Efek Rumah Kaca dan Aktivitas Ramah Lingkungan untuk Mengatasinya

Efek Rumah Kaca dan Aktivitas Ramah Lingkungan Untuk Mengatasinya
Ilustrasi. Efek Rumah Kaca. Foto: Ist/Net

Efek rumah kaca merupakan masalah yang sangat merisaukan. Rumah kaca adalah bangunan berbentuk rumah yang seluruhnya terbuat dari kaca. Bangunan ini biasanya berguna untuk bercocok tanam.

Orang-orang Barat biasanya menggunakan rumah kaca karena mereka memiliki empat musim. Suhu pada rumah kaca akan terasa hangat walau musim dingin sedang berlangsung. Rumah kaca bekerja dengan cara menangkap cahaya matahari dan panas.

Efek dari adanya rumah kaca ini merupakan istilah untuk menggambarkan keadaan bumi. Sebab bumi juga memiliki efek yang seperti rumah kaca. Hal ini karena panas bumi terperangkap dalam atmosfer bumi.

Bumi dalam keadaan ini sangat tidak efektif dan kini semakin parah. Tentunya banyak penyebab yang bisa menimbulkan efek ini.

Pengertian Efek Rumah Kaca

Pada prinsipnya bumi sedang mengalami gejolak yang sangat berbahaya. Keadaan bumi sekarang tergambar seperti rumah kaca. Gas atmosfer bumi bisa menahan cahaya matahari yang merupakan gas rumah kaca.

Contoh yang paling dekat dengan kita adalah CO2 yang termasuk dalam salah satu gas rumah kaca. Tanpa adanya efek ini, suhu bumi mungkin hanya -18 derajat Celcius. Sehingga seluruh permukaan bumi akan tertutup oleh es.

Sebenarnya masalah ini juga memberikan banyak manfaat bagi kelangsungan hidup makhluk penghuni bumi. Namun, akan lebih baik apabila semua kebutuhan gas seimbang. Apabila konsentrasi rumah kaca terlalu banyak, tidak akan baik bagi keberlangsungan hidup.

Sebab gas rumah kaca yang semakin banyak terperangkap akan menyebabkan bumi semakin panas. Hal ini akan meningkatkan panas bumi setiap tahunnya.

Penyebab Efek Rumah kaca

Sadar atau tidak penyebab efek rumah kaca adalah aktivitas manusia. Sebab dalam menjalankan hidupnya, manusia banyak melakukan tindakan yang menghasilkan gas beracun. Berikut adalah penyebabnya:

Penebangan dan Pembakaran Hutan

Pohon sangat berguna bagi keseimbangan bumi. Sebab dengan adanya pohon mampu mengubah gas CO2 menjadi oksigen yang memberikan manfaat bagi kita. Akan tetapi, manusia sering khilaf dan menebangi pohon.

Biasanya penebangan ini bukan tanpa tujuan. Mereka memiliki tujuan untuk bercocok tanam. Namun, cara ini kurang tepat sebab akan mengurangi jumlah pohon yang mampu memberikan oksigen bagi kita.

Hasil pembakaran sisa-sisa penebangan ini akan menimbulkan gas rumah kaca. Tentu membakar hutan akan sangat berbahaya. Hal ini bisa meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca pada atmosfer.

Penggunaan Bahan Bakar Fosil

Penyebab efek rumah kaca berikutnya adalah penggunaan bahan bakar fosil. Dalam hal ini, misalkan minyak bumi dan batu bara.

Konsentrasi gas rumah kaca akan mudah meningkat pada atmosfer. Tentu saja ini merupakan akibat yang sangat mengganggu. Membuat bumi semakin panas karena banyaknya CO2 yang tidak terserap oleh pohon.

Pencemaran Laut

Penyebab berikutnya adalah adanya pencemaran laut. Biasanya pencemaran ini akibat dari ulah manusia yang dengan sengaja membuang sampah atau limbah ke laut. Ekosistem yang ada pada laut mulai rusak dan lama-kelamaan akan musnah.

Padahal pada fungsinya, laut mampu menyerap kadar CO2 yang besar dari bumi. Namun, karena ekosistemnya sudah terganggu, hal ini tidak akan maksimal. Dengan begitu, laut tidak akan bisa menyerap CO2 lagi.

Industri Pertanian

Lahan pertanian dengan skala besar tentu menggunakan pupuk yang sangat banyak. Tentu saja pupuk ini campur antara alami dan kimia. Padahal pupuk kimia mampu melepaskan gas nitrous oxide ke atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca.

Industri pertanian yang semakin berkembang tentu akan sangat meresahkan. Hal ini sangat berkaitan dengan keadaan bumi yang semakin menua. Tak hanya itu, populasi manusia juga semakin bertambah.

Limbah Industri dan Tambang

Perindustrian pasti membutuhkan pembuangan limbah. Terkadang limbah hanya mereka buang sembarangan. Misalnya pada pabrik semen, pupuk, dan penambangan batu bara.

Limbah yang terbuang akan naik ke atmosfer sehingga menambah panas bumi. Inilah yang akan mengganggu keadaan bumi semakin parah.

Limbah Rumah Tangga

Penyebab efek rumah kaca juga bisa karena adanya limbah rumah tangga. Biasanya pada limbah rumah tangga banyak terdapat gas metana dan CO2. Kedua gas ini akan mudah terikat oleh atmosfer bumi.

Industri Peternakan

Tak hanya industri besar saja yang bisa berakibat fatal pada bumi. Industri peternakan juga bisa menyebabkan hal yang mengganggu bumi. Misalnya pada peternakan sapi akan menghasilkan gas metana dan CO2.

Gas ini biasanya berasal dari kentut sapi. Apabila terikat oleh atmosfer akan berdampak pada bertambahnya panas bumi. Semakin banyak gas yang ada, maka hal ini akan semakin berbahaya bagi kelangsungan bumi.

Penggunaan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor

Kini kendaraan bermotor sudah tidak asing lagi. Bahkan semakin hari semakin bertambah. Hal ini tentu karena adanya kebutuhan seseorang dalam menggunakan kendaraan bermotor.

Padahal bahan bakar kendaraan bermotor merupakan penyebab efek rumah kaca. Sebab gas pembuangan ini akan menghasilkan gas CO, CO2, dan H2O. Gas-gas inilah yang sangat berbahaya apabila terserap oleh atmosfer.

Proses Terjadinya

Efek dari rumah kaca ini sebenarnya memiliki banyak manfaat bagi kelangsungan hidup makhluk bumi. Prosesnya pun secara alami dari bantuan sinar matahari. Atmosfer bumi tersusun dari empat lapisan yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, dan termosfer.

Ketika matahari memancarkan sinarnya, maka berlaku keadaan berikut:

Sebanyak 35 persen sinar tersebut tidak sampai ke permukaan bumi. Gelombang pendek yang berupa alfa, beta, dan gamma akan terserap oleh tiga lapisan atmosfer teratas. Sisanya akan terpantul kembali ke luar angkasa.

Sebanyak 65 persen sisanya akan masuk ke lapisan troposfer. Sejumlah 14 persen akan terserap oleh uap air, debu, dan molekul gas. Sedangkan 51 persen sisanya akan masuk ke permukaan bumi.

Sinar inframerah yang merupakan hasil pantul akan terserap oleh gas rumah kaca. Nah, sinar inilah yang akan menyebabkan naiknya suhu. Sehingga fenomena ini bernama efek rumah kaca.

Permasalahan saat ini adalah banyaknya kadar gas rumah kaca yang semakin meningkat. Hal ini tentu saja akibat ulah manusia yang semakin ceroboh dan serakah. Menyebabkan banyaknya sinar inframerah yang terperangkap oleh atmosfer bumi.

Dampak Bagi Kehidupan Bumi

Banyaknya gas rumah kaca tentu akan menimbulkan berbagai masalah. Berikut adalah dampak semakin meningkatnya sinar inframerah pada atmosfer:

Suhu Permukaan Bumi Meningkat

Efek rumah kaca merupakan pemicu adanya pemanasan global. Semakin meningkatnya gas rumah kaca, akan menyebabkan suhu bumi semakin panas. Kelangsungan hidup tentu akan semakin terganggu.

Mencairnya Es Kutub

Apabila suhu bumi mengalami kenaikan, tentu akan berdampak pada es yang ada di kutub. Bumi yang semakin panas akan menyebabkan es tersebut mencair.

Merusak Ekosistem

Efek rumah kaca akan mengakibatkan suhu bumi meningkat. Hal ini tentunya adalah ancaman bagi makhluk hidup. Mereka yang tidak bisa beradaptasi perlahan akan punah.

Jika kebutuhan ekosistem banyak yang punah, tentu saja tidak seimbang. Hal ini yang mengakibatkan rusaknya ekosistem. Habitat makhluk hidup tidak akan berjalan sesuai semestinya.

Cara Mengatasi Bumi yang Semakin Rusak Akibat Gas Rumah Kaca

Setelah mengetahui dampak buruk yang akan ditimbulkan. Sekarang harus mengetahui cara mengatasinya agar tidak berakibat fatal. Berikut adalah caranya:

Hemat Energi Listrik

Cara yang pertama adalah menghemat penggunaan energi listrik. Hal ini akan mengurangi pemakaian batu bara yang menimbulkan emisi gas rumah kaca. Sehingga bisa ramah lingkungan walaupun tidak terlalu banyak.

Menggunakan Pupuk Organik

Cara mengatasi efek rumah kaca berikutnya adalah beralih dari anorganik ke pupuk organik. Tak hanya mengurangi emisi, tanaman juga akan tumbuh lebih subur dan berkualitas. Hal ini tentu akan menguntungkan bagi para petani yang memiliki industri besar.

Menggunakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Penggunaan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi lama-kelamaan akan mengganggu kesehatan bumi. Agar lebih nyaman dan aman, alangkah baiknya menggunakan energi alternatif. Kini banyak manusia yang sudah berupaya mengolah bahan bakar alternatif.

Misalnya kini sudah ada mobil listrik yang tidak menggunakan bensin. Hal ini lebih ramah lingkungan dan tentunya aman. Sehingga tidak menghasilkan polutan yang berbahaya bagi lingkungan.

Nah, itulah informasi tentang efek rumah kaca yang berbahaya bagi bumi. Dengan mengetahuinya, bisa sebagai pembelajaran dalam bertindak dan mengambil langkah yang tepat untuk mencegah. Pencegahan sejak awal akan memberikan banyak keuntungan bagi manusia dan kehidupan bumi. (R10/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara