Lukisan Purbakala di Hutan Amazon Tersembunyi, Berusia 11.800 Tahun

Lukisan Purbakala di Hutan Amazon
Ilustrasi Lukisan Purbakala di Hutan Amazon. Foto: Ist/Net

Lukisan purbakala di hutan Amazon memiliki usia sekitar 11.800 tahun yang lalu. Ribuan lukisan kuno tersebut ditemukan pada batuan cadas yang menunjukkan jika penghuni hutan paling awal hidup dengan beberapa raksasa zaman es.

Karya seni tersebut merupakan salah satu karya seni paling besar yang pernah ada. Lukisan tersebut membentang sekitar 13 kilometer atau 2,5 mil dari tebing Kolumbia.

Dengan penemuan lukisan kuno tersebut, dapat memberikan pandangan atau gambaran kepada kita yang hidup zaman modern tentang bagaimana kehidupan manusia pada zaman pra sejarah.

Lukisan Purbakala di Hutan Amazon

Hutan Amazon rupanya menyimpan begitu besar karya seni yang menjadikannya sebagai karya seni terbesar di dunia. Penemuan ribuan lukisan kuno tersebut ada pada batuan cadas yang ilmuwan perkirakan memiliki usia sekitar 12.600 hingga 11.800 tahun yang silam.

Panjang dari bentangan karya seni tersebut mencapai 13 kilometer dari muka tebing Kolumbia. Kemudian, pada lukisan tersebut juga terdapat beberapa lukisan manusia paling tua yang kala itu berinteraksi dengan seekor hewan seperti mastodon.

Kumpulan dari berbagai lukisan kuno dengan warna merah cerah tersebut terpasang pada 12 panel serta menyajikan piktograf manusia, hewan, tumbuhan, cetakan tangan, pola geometris, hingga pada aktivitas perburuan.

Lukisan yang sangat fantastis ini ada dalam sebuah area hutan Kolumbia, tepi utara dari Amazon, yakni di Cerro Azul. Beberapa dari lukisan purbakala di hutan Amazon tersebut sangat tinggi. Jadi, ada kemungkinan untuk memerlukan tangga dalam usaha pengecatannya.

Baca Juga: Warga Pangandaran Temukan Batu Purbakala, Diduga Gigi Hiu Megalodon

Melihat Lebih Dalam Kehidupan Pra Sejarah Amazon

Pada lukisan kuno tersebut pun juga terlihat beberapa gambar binatang yang masih hidup sampai saat ini. Seperti kelelawar, aligator, monyet, dan juga kura-kura.

Akan tetapi, yang paling menarik oleh para peneliti yaitu lukisan yang hadir sebagai penggambaran realistis dari megafauna pada zaman es yang telah punah. Hal tersebut termasuk hewan mastodon serta kungkang raksasa.

“Lukisan purbakala di hutan Amazon tersebut memberikan kita gambaran yang memiliki kesan seperti masih hidup serta menarik mengenai komunitas ini. Hal ini sungguh sangat luar biasa untuk kita berpikir jika mereka bisa hidup secara berdampingan, melakukan perburuan, dan herbivora raksasa,” kata Mark Robinson, seorang anggota tim penemuan lukisan kuno.

Untuk tanah sekeliling tempat penemuan lukisan tersebut pun mereka gali. Selanjutnya, dari penggalian tersebut mereka menemukan sisa tanaman dan juga tulang-tulang.

Hal ini dapat mereka simpulkan jika komunitas tersebut adalah para pemburu dan juga pengumpul. Mark Robinson pun juga mengatakan jika penghuni hutan Amazon tersebut ada kemungkinan merupakan para pemakan buah palem, katak, ular, sampai armadillo.

Kemudian, para peneliti memperkirakan jika para pembuat lukisan purbakala di hutan Amazon ini memakai api untuk mengelupas permukaan tebing agar memperoleh permukaan yang lebih halus. Hal tersebut mereka lakukan agar dapat dengan mudah untuk melukis dan mengerjakan semuanya.

Lalu, para penemu dan peneliti lukisan ini mengatakan jika masih diberi kesempatan untuk menemukan mahakarya besar tersebut akibat batu yang menggantung dan melindungi tebing. Sehingga, lukisan tersebut masih terjaga, tidak lapuk, pudar, atau hilang karena usianya yang sangat tua.

“Adanya lukisan ini merupakan sebuah bukti yang spektakuler tentang bagaimana manusia zaman dahulu hidup. Mereka merekonstruksi tanah, melakukan pemburuan, memancing, serta bertani. Hal tersebut juga menunjukkan jika manusia kuno ini telah hidup bersama dan berdampingan dengan hewan-hewan raksasa,” kata Jose Iriarte, salah seorang tim peneliti.

Baca Juga: Sinopsis Film Jungle, Kisah Jelajah Hutan Amazon Penuh Misteri

Ribuan Lukisan yang Sangat Detail

Melansir dari Bussines Insider, Jose Iriarte mengatakan jika banyak sekali gambar atau lukisan purbakala di hutan Amazon yang sangat detail. Yang mana menunjukkan hal tak biasa saat zaman kuno semacam itu.

“Kuda zaman es mempunyai wajah yang sangat liar dan juga berat,” ucapnya.

“Begitu detailnya, sehingga kita pun dapat melihat sampai rambut kudanya. Menarik sekali,” lanjutnya.

Para peneliti atau ilmuwan menerbitkan study mengenai tiga situs sejak bulan April pada jurnal Quaternary International. Tetapi, Universitas Exeter telah merilis pernyataan jika penemuan lukisan purbakala di hutan Amazon tersebut bertepatan dengan liputan situs sebuah episode. “Misteri Hutan: Kerajaan yang Hilang Amazon”. Itu adalah sebuah serial dokumenter yang nantinya akan tayang di Inggris. (R10/HR Online)

Editor: Jujang