Pembentukan Sel Darah Putih dan Faktor yang Mempengaruhi Jumlahnya

Pembentukan Sel Darah Putih dan Faktor yang Mempengaruhi Jumlahnya
Ilustrasi Pembentukan Sel Darah Putih. Foto: Ist/Net

Pembentukan sel darah putih memang sangat berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Mengingat darah putih memiliki peran yang penting bagi tubuh. Sel darah putih ini memiliki nama lain sebagai leukosit.

Banyak sekali fungsi dari leukosit, salah satunya adalah membantu melawan berbagai penyakit infeksi. Tentunya fungsi ini erat kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh. Dengan tubuh yang vit, akan membuat orang kebal dengan segala bentuk penyakit yang berbahaya.

Sel darah putih ini merupakan bagian dari komponen darah. Tak heran jika kekurangan sel darah putih sangat berbahaya. Bahkan bisa berakibat fatal jika tidak mendapatkan penanganan dengan baik.

Pembentukan Sel Darah Putih pada Manusia

Ciri dari sel darah putih adalah tidak berwarna. Sel darah putih memiliki inti dan bisa bergerak secara amoeboid. Tak hanya itu, sel darah putih juga bisa menembus dinding kapiler.

Dalam keadaan yang normal, leukosit mengandung 4×109 hingga 11×109 sel darah putih pada 1 liter. Darah orang dewasa yang sehat mengandung 7000 hingga 25000 sel per tetesnya. Pada setiap milimeter memiliki 6000 hingga 10000 sel darah putih.

Orang yang menderita leukemia, jumlah sel darah putihnya meningkat hingga 50.000 sel per tetes. Tentu ini akan memberikan efek yang tidak biasa pada tubuh. Sehingga orang akan terasa lemas dan tak berdaya.

Pembentukan sel darah putih ini berawal dari proses diferensiasi dini dari sel stem hemopoietik pluripoten. Sel ini akan berubah dalam beberapa tipe sel stem committed. Sel ini mampu membentuk eritrosit dan membentuk leukosit.

Ada dua macam pembentukan leukosit. Yang pertama adalah tipe mielositik dan yang kedua adalah tipe limfositik. Pada dasarnya, kedua tipe ini akan menghasilkan leukosit yang sama.

Tipe mielositik akan memulai proses dengan sel muda yang berwujud mieloblas. Sedangkan pembentukan leukosit tipe limfositik akan memulai dari sel muda atau limfoblas.

Leukosit dalam granulosit akan disimpan dalam sumsum sehingga sel mengalami sirkulasi. Setelah itu, jika kebutuhan semakin meningkat, akan ada beberapa faktor sitokinin yang terlepas. Pada keadaan normal, granulosit akan bersirkulasi ke dalam seluruh darah hingga tiga kali jumlah yang tersimpan pada sumsum.

Pembentukan sel darah putih ini sebagian akan tersimpan pada area limfoid. Masa hidup granulosit setelah terlepas adalah 4 sampai 8 jam dalam sirkulasi darah. Jika tidak, hanya sekitar 4-5 jam dalam jaringan.

Baca Juga: Proses Pembentukan Hemoglobin yang Ada pada Sel Darah Merah

Fungsi Leukosit

Granulosit dan monosit memiliki peranan yang penting dalam kekebalan tubuh. Tentunya hal ini dalam mikroorganisme sebagai fagosit. Leukosit akan memakan bakteria hidup yang masuk ke sistem peredaran darah.

Sel darah putih memiliki kekuatan gerakan amuboid yang bisa bergerak bebas dalam dan luar pembuluh darah. Sehingga leukosit mampu mengepung daerah tubuh yang terkena infeksi. Dengan begitu, leukosit akan menyingkirkan bahan dan kotoran yang menyebabkan semakin parahnya infeksi.

Jika pembentukan sel darah putih bisa berjalan dengan lancar, maka hasilnya bisa menghentikan peradangan. Ini adalah hasil kerja dari fagositik. Apabila kerja ini tidak berhasil, maka akan membentuk sebuah nanah.

Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Leukosit

Setelah mempelajari pembentukan leukosit kini beralih ke faktor yang mempengaruhi jumlahnya. Leukosit ini bisa bertambah maupun berkurang. Hal ini tergantung dengan faktor berikut:

Jenis Kelamin

Wanita dan laki-laki normal memiliki jumlah leukosit yang lebih sedikit daripada eritrosit. Keduanya memiliki raisp 1 : 700 yang mana leukosit merupakan bagian inti. Jumlahnya rata-rata 4000 sampai 11.000 sel per tetes.

Usia

Ternyata, usia juga mempengaruhi jumlah leukosit pada manusia. Hal ini terbukti bahwa jumlah leukosit orang dewasa lebih banyak daripada anak-anak. Sehingga dalam hal ini, anak-anak harus selalu menjaga kesehatannya agar pembentukan sel darah putih berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Proses Pembentukan Urine pada Ginjal yang Penting Untuk Anda Ketahui

Tempat Ketinggian

Selain faktor dari dalam diri, ada juga faktor dari luar, yaitu tempat ketinggian. Orang yang berada pada dataran tinggi memiliki jumlah leukosit yang lebih banyak.

Keadaan Tubuh Seseorang

Saat sedang mengalami luka dan mengeluarkan banyak darah, maka jumlah leukosit akan menurun. Sehingga lebih baik untuk menghentikan pendarahan saat sedang terluka parah.

Itulah pembentukan sel darah putih dan beberapa faktor yang mempengaruhi jumlahnya. Jagalah kesehatan agar produksi sel darah putih bisa berlangsung dengan normal. (R10/HR Online)

Editor: Jujang