Selasa, Januari 18, 2022
BerandaBerita TerbaruJenis dan Penyebab Gempa Bumi Paling Sering Terjadi di Dunia

Jenis dan Penyebab Gempa Bumi Paling Sering Terjadi di Dunia

Jenis dan penyebab gempa bumi paling sering terjadi di dunia tidak semuanya sama. Begitu pula dampak yang timbul. Gempa bumi bukanlah peristiwa langka. Bencana alam yang berupa getaran tersebut tidak jarang memakan banyak korban.

Gempa bumi juga bisa terjadi kapan saja, terutama bagi daerah-daerah yang berpotensi munculnya bencana tersebut. Berdasarkan penyebab terjadinya, berikut ini jenis gempa bumi yang paling sering terjadi di dunia, seperti HR Online rangkum dari berbagai sumber.

Jenis dan Penyebab Gempa Bumi Paling Sering Terjadi

Gempa Bumi Vulkanik

Gempa bumi vulkanik merupakan jenis gempa yang paling sering terjadi. Penyebab bencana ini akibat adanya aktivitas dari gunung berapi. Gempa vulkanik hanya berpengaruh sekitar gunung berapi.

Terdapat dua jenis gempa bumi vulkanik, yaitu tektonik-vulkanik dan vulkanik jangka panjang. Yang menjadi penyebab gempa tektonik-vulkanik karena adanya aktivitas gunung berapi berupa letusan magma. Tekanan dari magma tersebut yang menyebabkan gempa bumi.

Baca Juga : Peristiwa Gempa Bumi Terdahsyat Sepanjang Sejarah Dunia

Sedangkan, penyebab gempa vulkanik jangka panjang akibat adanya perubahan tekanan yang terjadi pada lapisan bumi. Getaran yang timbul oleh gempa vulkanik jangka panjang bisa diprediksi di kemudian hari.

Sehingga, masyarakat yang berada sekitar gunung berapi bisa mempersiapkan untuk mengungsi agar selamat dari bencana tersebut.

Gempa Bumi Tektonik

Jenis dan penyebab gempa bumi yang paling sering terjadi berikutnya yaitu gempa bumi tektonik. Gempa ini terjadi karena adanya energi seismik yang besar. Kemudian membuat pergerakan pada lempengan tidak beraturan pada kerak bumi.

Energi seismik yang besar itu telah membuat tekanan untuk lempeng-lempeng tektonik, yang kemudian menyebabkan adanya patahan. Inilah yang membuat lempengan menjauh dan saling bertabrakan.

Guncangan tersebut merupakan gelombang energi dari aktivitas lempeng tektonik. Titik pusat gelombang penyebab guncangan tersebut yang bernama episentrum.

Baca Juga : Jenis Gempa Bumi Berdasarkan Kedalamannya, Mana Paling Dahsyat?

Gelombang episentrum bergerak berlawanan sehingga menimbulkan gempa bumi. Guncangan besar yang berasal dari dasar laut dinamakan tsunami.

Gempa Bumi Runtuhan

Gempa bumi runtuhan termasuk jenis dan penyebab gempa yang paling sering terjadi. Bencana ini timbul oleh ulah manusia. Jenis gempa runtuhan biasanya terjadi pada gua atau lokasi pertambangan.

Bencana ini terjadi karena adanya gelombang seismik yang besar pada saat melakukan aktivitas penambangan, seperti meledakkan batuan untuk membuka lahan tambang.

Ledakan itulah yang sering mengakibatkan runtuhan. Hal tersebut juga dapat menyebabkan tanah longsor karena adanya ledakan pada saat melakukan penambangan. Struktur tanah berubah, dan kemudian menimbulkan tanah longsor.

Gempa Bumi Tumbukan

Baca Juga : Ancaman Gempa Bumi dan Potensinya untuk Beberapa Tahun Kedepan

Selanjutnya, jenis dan penyebab gempa bumi tumbukan terjadi karena adanya benturan atau hantaman benda langit seperti asteroid, meteor. Benturan itu mengenai permukaan bumi dan menimbulkan getaran gempa.

Hasil dari gempa bumi tumbukan yaitu tercipta kawah atau lubang kecil maupun besar. Itu tergantung pada ukuran benda langit yang menghantam permukaan bumi.

Jenis gempa tersebut sangat jarang terjadi. Pada beberapa tahun terakhir ini tidak pernah ada kasus tentang gempa bumi tumbukan. Bahkan, bencana ini juga tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi.

Gempa Bumi Ledakan

Bencana gempa bumi buatan lainnya adalah gempa akibat ledakan. Gempa bumi ini terjadi karena adanya ledakan yang pada nuklir. Biasanya terjadi pada saat melakukan pengujian senjata nuklir.

Bom nuklir mengakibatkan ledakan yang besar. Ledakan pada nuklir melepaskan energi yang besar. Energi tersebut yang mengakibatkan gempa bumi.

Itulah jenis dan penyebab gempa yang paling sering mengguncang dunia. Bencana alam yang berupa getaran tersebut tak jarang memakan banyak korban jiwa. (Eva/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah

- Advertisment -