Gejala Penyakit Muntaber pada Anak, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Gejala Penyakit Muntaber pada Anak, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Kenali gejala penyakit muntaber. Foto: Ist/Net

Gejala penyakit muntaber pada anak bersifat sangat khas, yaitu buang air yang disertai muntah-muntah. Penyebab muntaber umumnya karena jajanan sembarang dan cara mengatasinya harus cepat agar tidak terjadi dehidrasi.

Seperti namanya, penyakit muntaber adalah kepanjangan dari muntah dan berak. Pada dasarnya penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan dari usia berapa pun. Namun tak sedikit kasus penyakit ini yang terjadi pada anak-anak.

Nama muntaber sebenarnya merupakan istilah dari masyarakat untuk menunjuk penyakit gastroenteritis. Gastroenteritis itu sendiri, menurut Wikipedia, merupakan penyakit yang terjadi karena adanya peradangan pada saluran pencernaan.

Dari istilahnya saja, gastroenteritis terbagi dalam beberapa kata yaitu gastro yang berarti lambung, entero yang artinya usus kecil, dan itis atau peradangan. Karena itu gangguan ini terjadi pada lambung dan usus kecil.

Gejala muntaber bersifat khas yang merupakan kombinasi dari muntah, diare, dan timbulnya rasa sakit dan kejang pada bagian perut. Penyakit ini juga kadang disebut sebagai flu perut, flu lambung, stomach bug, atau stomach virus.

Gejala Penyakit Muntaber pada Anak-anak

Penyakit muntaber termasuk berbahaya karena bisa menyebabkan terjadi dehidrasi. Nah, berikut ini berbagai gejala penyakit muntaber pada anak-anak yang sebaiknya Anda waspadai dan bisa memberikan penanganan dengan cepat.

Diare yang Parah

Muntaber sering orang menyamakannya dengan penyakit diare. Hal ini karena penderita atau anak akan buang air besar dengan frekuensi yang sangat sering. Namun feses yang keluar biasanya sangat lembek atau bahkan sering berbentuk cairan.

Banyaknya cairan yang keluar ini akan menyebabkan anak menderita kekurangan cairan tubuh dan kondisi yang lemas. Karena itu penting memberikan minuman untuk mencegah ancaman dehidrasi.

Gejala muntaber lainnya yang juga sering terjadi adalah demam yang tinggi, sakit kepala, dan tubuh yang tak bertenaga. Namun terganggunya pencernaan tak jarang membuat penderitanya berkurang nafsu makannya.

Mual dan Muntah

Karena penyakit ini juga menyerang lambung, gejala penyakit muntaber yang juga khas adalah mual dan muntah-muntah. Karena itulah masyarakat menyebutnya sebagai muntaber.

Terjadinya infeksi dalam perut karena bakteri tak jarang menyebabkan terjadinya mual yang berat. Bahkan muntah yang terjadi sering menyebabkan anak-anak atau orang yang menderita mengalami kekurangan cairan.

Yang membuat kondisi semakin parah adalah saat kita memberikan makanan atau minuman maka akan segera keluar lagi. Karena itu ancaman terbesar penyakit muntaber pada anak-anak adalah ancaman dehidrasi yang berat.

Demam Tinggi

Gejala penyakit muntaber lainnya adalah timbulnya demam dan tubuh terasa dingin. Sebagian orang menduga tanda ini sebagai gejala penyakit flu sehingga sering mengonsumsi obat flu untuk mengatasinya.

Demam pada muntaber biasanya berlangsung agak lama. Suhu tubuh yang meningkat tinggi akan menyebabkan tubuh mengigil. Jika kondisi tak segera membaik sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Sakit Kepala

Berbeda dengan sakit kepala biasa, pada penderita muntaber rasa sakit ini lebih sering berupa pusing dengan kepala terasa seperti sering berputar. Kondisi ini terutama karena tubuh mulai kekurangan cairan.

Gangguan sakit pada kepala ini tidak mudah sembuh meskipun sudah minum obat. Hal ini karena sumber penyakitnya belum teratasi. Jika kondisi semakin parah sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Kram pada Perut

Perut yang terasa sakit memang merupakan gejala penyakit muntaber yang sebaiknya Anda waspadai. Apalagi jika rasa sakit ini disertai dengan kram perut yang membuat perut terasa seperti melilit dan menyakitkan.

Rasa sakit perut merupakan akibat peradangan pada lambung atau usus kecil. Jika penyakit ini melanda anak-anak atau lansia akan menyebabkan penderitanya sangat menderita. Tak jarang bila kondisi ini terjadi akan diikuti dengan mual dan muntah.

Nafsu Makan Menurun

Gangguan pada sistem pencernaan akan memicu menurunnya nafsu makan. Kondisi ini juga bisa terjadi karena tubuh kekurangan cairan. Padahal saat sedang sakit tubuh membutuhkan asupan nutrisi untuk memulihkan imunitasnya.

Tak sedikit gejala penyakit muntaber pada anak-anak yang menyebabkan anak kehilangan nafsu makan. Jika kondisi semakin parah akan menyebabkan badan semakin lemah dan berat badan anak semakin menurun.

Kulit Kering dan Kurang Elastis

Tanda lainnya yang kadang juga terlihat adalah perubahan pada kult tubuh dan wajah. Kurangnya cairan membuat kulit terlihat kering dan tidak elastis. Apalagi jika muntah dan diare berlangsung dengan frekuensi yang tinggi.

Selain hilangnya banyak caran, tubuh juga kurang mendapat asupan makanan atau minuman yang bernutrisi. Namun jika ini terjadi memperlihatkan bahwa kondisi tubuh perlu mendapat perawatan medis yang efektif.

Jarang Buang Air Kecil

Yang menarik dari gejala penyakit muntaber adalah berkurangnya kebutuhan untuk buang air kecil. Meskipun diare menyebabkan buang air besar berkali-kali namun penderita justru semakin jarang buang air kecil.

Namun kondisi ini wajar karena tubuh yang kekurangan cairan. Akibatnya, kebutuhan untuk kencing pun akan sangat menurun. Mungkin tak sedikit kasus diare terjadi tanda semacam ini sehingga perlu Anda kenali.

Tubuh Mudah Lemas

Gejala penyakit muntaber lainnya adalah tubuh yang mudah lemas. Bahkan terkurasnya cairan tubuh membuatnya kehilangan semangat. Tubuh yang lemah dan mudah lemas membuatnya lebih senang tiduran.

Kondisi ini sebenarnya berantai dengan gejala muntaber lainnya seperti hilangnya nafsu makan sehingga untuk makan saja kesulitan. Bahkan tak jarang makanan yang masuk akan segera keluar lagi.

Mengalami Halusinasi

Gejala muntaber yang tak kalah seriusnya adalah saat penderita atau anak-anak mengalami halusinasi. Sebenarnya gejala ini serupa saat seseorang tengah berada di padang pasir dan mengalami kekurangan cairan.

Jika anak atau penderita sudah mengalami kondisi yang demikian, maka sudah waktunya melakukan perawatan di rumah sakit. Terlambat menangani penderita yang mengalami dehidrasi hebat bisa berbahaya.

Faktor Penyebab Muntaber

Selain penting untuk mewaspadai adanya gejala penyakit muntaber, penting juga mengenal faktor yang menyebabkannya. Berikut ini berbagai penyebab muntaber yang sebaiknya Anda tahu.

Jajan Sembarangan

Faktor lain penyebab muntaber karena bakteri atau parasit masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman. Kasus ini banyak terjadi pada anak-anak yang sering jajan sembarangan. Sehingga makanan yang telah terkontaminasi masuk ke dalam perut.

Faktor Lingkungan

Begitu juga dengan makanan atau minuman yang memasaknya dengan cara yang tidak benar atau menggunakan air yang sudah terkontaminasi bakteri. Kontak langsung dengan penderita juga bisa menyebabkan penularan bakteri atau parasit ini.

Selain sumber air yang terkontaminasi, bakteri muntaber juga tak sedikit yang hidup pada perairan pantai tropis atau menempel pada kerang. Karena itu sangat penting untuk memasak semua makanan dan minuman dengan benar.

Keracunan Makanan

Banyak kasus diare yang terjadi karena keracunan makanan. Jika makanan tersebut mengandung bakteri muntaber, maka biasanya akan diikuti dengan gejala penyakit muntaber berupa muntah-muntah.

Penanganan segera saat anak mengalami diare adalah dengan memberikan cairan oralit untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Namun untuk memastikan faktor penyebab penyakit muntaber sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Infeksi Virus

Umumnya penyakit muntaber yang terjadi pada anak-anak karena infeksi akibat serangan virus. Pada kasus anak-anak kebanyakan karena serangan virus rotavirus. Sedangkan orang dewasa karena norovirus dan Campylobacter.

Virus muntaber mudah menyebar pada berbagai media. Karena itu sangat penting menjaga kebersihan diri, termasuk dengan sering mencuci tangan khususnya setelah bepergian.

Cara Mengatasi Muntaber pada Anak

Setelah mengetahui berbagai gejala penyakit muntaber, orang tua bisa melakukan sejumlah langkah penanganan darurat untuk mengatasi anak-anak yang mengalami penyakit ini. Berikut ini beberapa cara mengatasi muntaber pada anak.

Minum Larutan Oralit

Seperti hanya pengobatan untuk penyakit diare, jika anak mengalami muntaber juga penting bagi orang tua untuk memberikan larutan oralit. Obat yang bisa Anda buat sendiri ini efektif untuk mencegah risiko dehidrasi.

Jika tidak ada oralit Anda juga bisa membuat larutan dari garam. Siapkan saja air hangat yang telah masak dan masukkan 1 gram garam dapur dan aduk rata. Minumkan pada anak yang sedang sakit.

Bawang Putih

Bumbu dapur yang satu ini terkenal sebagai herbal yang ampuh mengatasi sejumlah penyakit. Termasuk infeksi usus kecil yang menyebabkan gejala penyakit muntaber seperti sakit perut, diare dan sering buang air besar.

Daun Jambu Biji

Masyarakat kita telah lama memanfaatkan daun jambu biji untuk mengobati muntaber. Daun herbal ini bersifat anti bakteri yang berguna meredakan serangan virus yang menyerang lambung atau usus kecil.

Untuk membuatnya Anda rebus 5-7 lembar daun jambu biji yang telah Anda bersihkan dengan air secukupnya. Setelah matang lalu saring dan tambahkan madu sedikit. Minumkan pada anak yang sakit.

Air Kelapa

Bahan alami yang juga sangat baik untuk meredakan gangguan sistem pencernaan adalah dengan minum air kelapa. Air kelapa merupakan cairan elektrolit yang bersifat anti bakteri dan ampuh untuk mengatasi diare.

Baik orang dewasa maupun anak-anak bisa mengonsumsi air kelapa ini. Anda bisa membelinya di pasar agar bisa segera memberikannya pada anak yang sakit sebagai pengobatan darurat.

Itulah berbagai gejala penyakit muntaber yang sebaiknya Anda kenali sejak dini. Dengan mengetahui tanda yang ada dan penyebabnya, ada banyak cara mengatasi muntaber yang bisa Anda lakukan, khususnya dengan bahan alami. (R11/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara