Infografis: Memahami Perbedaan Tes Corona di Indonesia

Memahami Perbedaan Tes Corona di Indonesia

Memahami perbedaan dari tes untuk mendeteksi virus Corona saat ini wajib Anda perhatikan. Terlebih, bagi yang akan bepergian untuk liburan Natal serta Tahun baru.

Pasalnya, pemerintah kini memberlakukan kebijakan baru bagi Anda yang akan berlibur pada akhir tahun ini.

Jika sebelumnya pemerintah mewajibkan masyarakat membawa minimal hasil tes Corona yakini tes rapid. Akan tetapi, kini wajib menyertakan hasil dari tes rapid antigen Covid-19 ketika akan bepergian atau berlibur.

Adapun kebijakan tersebut yaitu wajib untuk mereka yang akan berlibur atau bepergian dengan menggunakan moda transportasi pesawat atau kereta api jarak jauh.

Sementara itu, Luhut Binsar Pandjaitan yang merupakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, menjelaskan alasan dari kebijakan baru tersebut.

Menurutnya, seperti HR Online kutip dari Kompas, Selasa (15/12/2020), bahwa tes rapid antigen mempunyai tingkat akurasi yang lebih baik ketimbang tes rapid antibodi.

Sebagai bahan informasi, bahwa di Indonesia sendiri sudah memberlakukan tiga jenis tes Corona. Antara lain, tes rapid antibodi, rapid test antigen dan tes swab atau PCR (polymerase chain reaction).

Sementara dari ketiga tes tersebut, yang paling tinggi tingkat akurasinya adalah tes swab atau PCR, sampai 99 persen. Meski memang untuk mendapatkan hasil dari PCR membutuhkan waktu 1-3 hari lamanya.

Sedangkan untuk tes rapid antigen keakurasiannya mencapai 92 persen dan memakan waktu 15 menit. Nah untuk rapid test antibodi hanya 60-70 persen dan memakan waktu 15 menit saja.

Untuk lebih jelas perbedaan dari ketiga tes Corona di Indonesia ini, Anda bisa lihat gambar yang ada di atas.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Desain : Adi Karyanto

Olah Data : Adi Karyanto