnya Kanada tidak hanya dengan tangan kosong.

Baca Juga: Tim Baru Astronot Artemis Luncurkan Astronot Wanita Pertama Ke Bulan

Robotika Asal Kanada

Bergabungnya astronot pertama Kanada ini dengan pemberian robotika kepada NASA. Sebagai gantinya, badan antariksa Amerika Serikat juga akan memberikan kesempatan pada astronot CSA terbang ke bulan. Dengan ini, kerjasama antar kedua belah pihak bisa menyatu.

Robotika yang diberikan kepada Kanada merupakan Canadarm 3. Hebatnya lengan robot masa depan ini mampu melakukan perawatan jarak jauh pada Gateway kedepannya. Sehingga pihak NASA terbantu dengan adanya robotika dari Kanada ini.

Pada dasarnya, Canadarm 3 ini akan memeriksa dan memperbaiki bagian luar Gateway. Robotika buatan Kanada ini juga akan menangkap kendaraan yang berkunjung. Sehingga mampu merelokasi modul Gateway saat mengorbit pada bulan.

Hal ini sangat membanggakan negara Kanada. Selain sebagai astronot pertama Kanada, juga akan mengirimkan orang Kanada pertama yang mengelilingi Bulan.

Hal ini merupakan langkah yang NASA rencanakan untuk membangun serta memelihara Gateway. Langkah penting ini untuk ciptakan pijakan jangka panjang pada bulan. Gateway mampu berfungsi sebagai stasiun penelitian dan perhentian untuk misi yang waktunya lebih lama ke bulan dan luar angkasa.

Pembangunan gateway ini juga bertujuan agar Amerika Serikat mampu melakukan eksplorasi misi masa depan ke Mars. Sehingga memudahkan dalam melakukan kontrol dan pencarian ide.

Gateway Hanya Salah Satu dari Misi Artemis

NASA dan CSA resmi bekerjasama untuk membangun stasiun luar angkasa. Tetapi program ini tidak termasuk pada pendaratan di bulan. Astronot pertama Kanada ini akan bergabung pada misi tersebut.

Gateway hanya salah satu bagian dari program Artemis NASA. Misi yang lebih besar kali ini adalah fokus pada pendaratan seorang perempuan di bulan pada tahun 2024 mendatang. Artemis I rencananya akan berangkat pada November 2021 dan Artemis II akan berangkat pada tahun 2023.

Nah, astronot Kaada ini akan berpartisipasi pada program Artemis II. Kanada saat ini hanya memiliki empat astronot yang aktif. Keempat astronot tersebut sudah melakukan banyak latihan untuk bersiap pada misi Artemis II.

Baca Juga: Pangkalan Astronot di Bulan Menggunakan Material Urine

Kandidat Astronot Kanada yang Pertama

Memang sampai saat ini astronot pertama ini belum dipilih secara resmi. Tetapi ada empat kandidat dalam pemilihan tersebut. Keempat orang ini yang akan terbang ke bulan dengan membawa misi berharga.

Keempat astronot tersebut adalah Jeremy Hansen, Jenni Sidey-Gibbons, David saint-Jacques, dan Joshua Kutryk. David Saint-Jacques merupakan astronot yang pernah terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional pada tahun 2018. Sehingga tak heran kualitas mereka sudah memadai untuk mengikuti misi tersebut.

Astronot ini akan menjalankan misi dalam 10 hari perjalanan mengelilingi bulan. Kerjasama ini adalah sejarah yang panjang bagi Kanada dan Amerika Serikat dalam misi luar angkasa.

Itulah informasi terkait astronot pertama Kanada yang akan ikut pada misi Artemis tahun 2023. Setelah penentuan nanti, harapannya misi bisa berjalan dengan baik. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img