Dakwah Nabi Muhammad SAW pada Periode Mekah

Dakwah Nabi Muhammad SAW Pada Periode Mekah
Ilustrasi dakwah nabi Muhammad. Foto: masrafli.com

Dakwah Nabi Muhammad SAW berisikan ajakan kepada semua umat agar meninggalkan kejahiliyahan. Sehingga menjadi umat yang percaya akan kebenaran adanya Allah SWT.

Ajaran yang Rasul sampaikan agar bisa mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dakwah yang Rasul lakukan tidaklah semudah seperti yang anda bayangkan.

Ada banyak rintangan yang menghadang hingga menuju kemenangan. Dalam agama Islam terdapat dengan adanya Nabi yang bertugas sebagai utusan Allah SWT agar bisa menuntun umat ke jalan yang benar.

Rasulullah SAW merupakan nabi terakhir yang menjalankan dakwah Islam dan mengajarkannya pada umat. Nabi Muhammad mulai menjadi seorang rasul pada tanggal 17 Ramadhan atau 13 tahun sebelum hijrah.

Usia Nabi Muhammad saat itu 40 tahun. Rasul memiliki sejarah dakwah pada periode Makkah. Nabi Muhammad SAW menjadi seorang rasul dengan ditandai turunnya malaikat Jibril.

Turunnya malaikat Jibril karena menyampaikan tugas untuk Rasulullah. Dengan turunnya wahyu pertama yaitu surah Al-‘Alaq ayat 1-5. Turunnya wahyu pertama ini kini menjadi hari yang selalu diperingati dengan nama Nuzulul Qur’an.

Selama perjalanan dakwah, Nabi Muhammad SAW berangsur-angsur menerima wahyu berupa ayat Al-Qur’an. Bahkan selama dakwahnya Rasul sudah menerima wahyu Allah sejumlah 4726 ayat.

Terdiri dari 89 surah dan yang turun pertama kali yaitu surah Al-Muddatsir ayat 1-7 yang turun setelah wahyu pertama. Kegigihan dan ketaqwaan Rasulullah kini berhasil dan berujung pada kemenangan.

Namun, ajaran Rasul terus berjalan sampai wafat. Ajaran yang Rasul berikan pun penuh halangan, bahkan tidak bisa semua menerimanya dengan mudah oleh kaumnya.

Baca juga: Hal yang Membatalkan Shalat Agar Tidak Sia-Sia Ibadahnya

Dakwah Nabi Muhammad SAW

Sejak awal Rasulullah memiliki tugas dari oleh Allah SWT untuk menyampaikan kebenaran ajaran agar mengakui adanya keesaan Allah SWT. Setelah turunnya wahyu pertama, berlanjut dengan wahyu berikutnya.

Surah Al-Mudatsir menjadi wahyu kedua yang berisi perintah agar Rasul melakukan ajaran atau menyiarkan agama Islam ke seluruh umat manusia.

Adapun isi dari ajaran yang berlaku yaitu mengajarkan keesaan Allah SWT, hari kiamat, kesucian jiwa, hingga persaudaraan dan persatuan.

Seruan dakwah Rasul semakin membuktikan bahwa Rasul bersungguh-sungguh dalam mengajarkan agama Islam pada umat manusia. Selama kurang lebih 13 tahun Rasul melakukan dakwahnya di kota kelahiran yaitu Makkah.

Sedangkan 10 tahun yang selanjutnya berada di Kota Madinah al-Munawwaroh. Waktu itu dakwah yang dilakukan Rasul secara sembunyi-sembunyi.

Sehingga penyampaian dakwahnya tidak semudah yang anda gunakan. Justru orang-orang yang sudah terbiasa dengan Rasulullah merahasiakan pesan yang Rasul sampaikan.

Dakwah Nabi Muhammad SAW Secara Sembunyi-Sembunyi

Rasulullah melakukan usahanya dengan sembunyi-sembunyi untuk mengajarkan ajaran agama Islam. Beberapa tahun kemudian saat berada di kota Mekah, Nabi Muhammad SAW terus berusaha menjalankan dakwahnya.

Adapun tujuan yang bisa disampaikan dalam dakwahnya di Kota Makkah yakni mengajarkan pada masyarakat untuk meninggalkan kejahiliyahnya.

Sehingga akan mengakui adanya agama Islam, mulai dari beberapa jenis. Antara lain agama, moral, dan hukum, sehingga menjadi pilihan tepat pada siapapun yang tidak bertaat.

Penyampaian dakwah Nabi Muhammad sekaligus mengamalkan, hingga dapat umat kerjakan dalam kehidupan sehari-hari. Agar bisa tercapai tujuan, Rasulullah melakukan metode dakwah secara sembunyi dan terang-terangan.

Hal ini bertujuan agar bisa menyampaikan sampai ke semua masyarakat Islam. Dakwah yang dilakukan secara sembunyi sembunyi tersebut menyerukan agama Islam kepada kerabat, sahabat, dan orang sekitar Rasulullah.

Baca juga: Adab Makan dan Minum Sesuai Ajaran Islam, Muslim Wajib Tahu

Dakwah Nabi Muhammad SAW Secara Terang-Terangan

Selain menjalankan dakwahnya melalui cara sembunyi-sembunyi, Rasulullah juga melakukannya secara terang-terangan. Dakwah yang satu ini mulai sejak tahun ke-4 kenabian setelah turunnya wahyu untuk melakukannya.

Dengan adanya cara dakwah ini, mulai muncul berbagai pertentangan. Langkah pertama yang Rasul lakukan yaitu dengan mengumpulkan kaum kerabat Bani Hasyim dalam jamuan makan.

Saat itulah sekaligus ajaran agama mulai berjalan. Setelah itu, barulah Rasulullah mulai mengajak para penduduk Mekah untuk berkumpul di Bukit Shafa. Rasulullah menyampaikan dakwahnya kepada penduduk Mekah.

Rasulullah tidak langsung berhasil mengajak penduduk masuk Islam. Namun, ada juga yang melakukan penolakan dan menentang. Namun, dengan kegigihan dan ketaqwaan Rasul, ajaran Islam mulai berkembang.

Sehingga dakwah Nabi Muhammad SAW terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Semua Rasul lakukan dengan perintah Allah SWT melalui wahyu yang turun secara berangsur-angsur. (Muhafid/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid