Doa Kedua Orang Tua, Dapatkan Keutamaan Memanjatkannya

Doa Kedua Orang Tua, Dapatkan Keutamaan Memanjatkannya
Ilustrasi doa kedua orang tua. Foto: sahrulmunir.com

Doa kedua orang tua memiliki keutamaan yang penting bagi umat Islam. Namun, sebenarnya hal ini juga diajarkan pada semua umat agama apa saja.

Memanjatkan doa untuk keduanya dengan ikhlas dapat memberikan keberkahan dan pahala. Sebagai anak yang berbakti, tentu hal tersebut menjadi hal yang wajib untuk dilakukan.

Hal ini sudah menjadi bagian penting yang bisa anda lakukan setiap saat. Orang tua memiliki peranan yang cukup penting untuk anak-anaknya.

Mulai dari merawat, mendidik, mengajar, hingga membiayai kebutuhan agar bisa hidup baik. Selain itu, mendidik agar anak bisa bertanggungjawab kelak dewasa nanti.

Karena peranan dan tanggungjawabnya yang begitu berpengaruh pada anak, membuat doa menjadi hadiah terbaik untuk anda berikan. Sebab doa menjadi salah satu cara yang bisa anda lakukan untuk bisa membalas jasanya.

Bahkan untuk orang tua yang sudah meninggal sekalipun. Tidak hanya itu saja, masih banyak hal yang bisa anda lakukan untuk membalas jasanya meski hanya sedikit.

Baca juga: Fungsi Masjid pada Zaman Rasulullah, Untuk Kegiatan Kemasyarakatan

Dengan cara membantunya, menyayangi, bahkan tidak selalu membuatnya sedih menjadi hal yang bisa membanggakan. Buatlah orang tua selalu dalam keadaan senang dan bangga.

Anda bisa berikan doa terbaik untuknya setiap saat. Bahkan untuk anda yang orang tuanya sudah meninggal, hal ini menjadi jalan satu-satunya cara berbakti padanya.

Doa kedua orang tua akan diterima oleh Allah SWT dan menjadi pahala bagi anda. Doa juga mencerminkan rasa cinta kasihnya terhadap ayah dan ibu.

Hal ini juga sudah diperintahkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW untuk berbakti kepada orang tua. Dalam kondisi apapun memberikan doa kepada orang tua bisa anda lakukan, terutama setelah shalat.

Keutamaan Memanjatkan Doa Kedua Orang Tua

Doa yang selalu anda panjatkan kepada ayah ibunya menjadi hadiah terindah yang tidak bisa tergantikan dengan apapun. Selain itu, dengan mengucapkannya setiap saat, anda bisa memperoleh pahala yang besar.

Adapun amalan ini bisa dipanjatkan untuk keduanya kapan saja. Bunyinya yaitu:

Dari sini sudah terlihat jika anak memberikan permohonan kepada Allah SWT untuk mengampuni dosa orang tua dan menyayanginya.

Berikut ini ada beberapa keutamaan yang bisa anda panjatkan untuk kedua orang tua. Keutamaan yang mulia ini antara lain:

Mendapatkan Ridha Allah SWT

Keutamaan memanjatkan doa kedua orang tua yang pertama yaitu mendapatkan ridha dari Allah SWT. Ada hadist yang menjelaskan tentang hal ini.

Isi dari hadist yang riwayat HR. Thabrani yaitu:

Dari hadist diatas dapat kesimpulan jika mendapatkan ridha Allah ada pada ridha orang tua. Maka dari itu, sebaiknya jangan sia-siakan untuk meraihnya dengan cara meminta restu pada ibu dan ayah.

Perilaku yang Dicintai Allah

Doa kedua orang tua yang anda panjatkan juga menjadi perilaku yang Allah SWT cintai. Menghormati dan memuliakan ibu dan ayah menjadi hal terpuji. Sebagaimana yang sudah tertulis dalam hadist riwayat HR. Mutaffaqun alaih.

Isi dari hadist tersebut intinya jika amalan yang paling Allah cintai yaitu shalat tepat waktu, berbakti kepada orang tua, dan jihad di jalan Allah.

Baca juga: Hikmah Perilaku Jujur dalam Kehidupan Sehari-Hari, Biasakan Sejak Dini!

Murah Rezeki

Dengan memanjatkan hal tersebut, insyaAllah akan mudah dalam meraih pintu rizki. Bentuk rezeki tidak hanya berupa materi saja.

Namun, nikmat sehat menjadi rezeki terbesar yang patut anda syukuri. Maka dari itu, selalu usahakan untuk memanjatkan doa untuk keduanya.

Hal ini juga sudah tampak jelas pada penjelasan surah Luqman:14. Isi dari penjelasan surah tersebut yaitu perintah Allah SWT untuk berbakti kepada ibu dan bapak. Sebab ibu sudah mengandung dalam keadaan lemah dan menyapih dalam waktu 2 tahun.

Maka bersyukurlah kepada Allah SWT dan kedua ibu bapak karena hanya kepada Sang Pencipta semua kembali. Semua akan mendapatkan pahala dari keutamaan doa kedua orang tua. (Muhafid/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid