Olahraga yang Dilarang untuk Skoliosis, Agar Tulang Tidak Melengkung

Olahraga yang Dilarang untuk Skoliosis, Agar Tulang tidak Melengkung
Ilustrasi Olahraga yang Dilarang untuk Skoliosis. Foto: Ist/Net

Olahraga yang dilarang untuk skoliosis sebaiknya anda hindari agar tidak membuat penyakit semakin parah. Ada beberapa jenis aktivitas yang kurang aman jika anda jalankan.

Skoliosis itu sendiri merupakan kondisi kelainan tulang belakang yang melengkung. Biasanya terbentuk seperti huruf C atau S. Pada umumnya penyakit ini sering terjadi pada anak-anak sebelum pubertas.

Usianya antara 10-15 tahun meski kondisinya hanya ringan. Jika tidak segera teratasi, tentu akan menjadi semakin parah seiring bertambahnya usia.

Jika penyakit ini hanya anda biarkan saja, tentu bisa menimbulkan gangguan pada tubuh lainnya. Misalnya gangguan jantung, paru-paru, atau kelemahan pada tungkai.

Memang ada anggapan bahwa dengan olahraga, gangguan ini bisa ringan, namun belum jelas kepastiannya. Justru ada beberapa aktivitas olahraga yang dilarang untuk skoliosis.

Namun, jika penderita gemar dengan aktivitas tersebut, sebaiknya jangan hindari. Justru hal ini bisa mengganggu psikologi anak. Semangatnya akan turun hingga akhirnya berdampak negatif.

Baca Juga : Olahraga untuk Penderita Anemia, Gunakan Tips Ini untuk Tetap Aman

Gangguan tulang yang satu ini pun memiliki gejala yang berbeda-beda. Semua bisa timbul sesuai dengan tingkat keparahan kondisi gangguan tersebut.

Saat penderita mengalami gangguan parah, akan menimbulkan rasa nyeri yang kurang nyaman. Bahkan tulang belakang dapat berputar dan bertambah parah.

Salah satu tulang iga akan tampak menonjol dari sisi lainnya. Saat kondisi kelainan tulang semakin parah, skoliosis berdampak terhadap gangguan pernafasan.

Untuk bisa menghindari gangguan semakin parah, sebaiknya hindari aktivitas berat. Misalnya olahraga, tidak semua jenisnya aman untuk penderita.

Olahraga yang Dilarang untuk Skoliosis

Tulang yang sehat dan kuat menjadi idaman semua orang. Sebab, kondisi tersebut cukup penting untuk tumbuh kembang anak. Sayangnya, tidak semua anak memiliki kondisi seperti ini.

Ada gangguan yang sering menyerang anak-anak sejak usia remaja, yaitu skoliosis. Gangguan ini akan timbul pada masa pertumbuhan antara usia 10-15 tahun.

Namun, pembengkokan tulang wanita cenderung lebih parah daripada laki-laki. Namun, dengan melakukan aktivitas olahraga ringan, bisa membuat resiko berkurang.

Akan tetapi, tidak semua olahraga cocok untuk penderita skoliosis. Bahkan ada jenis olahraga yang justru perlu anda hindari. Beberapa olahraga yang cenderung penderita hindari antara lain yang sifatnya:

Baca Juga : Kelainan pada Tulang Perlu Diwaspadai, Cegah dengan Olahraga

Hiprektensi Tulang Belakang Tengah

Olahraga yang dilarang untuk skoliosis yaitu sifatnya yang menyebabkan vertebra berotasi semakin besar ke arah skoliosis. Resiko terbanyak terjadi pada atlet yoga, gymnastic, dan tari.

Ekstensi tulang dada dengan cara back bending yang sering terjadi memicu gangguan semakin parah. Maka dari itu, bagi atlet yang sudah menderita gangguan skoliosis, sebaiknya untuk mengurangi gerakan tersebut.

Mengkompresi Tulang Belakang

Olahraga yang bisa beresiko skoliosis semakin parah yakni yang sifatnya dapat mengkompresi tulang belakang. Misalnya saat olahraga lari, melompat, bahkan berlari.

Hal ini memperparah kondisi karena terjadi tekanan yang signifikan pada tulang. Sifatnya yang high-impact memberi resiko semakin parah.

Olahraga yang dilarang untuk skoliosis ini dapat menyebabkan cidera benturan dengan kecepatan tinggi. Saat trauma karena benturan atau jatuh, menyebabkan tulang semakin buruk kondisinya.

Membebani Tulang Belakang

Baca Juga : Olahraga untuk Tingkatkan Imunitas Tubuh Cegah Covid-19, Ini Tipsnya

Ada beberapa jenis olahraga yang dilarang untuk skoliosis. Jenis yang satu ini mampu menyebabkan loading pada tulang belakang tidak seimbang.

Hingga akhirnya membuat otot semakin kuat dan timbul rasa tidak nyaman. Sehingga rotasi tulang belakang menjadi meningkat. Olahraga tersebut antara lain mendayung, memanah, golf, tenis, hingga lempar lembing.

Maka dari itu, bagi anda penderita skoliosis hindari aktivitas tersebut. Hal ini bertujuan agar kondisinya tidak semakin bertambah parah.

Olahraga Satu Sisi

Olahraga yang menggunakan tubuh bagian sebelah saja memang cukup banyak. Misalnya bowling, tenis, badminton, ping pong, dan masih banyak yang lainnya. Penggemarnya cukup banyak.

Namun, sayangnya olahraga yang hanya menggunakan satu sisi bagian tubuh saja akan memperburuk keadaan. Sebab dengan dominannya satu tangan, membuat tumpuan aktif sebelah.

Kurangi olahraga yang satu ini agar gangguan tulang tidak semakin buruk. Sebab bertambahnya usia, gangguan tulang akan sulit anda sembuhkan.

Gangguan tulang yang sering terjadi sejak usia muda bisa saja anda hindari. Dengan mengurangi jenis olahraga yang dilarang untuk skoliosis, semua bisa teratasi. (R10/HR-Online)

Editor : Eva Latifah