Hormon pada Ibu Hamil, Jenis dan Pengaruhnya Terhadap Janin

0
1
Hormon pada ibu hamil, jenis dan pengaruhnya terhadap janin dan kondisi tubuh sang ibu. Foto: Ilustrasi/Net..
Hormon pada ibu hamil, jenis dan pengaruhnya terhadap janin dan kondisi tubuh sang ibu. Foto: Ilustrasi/Net..

Hormon pada ibu hamil berbeda jenisnya dengan hormon milik orang yang sedang tidak dalam keadaan mengandung. Jenis hormon yang ada pada ibu hamil pun beragam. Mulai dari hormon yang sudah ada sebelum kehamilan, sampai hormon yang hanya muncul saat sedang hamil.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa jenis hormon yang dimiliki ibu hamil, serta pengaruhnya terhadap kondisi tubuh sang ibu dan janinnya.

Hormon pada Ibu Hamil, Jenis dan Pengaruhnya

Human Chorionic Gonadotropin

Seorang wanita hamil akan mengalami peningkatan pada hormon Human Chorionic Gonadotropin-nya. Hormon HCG ini diproduksi pada bagian plasenta dan berperan untuk menguatkan kehamilan. Terlebih saat masih dalam usia kehamilan muda.

Pada umumnya, kadar peningkatan HCG ini berada dalam rentang usia kehamilan antara 10 sampai 12 minggu pertama.

Baca Juga : Mengenal Jenis-jenis Hormon dan Fungsinya pada Tubuh Manusia

Progesteron

Jenis hormon pada ibu hamil berikutnya yaitu hormon progesteron. Ini adalah salah satu hormon yang seringkali terdengar dan dikait-kaitkan dengan wanita hamil.

Ada beberapa ciri yang dapat menjadi tanda adanya peningkatan hormon progesterone, seperti kepala pusing yang terjadi akibat tekanan darah rendah, sembelit, mual, hingga mulas.

Kemudian, ciri lainnya yang dapat menjadi pertanda meningkatnya hormon progesterone adalah tumbuhnya rambut halus pada bagian payudara.

Beberapa peran hormon progesterone dalam kehamilan antara lain menjaga otot rahim agar tetap stabil dan rileks. Menjaga ketebalan dinding rahim, dan menjaga imunitas terhadap pertumbuhan si janin.

Estrogen

Hormon pada ibu hamil yang satu ini dimiliki oleh setiap wanita. Namun, saat wanita sedang dalam masa kehamilan, hormon estrogen akan mengalami peningkatan yang drastis.

Tanda adanya peningkatan hormon tersebut yaitu munculnya rasa mual, terlebih pada saat trimester pertama. Hormon estrogen ini berfungsi sebagai pembentuk pembuluh darah atau memperbaiki aliran darah. Selaim itu, juga memberi nutrisi serta mendukung perkembangan janin.

Baca Juga : Fungsi Hormon Adrenalin, Apa Efeknya Jika Kelebihan atau Kekurangan?

Oksitosin

Hormon bernama oksitosin adalah salah satu hormon pada ibu hamil. Biasanya hormon jenis ini hadir pada saat menjelang akhir kehamilan. Fungsinya untuk menstimulasi kelenturan leher rahin yang wanita hamil butuhkan pada saat proses melahirkan.

Hormon bernama oksitosin ini juga sangat bermanfaat untuk menstimulasi puting susu dalam proses produksi ASI (Air Susu Ibu).

Human Placental Lactogen

Saat seorang wanita hamil memasuki minggu keenam masa kehamilannya, plasenta dalam tubuh akan memproduksi sebuah hormon yang bernama Human Placental Lactogen atau HPL.

Hormon Human Placental Lactogen ini bermanfaat untuk mempersiapkan nutrisi yang janin butuhkan. Selain itu, hormon jenis ini juga berfungsi sebagai perangsang kelenjar susu pada payudara ibu hamil hingga masa menyusui.

Baca Juga : Manfaat Ikan Segar untuk Pertumbuhan Anak, Tingkatkan Kesehatan Otak

Prolactin

Jenis hormon yang terakhir adalah hormon bernama prolactin. Ini adalah jenis hormon pada ibu hamil berpengaruh terhadap produksi susu. Bagi seorang wanita hamil, hormon prolactin akan mengalami peningkatan hingga 20 kali lipat.

Peningkatan hormon prolactin yang begitu tinggi ini bertujuan untuk menyiapkan jaringan payudara untuk menyusui si bayi.

Selain itu, hormon prolactin juga dapat membantu dalam proses produksi ASI. Sehingga, ASI  yang dihasilkan menjadi lebih banyak dan melimpah.

Itulah beberapa jenis hormon pada ibu hamil berikut pengaruhnya, baik terhadap kondisi tubuh sang ibu maupun janinnya.

Semua jenis hormon tersebut memiliki manfaat yang sangat besar, baik untuk sang ibu ataupun si janin. Jika selama masa kehamilan Anda memiliki keluhan atau rasa tidak nyaman. Maka sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan kehamilan kepada bidan atau dokter kandungan setempat. (Eva/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah