Kamis, Desember 2, 2021
BerandaBerita TerbaruKesalahan yang Umum Terjadi Ketika Membeli Laptop Baru

Kesalahan yang Umum Terjadi Ketika Membeli Laptop Baru

Membeli laptop baru memang tak akan sering-sering, bukan hanya karena harganya yang relatif mahal, melainkan juga kebiasaan memaksakan laptop tua untuk mengerjakan segala pekerjaan berat.

Oleh karenanya, ketika muncul momen beli laptop yang artinya kamu rela keluar uang, ada kebutuhan untuk beli laptop baru, dan mungkin sudah dapat izin dari suami/istri, jangan salah langkah dengan membeli produk yang bikin kecewa setelah sebulan pemakaian.

Baca juga: Laptop Nokia Terbaru Untuk Pasar India Dengan Kualitas Tinggi

Mengingat betapa seringnya hal ini terjadi, disini kami akan bahas hal-hal yang perlu kamu perhatikan (lebih tepatnya hindari) ketika membeli laptop baru. Yuk mulai!

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Laptop Baru

1. Baterai lemah

Alasan terciptanya laptop adalah portabilitas. Tapi apa gunanya laptop ringkas, tipis, dan ringan kalau baterainya lemah?

Baterai yang kuat punya segudang kelebihan, mulai dari tidak perlu bolak-balik ke steker, tidak menghabiskan token listrik, hingga bisa dibawa-bawa tanpa perlu bawa charger yang berat!

Enam sampai delapan jam untuk pemakain normal adalah daya tahan baterai yang umum dijumpai di mayoritas laptop. Untuk gaming berat? Sekitar 3 jam.

Selalu cek review produk incaran kamu mengenai daya tahan baterainya. Kamu bisa cek youtuber-youtuber laptop ataupun situs-situs otoritas seperti PCMag, RuangLaptop, atau TheVerge.

2. Tidak sesuai kebutuhan

Kalimat ‘tidak sesuai kebutuhan’ memang bisa banyak maknanya, tapi yang kami maksud disini adalah kurangnya pemahaman kamu tentang apa kebutuhanmu sebenarnya, atau apa yang akan kamu lakukan dengan laptop tersebut.

Contoh yang paling sering kami temui adalah, niatan impulsif beli laptop karena performanya bagus untuk gaming. Tanpa disadari, 3 bulan kemudian si pembeli sudah sibuk dengan pekerjaan dan tidak sempat main satu game-pun. Sudah berat, mahal, tidak dipakai pula. Rugi bukan?

Contoh lain adalah membeli laptop yang tipis dan ringkas karena mudah dibawa-bawa untuk traveling. Nyatanya? Tidak ada tuh ceritanya traveling, entah karena memang malas, tidak ada waktu, tidak punya uang, atau justru malas melihat laptop yang layarnya kecil. Nah lho suruh siapa beli laptop kekecilan?

3. Terlalu kecil

Tren laptop yang semakin kecil dan tipis seolah mengharuskan rakyat membeli laptop setipis mungkin, dan sekecil mungkin.

Meski memang keunggulan nya ada di portabilitas, layar yang kecil justru semakin bikin sakit mata dan tidak bisa lama-lama dipandang.

Mengutip dari situs ruanglaptop, ukuran minimal layar yang nyaman adalah 13-inch. Dibawah 13-inch kamu lebih baik gunakan handphone. Dan berhubung bezel sekarang sudah sangat tipis, laptop 15-inch pun tak terlalu besar untuk dibawa-bawa.

4. Terlalu murah

Beli laptop kemahalan sudah biasa, tapi beli laptop kemurahan jarang kena sorotan. Ini sering sekali terjadi pada rakyat indonesia karena ingin nya berhemat dalam pengeluaran.

Tentu tak salah mau keluar uang sedikit untuk produk yang bagus, tapi dalam dunia laptop harga tidak pernah bohong.

Seringkali orang beli laptop murah, hanya untuk menyadari 3 bulan setelahnya kalau ia kewalahan dengan urusan kerjaan atau sekolah, cuma gara-gara laptop lemot, webcam rusak, port tidak lengkap, tombol keyboard tidak berfungsi, chassis coak, dan lain lain.

Akhirnya apa? Reparasi, ganti keyboard, beli adapter, beli webcam, hingga beli laptop baru lagi.

Boleh pilih yang murah, tapi jangan kelewatan. Dari pengamatan kami, laptop 6 jutaan adalah rentang yang pas untuk sebuah laptop. Performa cukup, periferal dan port cukup, gak gampang rusak, desain juga gak jelek-jelek amat!

5. Keyboard jelek

Dalam membeli laptop, spesifikasi internal biasanya dianak emaskan, selalu dicek dan selalu ingin yang terbaik. Keyboard sering dianggap anak tiri yang tak dilirik. Apa yang terjadi? Tombol kurang ‘klik’, tombol stuck di posisi masuk, keyboard terlalu sempit, keyboard terlalu dangkal, tidak bisa gelap-gelapan karena tidak ada backlit, goyang, dan lain lain.

Keyboard sangat wajib kamu perhatikan ketika hendak membeli laptop. Ini adalah bagian yang paling sering kamu sentuh bersama touchpad, mouse, monitor, dan tombol power tentunya.

Bagaimana cara mengujinya? Datangi toko offline, minta cek laptop yang mau kamu beli, lalu coba ketik beberapa paragraf di ms.word. Rasakan tombol, feedback, travel, palm rest, hingga visibilitasnya. Kalau selama percobaan 5 menit saja agak kurang nyaman, gimana mau dipakai ngetik atau gaming berjam-jam, bukan begitu?

6. Tidak ada backlight

Sama dengan poin keyboard sebelumnya, hanya saja perlu kami tekankan lebih lanjut berkat banyaknya orang yang kesulitan gara-gara di keyboardnya tidak ada backlight.

Poin ini seringkali dilupakan kalau sedang liat-liat laptop di store, karena situasinya terang benderang dan tidak butuh backlit untuk bisa ngetik dengan nyaman.

7. Touchpad kasar/lengket

Touchpad laptop yang dipajang di toko hampir selalu bersih. Tangan kamu pun kemungkinan bersih karena sudah cuci tangan. Namun tak demikian kasusnya kalau laptop sudah kamu bawa pulang dan digunakan sambil makan kue, dengan tangan berminyak, dan dengan touchpad yang jarang dicuci.

Baca juga: Huawei MateBook X Pro, Ketahui Spesifikasi dan Kelebihannya

Kemungkinan terburuknya adalah kamu jadi anti memakai touchpad, dan malah bawa mouse kemanapun dan dimanapun ketika laptopan.

Untuk mengujinya, coba gunakan touchpad di laptop pajangan, dan selalu cek review online mengenai produk tersebut.

8. Tidak ganti thermalpaste

Kecuali kamu lumayan kaya, kemungkinan besar laptop yang kamu beli sudah berusia 1 sampai 2 tahun. Ini artinya thermalpaste yang ada di CPU dan GPU laptop sudah mengering dan mulai tidak efektif.

Kalau kamu tidak berniat memakai laptop untuk game, desain 3D, atau edit video, thermalpaste tua tidak begitu masalah, namun kalau tujuannya untuk pemakaian berat, pastikan beli thermalpaste baru dan tukar dengan yang lama.

Baca juga: Laptop Layar Gulung LG Mereka Patenkan Untuk Selamatkan Ide

Mengutip dari ruanglaptop.com, beberapa jenis thermalpaste yang bagus adalah Grizzly Kryonaut, Antec Formula X, dan Arctic Silver 5.

9. Berat

Ada alasan orang membeli laptop, bukan PC: karena perlu dibawa-bawa. Membeli laptop berat tidak jadi masalah asal kamu sadar konsekuensinya. Perlu diingat juga, laptop hampir selalu terasa lebih ringan ketika di dealer ketimbang sudah masuk tas. Belum lagi bobot charger-nya.

Oleh karenanya, pastikan kamu paham si laptop mau dibawa sesering apa.

Demikian 8 hal yang sering luput dari pengamatan ketika sedang mempertimbangkan membeli laptop baru. Setelah baca artikel ini semoga kamu tidak lengah terhadap kekurangan yang ada di laptop pilihanmu. (R2/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara

- Advertisment -