Lubang Hitam Raksasa Hilang, Ilmuwan Berusaha Mencari Keberadaannya

Lubang Hitam Raksasa Hilang
Ilustrasi Lubang Hitam Raksasa Hilang. Foto: youtube.com

Lubang hitam raksasa hilang. Para ilmuwan pun bingung akan menghilangnya salah satu dari bagian alam semesta ini, yaitu lubang hitam (black hole). Dari pemaparan, lubang hitam supermasif tersebut ada dalam pusat galaksi Abell 2261.

Yang mana beratnya adalah 3 miliar sampai 100 miliar kali dari berat matahari dan menghilang begitu saja. Mulai dari penelitian hingga penggunaan instrumen canggih para ilmuwan lakukan demi mencari keberadaan black hole tersebut.

Lubang Hitam Raksasa Hilang

Mengutip Digital Trends, telah terdapat suatu kabar yang cukup mengherankan dari para ilmuwan astronomi. Menghilangnya lubang hitam (black hole) supermasif dalam pusat galaksi Abel 2261.

Peristiwa tersebut pun menjadi salah satu hal bertolak belakang tentang kondisi selama ini. Terdapat lubang hitam supermasif dalam hampir semua pusat galaksi. Kemudian, ukuran dari lubang hitam ini berskala sebesar galaksi tersebut.

Semakin besar ukuran galaksi, maka akan semakin besar pula ukuran dari black hole tersebut. Terdapat sebuah kasus tentang hilangnya Abell 2261, yang mana terletak pada jarak 2,7 miliar tahun cahaya.

Hal itu pun sempat diketahui bahwa pusat galaksi yang besar seharusnya mempunyai lubang hitam supermasif dengan ukuran yang sama besar.

Akan tetapi, sangat aneh saat para astronom tak bisa menemukan black hole supermasif tersebut dimanapun ia berada. Untuk pertanyaan tentang lubang hitam raksasa hilang yang bernama Abell 2261 tersebut, sampai saat ini menjadi pelajaran untuk sejumlah pihak.

Apalagi, selama bertahun-tahun yang lalu, Telescope Subaru, Observatorium Chandra X-Ray, dan juga Telescope Hubble tengah gencar mempelajari hal tersebut.

Baca Juga: Lubang Hitam Rakus dan Terbesar Paling Masif Ditemukan

Pendeteksian NASA

Dengan kasus hilang atau tidak terdeteksinya lubang hitam raksasa tersebut, NASA mengerahkan Teleskop Hubble serta Chandra X-Ray Telescope. Namun, mereka mengaku tidak dapat melacak keberadaan Abell 2261 alias lubang hitam supermasif.

“Meskipun mencari dengan teleskop tersebut, para astronom tak memiliki bukti jika lubang hitam yang diestimasi seberat 3-100 miliar kali berat matahari dapat ditemukan,” ujar NASA.

“Lubang hitam raksasa hilang ini harusnya ada di dalam galaksi yang besar itu. Dalam pusat kluster galaksi Abell 2261. Lokasinya sekitar 2,7 miliar tahun cahaya dari planet bumi,” lanjut NASA dalam situsnya.

Hampir semua dari galaksi yang besar memiliki lubang hitam pada pusatnya. Bahkan, dengan berat jutaan massa matahari. Lalu, penelitian dari West Virginia University mengungkapkan jika menghilangnya atau tidak adanya lubang hitam dalam galaksi tersebut karena memang tidak memproduksi sinyal X-ray yang dapat terdeteksi.

Sementara itu, para ahli astronomi pun telah meyakini jika terdapat lubang hitam yang berukuran raksasa dalam galaksi tersebut yang massanya lebih besar dari black hole yang ada dalam galaksi Bima Sakti. Sementara itu, lubang hitam yang ada dalam galaksi Bima Sakti ini memiliki massa sekitar 4 juta kali lipat dari massa matahari.

Baca Juga: Objek Misterius di Galaksi Bima Sakti Mendekati Lubang Hitam

Langkah Penelitian Selanjutnya

Para astronom telah mempublikasikan penelitian mereka tentang Lubang hitam raksasa hilang dalam sebuah jurnal American Astronomical Society. Halini oleh tim akademis dengan pimpinan ilmuwan Sarah Burke-Spolaor dari Universitas Virginia Barat.

Dengan begitu, mereka masih memiliki harapan untuk mencari keberadaan black hole supermasif tersebut. Pasalnya, pihak NASA sendiri akan mengoperasikan teleskop milik mereka dengan peralatan yang lebih canggih dari peralatan saat ini. Hal tersebut akan mereka lakukan sebentar lagi dalam waktu yang tidak begitu lama.

Teleskop yang mereka andalkan nantinya dalam memeriksa kembali serta mendeteksi keberadaan Abell 2261 adalah James Webb Space Telescope.

“Misteri dari lubang hitam raksasa hilang dan keberadaannya tersebut memang masih berlanjut. Meskipun pencariannya tidak sukses, namun harapan tetap ada untuk para astronom yang memburunya di masa depan. Apabila sudah meluncur, James Webb Space Telescope akan kemungkinan dapat mengungkap keberadaan Abell 2261 tersebut. Jika tidak bisa, maka penjelasan yang paling baik adalah lubang hitam tersebut mungkin sudah keluar dari pusat galaksi,” ujar NASA. (R10/HR Online)

Editor: Jujang