Mengenal Payment Gateway dan Cara Kerjanya, Terutama untuk Bisnis

Mengenal Payment Gateway dan Cara Kerjanya, Terutama untuk Bisnis
Ilustrasi Payment Gateway. Foto: Ist/net

Payment gateway adalah teknologi yang menerima dan menyalurkan pembayaran dari customer ke penjual. Sistem ini menjaga transaksi tetap berjalan mulus.

Kalau kamu merchant online, tentu kamu tidak perlu memahami secara detail cara kerja layanan ini, namun kamu perlu paham dasar-dasar aliran dana dari pelanggan ke rekening bank milikmu.

Baca juga: Mengenal Fintech atau Financial Technology

Berikut beberapa hal utama yang perlu kamu ketahui seputar payment gateway, baik sebagai merchant atau customer di dunia transaksi digital.

Pemain utama di pembayaran online

Sebelum masuk lebih jauh ke definisi payment gateway, kita perlu mengidentifikasi pemain-pemain utama di sistem pembayaran online. Ketika seseorang klik “bayar”, pihak-pihak inilah yang memegang peran utama dalam proses pembayaran.

Merchant: ini adalah penjual, alias website atau aplikasi yang mengoperasikan penjualan produk ke pelanggan.

Customer: Customer alias pelanggan adalah pihak yang ingin membeli produk atau jasa yang ditawarkan merchant.

Issuing Bank: Bank dari customer yang memproses pembayaran kartu debit atau kredit si customer.

Acquirer: Juga disebut Acquiring Bank, ini adalah institusi finansial yang mengelola rekening bank milik merchant. Acquiring Bank memproses transaksi merchant ke issuing bank untuk menerima pembayaran.

Apa itu payment gateway?

Payment gateway adalah teknologi yang menangkap dan mengirim data pembayaran dari customer ke acquirer, lalu mengirim approval atau rejection kembali ke customer.

Layanan ini pun memvalidasi detil kartu customer secara aman, memastikan dana tersedia dan pada akhirnya memungkinkan dana masuk ke merchant.

Layanan ini bertindak sebagai antarmuka antara website merchant dan acquirer. Ia mengenkripsi daat kartu kredit yang sensitif, memastikan informasi tersebut aman untuk diteruskan dari customer ke acquiring bank (melalui merchant). Alterra Bills adalah satu contoh layanan pembayaran online yang menyediakan layanan bill payment dari hulu ke hilir.

Dengan kata lain, payment ini berfungsi sebagai penengah antara customer dan merchant, memastikan transaksi berjalan secara aman. Payment gateway online dapat memudahkan merchant dalam mengintegrasikan software yang dibutuhkan. Sebagai penengan, gateway me-manaje data sensitif kartu milik customer antara acquirer dan merchant.

Kenapa kita butuh payment gateway

Kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa kita butuh payment gateway kalau ia cuma jadi penengah?

Sebelum menjawabnya, kita perlu paham bahwa dalam transaksi online tidak ada kartu dalam bentuk fisik yang terlibat, tidak seperti bayar di kasir. Dengan demikian, kamu cuma mengandalkan detil kartu yang tersedia. Bagaimana cara memastikan bahwa pemegang kartu adalah benar-benar pemiliknya? Disinilah layanan ini berguna.

Payment gateway berguna untuk mengamankan data pembayaran customer. Mengutip dari situs Alterra.id, payment gateway melanjutkan data pembayaran dari merchant, ke acquirer dan issuing bank menggunakan enkripsi data untuk menghalau ancaman terhadap dara sensitif.

Baca juga: Usaha Saat Pandemi Covid-19, Perubahan Transaksi dan Peluangnya

Selain itu, layanan ini juga melindungi merchant dari kartu expired, saldo kurang, rekening tutup dan batas kredit berlebih.

Apa bedanya payment gateway dan payment aggregator?

Payment gateway adalah software yang memungkinkan e-commerce memproses transaksi di website/app mereka.

Sementara bill payment aggregator adalah penyedia jasa yang mengumpulkan dan menyediakan bermacam-macam metode pembayaran ke merchant. Maka dari itu, satu perbedaan utama gateway dan aggregator adalah, gateway itu untuk e-commerce, sementara aggregator mendigitalkan touchpoint pembayaran online/offline.

Bagaimana cara memilih untuk bisnis?

Payment gateway mungkin terdengar ribet untuk pemain bisnis baru, tapi untuk keberlangsungan dan keamanan transaksi jangka panjang, kamu harus memilih layanan yang dapat diandalkan dan tentunya punya reputasi.

Berhubung banyak bisnis bergeser ke dunia digital, semakin banyak pula pemain baru yang mencoba menjadi penengah pembayaran alias payment gateway, biasanya dengan janji tanpa biaya tambahan, komisi, hingga janji manis lain.

Hal semacam ini yang perlu kamu hindari, karena kalau menyangkut pembayaran customer, kamu tentu tak ingin mempertaruhkan kredibilitas bisnis cuma demi promo atau harga labih murah yang tidak seberapa, kan? (R2/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara