Hayabusa2 Pulang ke Bumi, Membawa Sampel Asteroid Kuno Ryugu

Hayabusa2 Pulang ke Bumi
Ilustrasi Hayabusa2 Pulang ke Bumi. Foto: Ist/Net

Hayabusa2 pulang ke Bumi. Pesawat ruang angkasa milik Jepang dikabarkan tengah melakukan perjalanan menuju Bumi dengan membawa dua sampel dari asteroid purba, Ryugu untuk mereka teliti. Misi yang mereka lakukan melalui pesawat Hayabusa2 tersebut memiliki jadwal kepulangan pada 5 Desember pekan ini.

Hayabusa2 Pulang ke Bumi

Melansir wired.com, kepulangan kapsul sampel Hayabusa2, yakni pesawat luar angkasa milik Jepang akan segera meluncur. Pesawat ini telah menjalankan misi sekitar 6 tahun untuk menembak asteroid purba serta mengambil sampelnya.

Apabila kapsul selamat dari penurunannya, maka muatan batuan antariksa yang masih asli akan membantu ilmuwan dalam memahami awal terjadinya tata surya.

Mulai dari awal pembentukan meteorit hingga petunjuk munculnya kehidupan yang ada pada planet ini. JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency) menyebutkan jika pembakaran mesin terjadi pada pukul 10.05 waktu Jepang atau pukul 08.05 WIB.

Kemudian untuk kecepatan awal keberangkatan pesawat Hayabusa2 pulang ke Bumi sekitar 9,2 cm atau 3,6 inci per detiknya. Lepas landas tersebut menghabiskan waktu lima hari untuk usaha keluar dari lingkungan penuh gravitasi Ryugu.

Selama waktu inilah pesawat Hayabusa2 menyajikan pengamatan perpisahan terhadap Ryugu. Selanjutnya, perjalanannya menuju Bumi akan memakan waktu kurang lebih 13 bulan.

“Ini adalah perpisahan yang menyedihkan untuk ucapan selamat tinggal bagi Ryugu,” ucap Yuichi Tsunda dari JAXA pada saat briefing melalui pusat kendali untuk misi pesawat ruang angkasa tersebut.

“Ryugu telah menjadi pusat hidup kami adalah satu setengah tahun ini,” imbuhnya.

Baca Juga: Asteroid 2020 WD5 Batuan Raksasa yang Mendekati Bumi, Ini Ukurannya!

Misi Hayabusa2

Misi Hayabusa2 pulang ke Bumi yang sebenarnya dari Hayabusa adalah mengembalikan sampel batuan luar angkasa menuju Bumi pada 2010 melalui misi Hayabusa1.

Wahana atau kapsul yang pertama tersebut mengambil sampel pada interior Ryugu dengan melakukan tembakan peluru tantalum ke batuan. Kemudian, menjatuhkan muatan dengan ledakan yang dapat melubangi wilayah sebesar 20 meter pada permukaan asteroid.

“Ryugu merupakan peninggalan pada saat pembentukan tata surya kita. Permukaan tersebut telah berubah pada jutaan hingga miliaran tahun yang lalu karena paparan radiasi kosmik. Akan tetapi, pada bagian dalam masih merupakan wujud asli. Dengan demikian, pengambilan sampel tersebut akan menjadi ilmu pengetahuan mengenai susunan planet sejak awal adanya alam semesta,” ujar JAXA.

Untuk keseluruhan misi dari Hayabusa nantinya akan bertindak untuk demonstrasi industri pertambangan pada ruang angkasa. Kemampuan dalam memperoleh sumber daya alam seperti besi, air, serta silikon pada tubuh asteroid ada kemungkinan penting untuk umat manusia kedepannya.

Selain misi Hayabusa2 pulang ke Bumi oleh JAXA, NASA juga tengah mempersiapkan misi yang sama. Mereka menerbangkan pesawat OSIRIS Rex yang saat ini tengah mengorbit pada asteroid Bennu dan nantinya akan melaksanakan misi pengambilan sampel.

Perjalanan Panjang Menuju Bumi

Pesawat luar angkasa Hayabusa2 akan meluncurkan mesin ion yang utama pada penghujung Desember 2020, yakni menempatkannya pada orbit untuk pulang ke Bumi.

Sama halnya dengan sistem Hayabusa1, pada Hayabusa2 pun sama mengeluarkan kapsul dengan diameter 40 cm ketika terbang mendekati Bumi pada Desember 2020. Sementara itu, Hayabusa akan tetap ada pada orbit matahari atau Flyby Post Earth.

Pesawat Hayabusa2 pulang ke Bumi ini pun masih mempunyai beberapa bahan bakar cadangan yang berupa xenon sebagai pendorong serta propelan sebagai bahan bakar tambahan yang mereka simpan.

Baca Juga: Asteroid 2020 WC4 Terdeteksi Mendekati Bumi, Inilah Ukurannya!

Kilas Balik Misi Hayabusa2

Pada 3 Desember 2014, Hayabusa2 meluncur di atas roket H-IIA dari kawasan Tanegashima Space Center. Hayabusa2 adalah pesawat yang membawa misi penerus Hayabusa1 yang menjelajahi batuan luar angkasa Itokawa pada tahun 2005.

Kemudian, misi Hayabusa2 membuat pendekatan ke Bumi (Flyby Earth) untuk memperoleh bantuan daya tarik atau gravitasi. Hal tersebut mereka lakukan pada 3 Desember 2015 sebelum akhirnya sampai di Ryugu pada bulan Juni 2018.

Pesawat Hayabusa2 ini mengungkapkan jika asteroid Ryugu mempunyai bentuk berlian kasar yang menyerupai asteroid Bennu.

Lalu, puncak dari misi tersebut pada 21 Februari 2019 yang menginjakkan kakinya pada asteroid Ryugu dan menembakkan peluru tantalum ke asteroid. Kemudian, melanjutkan pengumpulan material yang beterbangan melalui mekanisme pengambilan sampel.

Selanjutnya, Hayabusa2 mengerahkan beberapa marka untuk sasaran yang efektif. Lalu kembali menembakkan impactor (penabrak) dengan berat 2,5 kilogram atau 5,5 pon. Ini sebagai cara membuat lubang pada permukaan batuan kuno tersebut pada 5 April 2019.

Setelah itu, pesawat Hayabusa2 pulang ke Bumi ini membuat manuver untuk pengambilan sampel bagian bawah permukaan asteroid pada 11 Juli 2019. (R10/HR Online)

Editor: Jujang