KBM Tatap Muka Tahun 2021 di Ciamis, Tim Verifikasi Cek Tiap Sekolah

KBM Tatap Muka Tahun 2021
Jumpa Pers Bidang Pendidikan tentang persiapan KBM tatap muka pada semester genap di Aula Setda Ciamis, Senin (28/12/2020). Foto : Ferry Ramdani/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Untuk mempersiapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada semester genap atau bulan Januari tahun 2021, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melakukan verifikasi ke setiap sekolah.

Verifikasi yang dilakukan hari ini, Senin (28/12/2020) tersebut, guna mengecek kesiapan sekolah untuk melaksanakan KBM tatap muka, di masa pandemi Covid-19.

“Tim verifikasi sudah bergerak ke setiap sekolah. Pengecekannya berupa melihat tentang penerapan protokol kesehatan. Yaitu, ketersediaanya masker, tempat cuci tangan dan jarak antar tempat duduk,” kata Plt Kepala Disdik Ciamis, H. Asep Saeful Rahmat, dalam Jumpa Pers Bidang Pendidikan di Aula Setda Ciamis, Senin (28/12/2020).

Lebih lanjut Asep menambahkan, tim verifikasi yang mengecek kesiapan KBM tatap muka ke setiap sekolah, meliputi Disdik dan Dinas Kesehatan. Selain itu, anggota K3S bagi SD, anggota MKKS bagi SMP, anggota PGRI, serta Satgas Covid-19

“Selain mengecek protokol kesehatan Covid-19. Nantinya, tim verifikasi juga akan mengecek kesiapan sekolah kurikulum dalam kondisi khusus. Apakah guru-gurunya sudah siap atau belum,” jelasnya.

Selain itu juga, ada beberapa indikator yang nanti tim verifikasi cek. Yakni, adanya rekomendasi dari komite sekolah tentang persetujuan orang tua siswa.

Jadi, setelah semuanya dicek oleh tim verifikasi, kemudian tim tersebut langsung merekomendasikan sekolah tersebut kepada disdik dan kepala daerah.

‚ÄúRekomendasi itu tentang siap atau belum siap melaksanakan KBM tatap muka,” ucapnya.

Setelah terverifikasi dan dinyatakan siap melaksanakan proses belajar tatap muka, kata Asep, tim verifikasi juga nantinya akan hadir dalam proses pembelajaran di sekolah.

Menurutnya, hal tersebut untuk berjaga-jaga, atau memastikan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan saat proses pembelajaran.

“Untuk kantin sekolah atau pedagang kaki lima di sekolah, saat ini belum diizinkan. Hal tersebut karena agar tidak terjadi kerumunan di wilayah sekolah,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto