Rabu, Oktober 27, 2021
BerandaBerita TerbaruMatahari Buatan Korea Selatan Cetak Rekor, Dapat Menyala Lebih Lama

Matahari Buatan Korea Selatan Cetak Rekor, Dapat Menyala Lebih Lama

Matahari buatan Korea Selatan cetak rekor baru. Rekor dunia tersebut untuk plasma yang berkelanjutan dengan suhu tinggi melalui perangkat KSTAR atau Korea Superconducting Tokamak Advanced Research.

Mereka juga menyebut alat tersebut sebagai matahari buatan yang dapat mencapai temperatur panas lebih dari 100 juta derajat Celcius dalam waktu 20 detik.

Dengan keberhasilan para ilmuwan tersebut, Korea Selatan melalui KSTAR mencetak rekor sebagai pemegang rekor waktu terlama dengan suhu yang ekstrim.

Matahari Buatan Korea Selatan

Mengutip Express, KSTAR adalah salah satu reaktor dari fusi nuklir yang telah mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut dengan cara menggabungkan dua dari inti atom hingga menjadi lebih besar yang mana bisa mereka pakai sebagai pelepasan energi.

Berdasarkan proses itu, para ahli pun bisa membuat mesin yang dapat menghasilkan energi seperti energi dari matahari. Oleh sebab itu, reaktor jenis ini mereka dapat sebut sebagai matahari buatan.

KSTAR telah dilaporkan berhasil mencatatkan rekor dunia akan hal tersebut. Karena, para ahli tersebut sudah berhasil mempertahankan arus dari plasma dalam reaktor yang terus menyala dalam waktu 20 detik.

Pencapaian suhu dalam waktu tersebut yakni sekitar 100 juta derajat Celcius. Hal ini adalah sebuah pencapaian yang paling baru dari reaktor yang telah dikembangkan sejak beberapa tahun yang lalu untuk matahari buatan Korea Selatan tersebut.

Baca Juga: Penampakan Bintik Matahari Mengarah Ke Bumi, Simak Apa yang Terjadi!

Berhasil Memecahkan Rekornya Sendiri

Untuk percobaan yang sebelumnya, KSTAR pun pernah mencetak rekor dengan hasil suhu yang kurang lebih sama, akan tetapi hanya bertahan selama delapan detik saja.

Sebagai informasi, reaktor buatan Tiongkok juga telah mencapai hasil yang sama. Bahkan jauh lebih panas, yakni sekitar 150 juta derajat Celcius.

Akan tetapi, hanya mampu menyala dalam waktu beberapa detik saja. Kemudian untuk selanjutnya KSTAR mempunyai rencana membuat rekor atau catatan yang baru pada tahun 2025.

Dimana matahari buatan Korea Selatan tetap menyala dengan waktu yang lebih lama. Bahkan nonstop, selama lima menit dalam pencapaian suhu yang ekstrim. Matahari buatan Korea tersebut memakai medan magnet dalam menghasilkan serta menstabilkan plasma ultra-panas.

Dengan tujuan akhir untuk mewujudkan terhadap daya fusi nuklir sebagai salah satu sumber energi bersih yang memiliki potensi yang tak terbatas.

Dengan demikian, alat tersebut akan bisa mengubah cara manusia dalam memberikan daya untuk kehidupan. Hal tersebut berlaku jika dapat membuatnya menjalankan fungsi sebagaimana yang diharapkan.

Sebelum pada titik suhu 100 derajat ini, sebelumnya memang belum pernah mereka capai. Sehingga, matahari buatan Korea Selatan tersebut menjadi sebuah peningkatan secara substansial dari usaha mereka sebelumnya.

“Teknologi yang kami butuhkan dalam operasi jangka yang panjang dari plasma 100 juta derajat merupakan kunci realisasi dari energi fusi,” ucap Yoon Si-Woo, seorang fisikawan nuklir yang juga Direktur Pusat penelitian KSTAR pada KFE (Institut Energi Fusion Korea).

“Keberhasilan dari KSTAR ini dalam upaya mempertahankan plasma dengan suhu yang tinggi, 20 detik, akan menjadi satu titik baik yang cukup penting dalam perlombaan pengamanan teknologi. Hal tersebut sebagai operasi plasma yang melakukan kinerja tinggi pada jangka panjang. Komponen yang penting dari sebuah reaktor fusi nuklir untuk komersial masa depan,” katanya.

Baca Juga: Ledakan Supernova di Galaksi NGC 2525 Lebih Terang dari Matahari

Menyerupai Matahari Buatan China

Kunci dalam pencapaian 20 detik dalam matahari buatan Korea Selatan merupakan peningkatan mode ITB (Internal Transport Barrier) pada KSTAR.

Mode tersebut tidak semuanya dapat ilmuwan pahami. Akan tetapi, pada level yang sederhana, mereka dapat membantu untuk mengontrol pengurungan serta stabilitas reaksi fusi nuklir.

KSTAR merupakan reaktor dengan gaya tokamak, yang mana mirip dengan buatan Tiongkok. Tokamak ini yakni dengan menggabungkan inti-inti atom dalam mendapatkan energi dengan jumlah yang lebih besar.

Hal tersebut berlawanan dengan fusi nuklir yang mereka pakai sebagai pembangkit listrik, yaitu memisahkan inti dari atom. Walaupun pekerjaan para ilmuwan tersebut sangat rumit pada saat mencapai hal tersebut, namun kemajuannya sangat stabil.

KSTAR pun menjadi pihak pertama dalam menembus batas pada 100 juta derajat tahun 2018. Lalu pada tahun 2019 dengan suhu yang sama untuk waktu delapan detik.

Kemudian, sekarang telah berhasil mencatatkan matahari buatan Korea Selatan tersebut sebagai rekor yang memegang waktu paling lama menyala lebih dari dua kali lipat. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -

Berita Terbaru